Kami menerima tulisan, artikel, laporan kegiatan dan saran-saran untuk dipublikasikan ke blog Pdt. Pahala J. Simanjuntak,MTh dengan mengirim e-mail ke: psh06simanjuntak@yahoo.com .
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

18 Juli 2009

Wisuda



Wisuda Sekolah Pendeta HKBP
Oleh: dr. Basaria M. Lumban Gaol

Setelah dinyatakan Lulus dalam Ujian Lisan tanggal 09 Juli 2009 yang lalu, sebanyak 40 mahasiswa Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon angkatan 2006-2009 diwisuda. Acara wisuda tersebut diselenggarakan pada hari Jumat 17 Juli 2009. Hadir dalam acara wisuda ini Ompui Ephorus HKBP Pdt. Dr. B. Napitupulu, Sekjend HKBP, Pdt. Ramlan Hutahaean, MTh, Kadep Marturia HKBP Pdt. Dr. Binsar Nainggolan, Dewan Kuratotorium, pimpinan lembaga, biro dan para pelayan di HKBP Distrik II Silindung. Inilah Wisuda Sekolah Pendeta yang pertama sejak rekonsiliasi HKBP 1998. Sebab Sekolah Pendeta HKBP dibuka secara periodik sesuai dengan keputusan Rapat Pimpinan HKBP.

Sebelum acara wisuda,diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Sahat M. Silitonga, MTh, Praeses HKBP Distrik II Silindung sebagai Liturgis dan Pdt. Bonar H. Nababan, DPS Praeses HKBP Distrik III Humbang sebagai pelayan firman. Nas khotbah dipilih dari Efesus 5:21 yang sekaligus Tema wisuda. Pada saat kebaktian beberapa koor diperdengarkan menandai ucapan syukur dan sukacita, antara lain: koor wisudawan, Koor HKBP Simanungkalit, Koor HKBP pearaja termasuk koor tamu luar negeri yaitu Paduan Suara Kongo-Ruanda.

Untuk memasuki acara pokok yakni wisuda, Direktur Sekolah Pendeta HKBP Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh membuka sidang senat terbuka dan dilanjutkan dengan Pidato wisuda yang dirangkai dengan laporan akademis. Dalam Pidato ini Direktur menekankan perlunya kerandahan hati sebagai hasil dari pergumulan dalam masa studi tiga tahun ini. Kerendahan hati lahir dari kesediaan manusia untuk merendahkan diri.Dalam laporan akademis juga diumumkan wisudawan terbaik antara lain: Janti Dantes Nababan dengan IP: 3,681 dan Lagawandar Lumbantobing dengan IP: 3,680, kemudian Pantun Toho Lumbantoruan dan Ramses Mangapul Lumban Gaol dengan IP: 3, 67. Ke mudian dilanjutkan dengan pelantikan dan penyerahan Ijazah. Direktur Sekolah Pendeta HKBP dan Ompui Ephorus secara bersama-sama memberi selempang dan ijazah kepada wisudawan.

Acara selanjutnya adalah kata-kata sambutan dan bimbingan pengarahan dari Ephorus HKBP. Ephorus juga menekankan perlunya kerendahan hati dari seorang pelayan untuk melaksanakan tugas panggilannya. Setelah selesai wisuda Pdt. Ramlan Hutahaean memimpin doa pelepasan wisuda ke pelayanan HKBP.

Seluruh wisudawan beserta keluarga dan undangan baik dari jemaat-jemaat termasuk undangan dari Pemkab Taput mengikuti acara ini dengan penuh sukacita dari awal hingga akhir. Yang tidak kalah hikmahnya adalah bahwa hari ini juga, 17 Juli 2009, Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh merayakan ulangtahun ke 40. Sehingga ucapan selamat ulang tahunpun berdatangan kepada Direktur Sekolah Pendeta ini terutama dari para wisudawan yang dibimbing selama tiga tahun di lembaga ini.

Acara diakhiri dengan doa penutup sekaligus doa makan oleh Pdt. Dr. Binsar Nainggolan. Seluruh wisudawan berpoto bersama dengan pimpinan, kuratorium dan dosen kemudian menerima ucapan dari para hadirin.

Selamat bagi para wisudawan dan selamat Ulang tahun kepada Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Baca Selengkapnya.....

15 Juli 2009

Persiapan 2

Persiapan Wisuda Sekolah Pendeta

Pelaksanaan Wisuda sekolah pendeta HKBP tinggal dua hari lagi. Para mahasiswa padasibuk mempersiapkan baju Toga yang dipinjamkan oleh lembaga melalui Panitia. Belum semua mahasiswa yang meminjam Toga, ada yang masih di kampung halaman, bagi yang sudah di kampus langsung menyetrika Toga tersebut. Sementara Panitia sibuk mempersiapkan tempta, dekorasi dan persiapan komsumsi. Para staf dan pegawai asyik mengurusi acara, tandatangan ijazah, dll. Pokoknya benar-benar persiapan

Baca Selengkapnya.....

13 Juli 2009

Persiapan Wisuda

Setelah berakhir ujian lisan di sekolah Pendeta HKBP dengan baik,akan dilanjutkan dengan acara Wisuda. Sesuai dengan rencana wisuda akan berlangsung Jumat 17 Juli 2009. Acara akan dihadiri oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Bonar Napitupulu.

Panitia untuk kegiatan ini telah dibentuk bulan Pebruari 2009.Direktur sekolah Pendeta telah menerbitkan SK. Kepanitiaan ini diketuai oleh Pdt. M.S.P. Sitorus, MTh. Beberapa hal telah dipersiapkan panitia menyambut acara istimewah ini. Mulai dari undangan, dekorasi, spanduk, dan persiapan konsumsi untuk 500 undangan. Yang tidak kalah pentingnya adalah studio poto untuk dokumentasi.

Bagi sahabat hutaseminarium.co.nr, kami mohon dukungan doa. Terimakasih.

Baca Selengkapnya.....

10 Juli 2009

Perpisahan

Pemberangkatan Study Lanjut

Jumat, 10 Juli 2009, para pelayan, staf dan pegawai di kantor pusat HKBP Pearaja Tarutung dan lembaga memberangkatkan keluarga Pdt. Maulinus Siregar melanjutkan study Doktor Teologi (S3) ke Jerman. Acara ini juga dihadiri Kadep Marturia dan Sekretaris Jenderal HKBP.

Acara berlangsung hikmat sebagai ungkapan ucapan syukur kepada Tuhan. Studi lanjut ini akan di tempuh selama 5 tahun. Seluruh biaya dalam studi ini dibiayai oleh Donateur yang diusahakan oleh Ompui Ephorus HKBP.

Selamat kepada Pdt. Maulinus

Baca Selengkapnya.....

Judicium

Lulus ujian
Kamis, 9 Juli 2009, telah berlangsung Ujian Lisan Sekolah Pendeta HKBP Seminarium-Sipoholon yang diikuti oleh 40 orang mahasiswa. Tim penguji terdiri dari Pimpinan HKBP, Dewan Kuratorium dan Dewan Dosen.

Setelah ujian Lisan berlangsung, dilanjutkan dengan JUDICIUM yang dipimpin oleh Direktur Sekolah Pendeta HKBP. Dari hasil Judicium tersebut dipusutuskan bahwa 40 orang mahasiswa yang mengikuti ujian Lisan, dinyatakan: LULUS. Akan diwisuda tanggal 17 Juli 2009.

Selamat dan sakses

Baca Selengkapnya.....

08 Juli 2009

Mohon dukungan dan Doa

Mohon dukungan dan Doa

Besok 9 Juli 2009, akan berlangsung ujian Lisan bagi mahasiswa sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon. Semua mahasiswa telah memperispkan diri dengan baik. bebarapa persiapan yang dilakukan misalnya membaca buku,kesehatan, terutama mental. Namun semuanya itu butuh doa dari pengunjung huta seminarium ini.

Baca Selengkapnya.....

Pasca Pilpres

Dua jam setelah selasai pilpres, tepatnya jam 16.00, tersebar issu SBY menang, benarkah demikian? Apalagi salah seorang dari mahasiswa saya berkata kepada saya: " monang do calon ni Bapa i! Tidak kurespon tapi wajahku berubah girang. Oh, bagi para pendukungnya hati meluap-luap mudah-mudahan ......Jika ternyata SBY-Boediono menang itu menjadi Presiden kita bersama. Iyaaaa..........kan............!

Baca Selengkapnya.....

Pilpres

Pemilihan Presiden dan Wkil Presiden

Hari ini 8 Juli 2009, merupakan sejarah yang tidak dapat dilupakan dalam perjalanan Indonesia merdeka.Segenap warga negera yang memiliki hak pilih akan memberikan suaranya di TPS yang sudah ditentukan. Suara tersebut adalah untuk memilih Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia 2009-2013.
Selamat Pemilu. nantikan siapa yang menang dalam pemilihan umum ini.

Baca Selengkapnya.....

06 Juli 2009

ARISAN

Arisan Pelayan dan Keluarga Kantor Pusat

Setiap tiba awal bulannya Arisan pelayan dan keluarga kantor pusat mengadakan arisan. Arisan seperti ini tentu tidak sama dengan arisan biasa yang dilakukan oleh ibu PKK dan arisan parsahutaon. Moment seperti ini digunakan untuk sharing dan curhat apalagi bagi ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan ini.

Arisan ini didahului dengan kebaktian singkat yang dipimpin oleh Pdt. Simeon Nainggolan. Melalui nas yang dikutip dari kitab Mazmur supaya setiap orang Kristen mengadu kepada Tuhan.

Usai kebaktian dilanjutkan dengan door price dan dilanjutkan dengan arisan "hepeng" yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Tapi lumayan deh.

Sebelum meninggalkan ruangan yang biasa dipergunakan untuk arisan ini St. Gonti Lumbantobing memberikan beberapa pengumuman sekitar kegiatan-kegiatan bulan ini. Arisan berikut Senin 10 Agustus 2009

Horas

Baca Selengkapnya.....

02 Juni 2009

Arisan

Menjalin kebersamaan dalam pelayanan

Kadang di tengah-tengah kesibukan dan rutinitas kita setiap hari dibutuhkan suasana rilex dan refresh. Hal itu perlu guna menghilangkan rasa kaku dan tegang. Hal itulah yang kami lakukan di antara sesama pelayan di kantor pusat dan lembaga HKBP. Kegiatan ini disebut dengan ARISAN PARKANTOR PUSAT DAN KELUARGA. Acaranya cukup singkat. Diawali dengan kebaktian kemudian dilanjutkan dengan doorprice, kemudian Arisan Uang. Kedua acara ini dilakukan lewat jomput na sinurat.

Arisan kali ini berlangsung pada hari Selasa 2 Juni 2009. Biasanya sih setiap hari Senin Minggu pertama. Berhubung Senin 1 Juni kemarin pentakosta II maka dialihkan menjadi hari ini. Para pelayan yang hadir dalam acara ini lumayan banyak hampir 70 orang ditambah dengan anak-anak dan keluarga.

Peserta ARISAN ini cukup bergembira mengikuti acara ini. Semoga kebersamaan seperti ini tetapberlangsung. Horas.

Baca Selengkapnya.....

31 Mei 2009

Pentakosta I

Selamat hari Pentakosta

Bagi seluruh dunia khususnya umat Kristen merayakan hari Pentakosta (hari ke 50). Hari kelimapuluh ini disebut dengan pencurahan Roh Kudus. Kita patut bersyukur kepada Tuhan. Untuk sesama saudara marilah kita mengucapkan Selamat Hari Pentakosta.

Huta Seminarium, mengucapkan selamat hari Pentakosta bagi pengunjung kami dimanapun berada. Roh Tuhan sudah dicurahkan kepada kita, mari kita sambut....

Baca Selengkapnya.....

23 Mei 2009

Dist. II Silindung Rencanakan Rapat Pendeta

Rapat Pendeta HKBP akan dilaksanakan pada 3-7 Agustus 2009 di Seminarium Sipoholon. Biasanya sebelum diadakan Rapat Pendeta Hatopan ini semua Distrik akan melaksanakan Rapat Pendeta di distriknya masing-masing. Demikianlah juga HKBP Distrik II Silindung akan menyelenggarakan Rapat Pendeta. Rencana Rapat Pendeta Distrik akan berlangsung pada 15-17 Juni 2009 di Hotel Vanesha-Tolping, Ambarita. Untuk pelaksanaan Rapat Pendeta Distrik ini Pdt. S. Manogari Silitonga , Praeses HKBP Distrik II Silindung bersama dengan MPSD setelah mendapat persetujuan dari Pimpinan HKBP telah mengangkat Panitia pelaksana untuk mempersiapkan kegiatan ini. Menurut Pdt. Guntur Simanjuntak, STh selaku ketua Panitia mengatakan bahwa peserta Rapat Pendeta Distrik ini adalah semua pendeta yang ada di Distrik baik di lembaga dan juga di kantor pusat HKBP, termasuk para calon Pendeta.

Agenda Rapat Pendeta ini dilaksanakan mengacu kepada Aturan-Peraturan (AP) HKBP 2002. Sehingga Tema dan sub Tema juga disesuaikan dengan Rapat Pendeta HKBP 3-7 Agustus 2009. Menurut Panitia, Pimpinan HKBP diharapkan akan memberikan pembekalan untuk memperkaya peserta. Pembekalan tersebut meliputi: pokok-pokok pikiran untuk amandemen AP HKBP, keseragaman pelayanan, poda tohonan, liturgi/agenda HKBP dan issu-issu berkembang. Demikian juga dengan bimbingan Pastoral Ephorus HKBP. Dalam Rapat Pendeta ini diharapkan kesediaan Bapak Bupati Kabupaten Samosir, Drs. Mangindar Simbolon akan menyampaikan ceramah sub Tema. Demikian pantauan tim website HKBP ketika Panitia mengadakan Rapat pada hari Rabu 20 Mei 2009 di kantor Distrik-Pearaja Tarautung.

Berikut susunan Panitia Rapat Pendeta HKBP Distrik II Silindung

Ketua I: Pdt. Martin Manullang, STh

Ketua II: Guntur Simanjuntak, STh

Sekretaris I: Pdt. M.P. Silitonga, STh

Sekretaris II : Pdt. Tumpal Sinaga, STh

Bendahara: Pdt. Hotlan Sihite, STh

Seksi Ibadah: Pdt. Porman A. Samosir, STh

Seksi Komsumsi: Pdt. Tiurma Lumbantobing, STh

Seksi Akomodasi: Pdt. Freddy TPL. Tobing, STh

Seksi Pembahanan: Pdt. Darwin Sihombing, STh, Pdt. Marikkon Simbolon, STh

Seksi Dokumentasi: Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Seksi Notulis: Pdt. Desla Manullang, STh, Pdt. Mangasi Sianturi, STh, Pdt. Rumantoh Sibarani, STh

Seksi Dana: Pdt. R.R. Siahaan, STh, Pdt. Mulia Simanjuntak, Pdt. MSP Sitorus, MTh, Pdt. Amrin Sihotang, STh, Pdt. R. Samosir

Seksi Persidangan: Pdt. Welman Siringiringo, STh, Pdt. Jhon Edison Silitonga

Baca Selengkapnya.....

22 Mei 2009

Turut Berdukacita

Sekolah Pendeta berikan kata-kata penghiburan

Jumat 22 Mei 2009, lembaga sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon memberikannkata-kata penghiburan atas meninggalnya orangtua perempuan (ibu) dari Gr. Ganda M. Tambunan, salah seorang Mahasiswa dari Sekolah Pendeta. Bertempat di Simpang Pasar Nagori Pardagangan-Kab Simalungun. Ibunda br. Nainggolan berusia 63 tahun meninggalkan pada hari Kamis 21 Mei 2009 di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Rencana akan dikebumikan pada hari Mingghu 24 Meri 2009 di Pardagangan. Pada acara penghiburan ini seluruh keluarga menyambut kedatangan rombongan mahasiswa sekolah Pendeta dengan ratap dan tangis. Melalui koor, doa dan firman yang disampaikan rombongan seluruh keluarga kiranya terhibur.

Ganda Tambuna anak no 2 dari 6 bersaudara mengatakan bahwa ibunda selama ini tidak menderita penyakit yang akut. Cuman selama ini selalu mengeluh karena tensi darah yang tinggi. Pada sebelum kematiannya almarhumah mengalami tensi 250.

Semoga keluarga cepat terhibur dan menyerahkan kejadian ini kepada Tuhan yang maha Kasih dan penyanyang.

Baca Selengkapnya.....

20 Mei 2009

Rapat Pendeta HKBP 2009

Profosal Rapat Pendeta HKBP 2009

Tema : Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. (Lukas 6:3b)

Subtema : Pendeta HKBP terpanggil meningkatkan kebersamaan terhadap sesama Partohonan dan memberdayakan anggota jemaat menjadi berkat di tengah Gereja, masyarakat dan bangsa pada Era Global.
Pendahuluan
Rapat Pendeta HKBP kembali menggumuli dan merumuskan hal-hal yang bersifat teologis, menumbuhkan rasa persaudaraan sesama pendeta dengan cara membicarakan dan merumuskan berbagai hal yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan Pendeta baik jasmani maupun rohani. Untuk mencapai tujuan tersebut, dan dengan acuan sebagaimana telah termaktup dalam AP HKBP 2002 agar Rapat Pendeta HKBP diadakan 1 kali dalam 4 tahun, maka pada periode ini, Rapat Pendeta HKBP akan diadakan pada tanggal 3-8 Agustus 2009.
Latar Belakang
Sebagai gereja, HKBP sedang berada ditengah dunia yang berubah dan berkembang dengan cepat, baik secara komunal maupun secara individual. Arus informasi yang sangat cepat telah mendukung penyampaian berbagai budaya terhadap seluruh aras kehidupan masyarakat. Semakin besar sentuhan berbagai budaya kepada suatu masyarakat maka akan semakin cepat pula perubahan yang akan terjadi. Proses globalisasi telah menghantar dunia sekarang menghadapi berbagai krisis seperti: semakin dalamnya kemiskinan, semakin parahnya pengrusakan lingkungan hidup dan terjadinya disintegrasi sosial.
Demikian juga ditengah kehidupan bangsa Indonesia. Dengan melihat perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini di dalam masyarakat ada banyak kegelisahan yang menimbulkan pertanyaan besar. Tampak betapa rapuhnya disiplin manusianya dan sangat mudah jatuh ke dalam tindakan-tindakan kekerasan dan anarkis, dan meninggalkan sikap hidup kegotongroyongan. Globalisasi yang ditandai dengan cepatnya perkembangan arus dan tehnologi informasi ditengah bangsa kita juga telah memicu suburnya pertumbuhan paham pluralisme yang berdampak pada lahirnya gerakan agama baru dan kontra pluralis yang ditandai dengan menguatnya fundamentalisme agama. Kedua paham tersebut dapat mengancam kehidupan gereja.
Oleh sebab itu, sebagai bagian integral dari masyarakat dan bangsa, HKBP ikut merasakan bahwa solusi terhadap persoalan yang terjadi saat ini juga merupakan sebuah tanggung jawab. HKBP tidak mungkin melarikan diri dari kenyataan itu dan menjadikannya hanya sebagai urusan pemerintah. Udah tentu bahawa Peran HKBP sangat dibutuhkan, dengan mengajak para pendeta untuk ikut menggumuli dan melakukan hal-hal positip secara kritis dan obyektip serta tidak terjebak dengan tindakan yang akan memperparah keretakan hubungan masyarakat. HKBP turut bertanggung jawab untuk menjadi wadah perekat bangsa dan ikut membantu pemerintah menciptakan masyarakat yang sejahtera, sebagaimana tertuang dalam motto Tahun Diakonia HKBP 2009, “Sejahtera Masyarakat Sejahtera Gereja”.
HKBP juga ditantang untuk memahami jaman yang cepat berubah HKBP harus senantiasa berbenah diri untuk memasuki era dan arena baru misi, agar pelayanan HKBP tidak larut dalam bentuk pelayanan yang bersifat kolosal melainkan turut mendampingi kehidupan jemaat agar mampu meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidupnya. Hal ini sebenarnya telah digumuli para pendeta HKBP sejak Rapat Pendeta HKBP 2001 dimana Pendeta HKBP terpanggil untuk membaharui diri dalam rangka memberdayakan jemaat dan masyarakat dengan terang tema Rapat Pendeta, “Aku Memilih Kamu untuk Menghasilkan Buah”, Yohanes 15:16) Melalui Rapat Pedeta HKBP pada tahun tersebut, para pendeta HKBP diajak untuk merenungkan sebuah komitmen pembangunan jemaat bukan hanya dari sisi spiritual tetapi juga dari segi ekonomi sesuai dengan tuntutan perkembangan pada jamannya. Demikian juga pada Rapat Pendeta HKBP 2003, dengan tema “Menjadi Kesembuhan Bagi Bangsa-bangsa”, para pendeta HKBP menggumuli perannya sebagai pendamping setia jemaat dalam tantangan dan pergumulannya yang selalu diterpa derita sebagai akibat dari berbagai persoalan sosial yang dihadapinya serta berkomitmen untuk memelihara bumi dan menjaga keutuhan ciptaan. Juga pada Rapat Pendeta HKBP 2005 dengan tema “Berubahlah oleh pembaharuan budimu” (Roma 12:2b), para pendeta HKBP dituntut untuk lahir kembali, hidup baru dengan membudayakan budi yang baru serta mengembangkan akal yang berdaya kritis untuk mengerti dan melakukan kehendak Allah.
Melihat banyak hal yang menjadi kenyataan dan sekaligus menjadi tantangan bagi gereja dan dalam lanjutan terang tema rapat pendeta 3 (tiga) kali sebelumnya yang dipadukan dengan program Tahun Diakonia HKBP 2009, para pendeta HKBP merenungkan kembali dan memperbaharui komitmen panggilannya sebagai pelayan Tuhan untuk menata ulang pelayanan melalui pelayanan Diakonia. Prinsipnya adalah “Murah Hati” dan ini akan menjadi ciri khas yang hadir pada setiap pendeta HKBP. Kejatuhan manusia ke dalam dosa mengakibatkan sirnanya sifat murah hati, karena telah menjadi manusia yang egoistis. Tetapi berkat kemurahan Allah dalam penebusan Tuhan Yesus Kristus, telah menjadikan orang percaya hidup dalam kemurahan Allah. Dalam karya penebusan Allah, orang percaya dibaharui dan diangkat menjadi anakNya. Oleh karena itulah, sebagai Anak-anak Allah maka orang percaya harus hidup dalam kemurahan.
Kemurahan adalah belas kasih Allah, karena Tuhan mencintai dan menyalurkan berkat kepada ciptaanNya secara holistik, yang meliputi seluruh ruang lingkup kehidupan manusia. Oleh karena itu, seorang yang masuk dalam proses murah hati, padanya teridentifikasi bahwa Tuhan telah hadir. Inilah yang menjadi salah satu orientasi pelayanan pendeta HKBP, yaitu mampu menyatakan kehadiran Tuhan dalam dirinya yang tampak dalam sikap, kebijakan, dan tindakan. Hal ini sangat perlu, melihat sisi buruk dari era global bahwa tidak semua pihak diuntungkan olehnya, melainkan banyak yang terlena, bingung skeptis dan ragu-ragu melihat kejutan perubahan yang sangat cepat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini ditengah bangsa kita. Sehingga Rapat Pendeta HKBP 2009 ini, merupakan kegiatan strategis untuk menggali solusi konseptual dalam mencari jawab atas persoalan yang timbul dari era global, serta menelaah landasan teologis, titik tolak pelayanan partisipatif terhadap beban bangsa, masyarakat, jemaat dan sesama pelayan.
Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dilakukannya Rapat Pendeta HKBP 2009 ini adalah untuk memberikan arah teologis bagi perjalanan HKBP dan seluruh pendeta HKBP dalam visi dan misi HKBP, sehingga dengan demikian HKBP dapat hadir sebagai gereja yang “Berbelas kasih” dan “Bermurah hati” ditengah-tengah kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, melalui rapat pendeta ini para pendeta HKBP diharapkan akan:
1. Mengevaluasi pelayanan yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir setelah Rapat Pendeta HKBP 2005.
2. Memantapkan landasan teologis dalam mengantisipasi masalah-masalah yang diakibatkan oleh dampak negatif dari globalisasi dan krisis multi dimensi sehingga jemaat merasa didampingi dan dimampukan untuk memberi jawab terhadap persoalan yang dihadapi.
3. Adanya kesamaan pemahaman teologis dan penyeragaman tehnis pelaksanaan pelayanan pendeta.
4. Penyegaran kembali akan tugas panggilan, serta meningkatkan integritas pelayanan. Menumbuhkan kesadaran kebersamaan sesama pelayan HKBP untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemui para pelayan dalam tugas pelayanan
Materi
Rangkaian materi acara para Rapat Pendeta HKBP 2009 untuk mencapai tujuan tersebut adalah:
1. Orietasi Rapat dari Panitia Rapat Pedeta
2. Pembukaan Rapat Pendeta dalam bentuk ibadah yang dipadu dengan khotbah Tema Rapat Pendeta, Pidato Pembukaan dari Ketua Rapat Pendeta, Bimbingan Pastoral Ephorus, dan kata-kata sambutan lainnya.
3. Penelaahan Alkitab:
4. Ceramah Tema Rapat Pendeta HKBP 2009
5. Ceramah Sub Tema
6. Topik Khusus:
- Tema : Teologi Persembahan HKBP
- Tema : Pemahaman HKBP Tentang Perkawinan
- Tema : Pemahaman HKBP Tentang Sakramen
- Pelayanan Holistik dan Transformatif Dalam Rangka Perwujutan Visi dan Misi HKBP
7. Laporan Ketua Rapat Pendeta HKBP
8. Laporan dari komisi Teologi dan Liturgi
9. Informasi Kesejahteraan Pendeta
10. Pembahasan Sidang Kelompok
11. Pleno Pembahasan Keputusan
12. Pemilihan Ketua Rapat Pendeta
13. Penutupan

Pengorganisasian

Penanggungjawab : Ephorus HKBP dan Ketua Rapat Pendeta
Pelaksana : Sebuah Panitia yang dibentuk dan diangkat oleh Ephorus beserta Ketua rapat Pendeta
Tempat dan Waktu : Seminarium HKBP Sipoholon, 03-08 Agustus 2009
Peserta : 1500 orang
Anggaran : Ditentukan kemudian

Ketua Umum Sekretaris Umum
dto dto

Pdt. Ramlan Hutahaean, MTh Pdt. Same Siahaan, STh




Sekretariat Panitia

Baca Selengkapnya.....

19 Mei 2009

Panduan Program-Anggaran HKBP 2010

Panduan Rencana Penyusunan Program dan Anggaran HKBP 2010

Bertempat di ruang sidang kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung, Senin, 18 Mei 2009 diadakan sebuah pertemuan resmi. Hadir dalam pertemuan ini yakni para kepala Biro, Bendahara umum, pimpinan Lembaga dan pimpinan unit-unit pelayanan Departemen. Pertemuan ini diadakan secara bersama-sama dalam rangka menerima panduan penyusunan Program dan Anggaran HKBP untuk tahun 2010. Pdt. Ramlan Hutahaean, sekretaris Jenderal HKBP mewakili ephorus memimpin acara ini dari awal hingga akhir.
Perlu diketahui bahwa Program Kerja HKBP Tahun 2010 berlandaskan pada Rencana Induk Pelayanan (RIP) dan Rencana strategis (Renstra) HKBP. Juga mengacu pada program Kerja Jangka Menengah (PKJM) HKBP. Dalam hal ini telah ditetapkannya tahun 2007 sebagai tahun Koinonia, 2008 tahun Marturia, 2009 tahun Diakonia dan 2010 tahun sekretariat. Maka prioritas dalam tahun 2010 ditekankan pada program Peningkatan penatalayanan kesekretariatan termasuk prioritas alokasi dananya. Selanjutnya tahun 2010 tetap ditekankan Program berkelanjutan yang sudah dicanangkan pada Tahun Koinonia, Marturia dan Diakonia. Maka sebelum rencana program dan anggaran HKBP ditetapkan dalam Rapat MPS seluruh unit-unit pelayanan yang langsung berhubungan dengan kantor pusat harus menyerahkannya ke kantor pusat (sekretariat). Sekjen mengharapkan tanggal 8 Juli 2009 rencana program/anggaran setiap biro, lembaga, unit departemen sudah harus sampai di kantor pusat untuk dikompilasi dan selanjutnya dibahas dalam rapat MPS.
Hadir juga dalam rapat Panduan Menyusun Program 2010 ini adalah: St. Drs. A.G. Simanjuntak, Pdt. W.K. Siahaan dan Christoffel Sirait. Mereka ini mewakili tim yang dibentuk oleh pimpinan HKBP dari anggota MPS.
Pertemuan yang diadakan mulai pukul 10.00 wib dan berakhir pukul 15.58.00 wib ini berlangsung dengan baik. Seluruh peserta kembali dengan sukacita karena menerima panduan penyusunan program dan anggaran HKBP 2010. Sehingga tercapai tata kelola manajemen gereja yang baik (church good governance). Kemudian memperlengkapi system manajemen gereja dengan pedoman tatalaksana operasional, standing operation procedure (SOP), budaya kerja (Corporate Culture), organizational relationship untuk mendukung optimalisasi kinerja.

Baca Selengkapnya.....

18 Mei 2009

HKBP Dolok Masihol

HKBP Dolok Masihol renovasi gedung gereja

Gereja Dolok Masihol adalah jemaat HKBP yang beranggotakan 80 KK terletak di jalan Tarutung- Sibolga, kecamatan Sitakuis kabupaten Tapteng. Jemaat ini masuk ke dalam jemaat pelayanan Aek Mompang sebagai Ressort Distrik IX Sibolga. Sejak tahun 1967 membangun sebuah gedung gereja berukuran 10x 15 m menjadi tempat kebaktian. Gedung tersebut saat ini dalam tahap renovasi. Jemaat ini dilayani oleh 11 majelis dan dipimpin seorang guru jemaat angkatan, St. P. Hutagalung. Setiap beribadah hampir seluruh warga jemaat datang mengikuti kebaktian bersama. Tidak ketinggalan juga para pemuda/pemudi warga gereja yang hampir 100 orang mengikuti kebaktian setiap minggu.
Saat ini parhalado bersama warga jemaat memprakarsai pembangunan (renovasi) gereja dengan membutuhkan biaya 100 juta rupiah. Pencarian dana untuk pembangunan ini dilakukan dengan partisipasi warga jemaat dan sebahagian diharapkan dari sumbangan anak ranto. Demikian disampaikan Ny. Ompusunggu-br Simanungkalit salah satu warga sekaligus sebagai bendahara HKBP Dolok Masihol.
Renovasi gedung gereja ini dilakukan mengingat beberapa dingding dan atap serta lantai gereja yang tidak layak pakai. Di samping itu gedung gereja sudah terlalu kecil untuk menampung para warga yang datang menghadiri kebaktian dan acara-acara lainnya.
Hal itu terlihat ketika kunjungan koor Ama Namatua HKBP Simanungkalit Resort Sipoholon V Distrik II Silindung ke gereja ini pada Minggu, 17 Mei 2009 (Minggu Rogate). Dalam kebaktian ini terlihat sebahagian pemuda harus memakai balkon (bagian atas) ruangan gereja sebagai tempat beribadah. Memang suasana tersebut tidak berpengaruh kepada kehikmadan beribadah. Dalam ibadah minggu punguan koor selalu mengumandangkan puji-pujian, seperti Koor Ina, NHKBP/Remaja, koor Ama dan koor gabungan.
Saat ini HKBP Dolok Masihol merindukan warga jemaatnya menjadi pelayan full timer di HKBP, sehingga parhalado memberikan dorongan kepada Pemuda/pemudi untuk melanjutkan studi ke lembaga pendidikan teologi HKBP. Mudah-mudahan hal ini dapat terwujud ke depan.

Selamat merenovasi gedung gereja HKBP Dolok Masihol, Tuhan memberkati.

Baca Selengkapnya.....

Boa-boa Marujung ngolu

Na di ari Sabtu 16 Mei 2009, nunga jumolo marujung ngolu ni amanta : Gr. SOADUON SAMOSIR. Marujung ngolu di Bekasi jala nunga diboan tu bagas ni natorasna di Bona Pasogit di Jl. Sisingamangaraja Sibrongborong-Taput. Tu udean ari Senin 18 Mei 2009 di Lumban Tongatonga dung jolo acara huria di HKBP Hadomuan Res Banualuhu. Hinabaluhon ni inanta Purnama M. br. Hutagaol. Dakdanak di nasida 2 baoa dohot 1 parompuan. Angka huria nahinobasan nasida: HKBP Tampahan, HKBP Pansurnapitu, HKBP Singkawang, HKBP Bekasi Timur. Tubu di ari 5 September 1960. Manjalo Tohonan Haguruon ari 25 Juni 1989.

Pimpinan HKBP dohot sude parhobas na gok tingki suang songon i nang mahasiswa sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon pasahathon dohot marhobot ni roha.
Sai Tuhanta ma na mangapuli sude keluarga dohot angka huria naung hinobasanna.
Tatangiangkon ma keluarga on asa diapuli Tuhanta

Baca Selengkapnya.....

16 Mei 2009

Media

Meningkatkan mutu SP Immanuel dan Website HKBP

Hadirnya media, baik media cetak mapun media elektronika sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat dan jemaat. HKBP dalam hal ini telah memiliki media resmi berupa majalah (Surat Parsaoran Immanuel) dan Website serta radio Bonafit FM HKBP.
Namun harus diakui, mutu dari kehadiran media HKBP ini perlu ditingkatkan sehingga media ini benar-benar menjadi jembatan untuk mengakomodir berita serta informasi menyangkut pelayanan HKBP.
SP Immanuel misalnya sebagai media yang paling tua di Asia terbit sejak 1 Januari 1890 perlu ditingkatkan untuk memenuhi keinginan para pelanggan (partobo). Misalnya tampilan, isi berita dan penanggulangan keterlambatan kepada para pelanggan. Sebab jika hal ini sudah diperhatikan para pembaca pasti berlomba memiliki majalah yang sudah punya ISBN ini tanpa mempersoalkan harga. Demikian juga website HKBP yang sudah berumur 11 tahun perlu ditingkatkan. Jadi lumrah website HKBP mendapat kritik yang tajam dan sifatnya membangun dari para pengguna. Selain berita untuk meng- up to date berita, pemuatan berita-berita perlu juga diseleksi.
Untuk peningkatan mutu media inilah pada hari Sabtu, 16 Mei 2009 diadakan Rapat/pertemuan yang dipimpin oleh Sekjend HKBP Pdt. Ramlan Hutahaean, MTh. Hadir dalam pertemuan ini pengelola SP Immanuel dan tim website HKBP beserta para dewan redaksi. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Pusat Pearaja Tarutung ini digunakan untuk menerima arahan dari Sekjend HKBP selaku penanggungjawab SP Immanuel dan Website HKBP. Intinya adalah mencari upaya-upaya (solusi) meningkatkan pelayanan media HKBP. Sebelum memutuskan beberapa hal lebih dahulu dilakukan evaluasi berbagai kegagalan yang dihadapi oleh pengasuh dan dewan redaksi. Maka ke depan dewan redaksi dan pengelola media HKBP ini diharapkan mampu meningkatkan mutu tentu dengan kerja dan sungguh-sungguh. Selanjutnya pada rapat ini telah disepakati sebagai penanggungjawab setiap rubrik oleh dewan redaksi. Para dewan redaksi harus benar-benar bekerja untuk menghadirkan berita-berita menarik dan akurat. Selain itu telah direncanakan mengangkat beberapa reporter di setiap distrik sebagai sumber berita. Reporter di distrik akan mengirimkan berita ke dewan redaksi untuk diedit dan disempurnakan sehingga tidak terjadi kesalahan sebelum dipublikasikan. Dalam rapat ini juga dibicarakan pengelolaan keuangan untuk menjamin kelangsungan kedua media ini. Pertemuan sehari ini berjalan dengan baik sebab diawali dan diakhiri dengan kebaktian.
Mudah-mudahan melalui pertemuan ini media HKBP tetap eksis dan semakin bermutu pula.

Baca Selengkapnya.....

Konsultasi

Konsultasi Rencana Pembangunan Rumah Murah

Departemen Diakonia HKBP bekerjasama dengan Lembaga Habitat Humanity dalam merencanakan pembangunan rumah murah. Pembangunan rumah murah ini akan diperuntukkan bagi warga jemaat HKBP yang tidak memiliki rumah (miskin) sebagai tempat tinggal. Untuk merencanakan Pembangunan Rumah Murah (PMR) ini diadakanlah sebuah Konsultasi pada hari Jumat 15 Mei 2009 di Panti Asuhan Elim P. Siantar.

Konsultasi ini dihadiri oleh beberapa Praeses HKBP, utusan Lembaga/Pendidikan HKBP, biro dan pelayan Credit Union Mofidikasi (CUM) Distrik. Acara konsultasi diawali dengan kebaktian pembukaan oleh Pdt. Eden Ramses Siahaan, kepala biro Caritas Emergency HKBP.

Pdt. Nelson Siregar, Kepala Departemen Diakonia dalam acara pembukaan menyebutkan bahwa saat ini mata kita tidak hanya melihat orang miskin saja, tetapi kita harus berbuat sesuatu yang dapat membantu mereka. Sekecil apapun yang diperbuat oleh gereja HKBP kepada orang miskin akan menjadi berkat dalam rangka tahun Diakonia HKBP. Hal inilah yang akan kita rencanakan dengan bekerjasama dengan Lembaga Habitat Humanity. Gunawan Sugiono pemimpin Lembaga ini didampingi mas Tissa, mengatakan bahwa Lembaga Habitat Humanity merupakan lembaga internasional, sebuah organisasi kristen berdiri tahun 1976 di bidang proferti. Lembaga ini telah membangun 2500 unit rumah di dunia. Di Indonesia lembaga ini hadir tahun 1997 dan telah membuka kantor cabang di Medan bulan Januari 2009. Misalnya peristiwa paskah tsunami dan gemba bumi di Aceh, Nias dan Yogyakarta Lembaga ini telah berhasil membangun rumah untuk layak huni bagi korban.

Meenurut Nelson Siregar, hal seperti itulah yang diharapkan bagi jemaat-jemaat HKBP yang akan dilakukan oleh Departemen Diakonia HKBP. Apa yang dibicarakan dalam Konsultasi sehari ini selanjutnya akan dibicarakan dengan kepada Pimpinan HKBP dan selanjutnya akan dibawa ke Sinode untuk disetujui dan disahkan, kita lihat nanti.

Mengakhiri Konsultasi ini Pdt. Nelson Siregar berpesan kepada peserta berjumlah 30 orang ini agar mensosialisakan di tempat pelayanan. Konsultasi berikut akan diadakan tanggal 25 Mei 2009. Konsultasi diakhiri dengan kebaktian penutup dipimpin oleh Pdt. Osten Jhon Matondang Pimpinan PK Hephata. Semua peserta kembali dengan sukacita dan berharap Rencana ini dapat terealisasi untuk mewujudkan kesejahteraan warga jemaat HKBP. Semoga!

Baca Selengkapnya.....

20 April 2009

Launching Tahun Diakonia HKBP 2009

Perayaan Tahun Diakonia HKBP 2009 sukses, dihadiri ribuan warga jemaat

Ribuan warga jemaat HKBP mengikuti perayaan Tahun Diakonia sekaligus perayaan Paskah 2009 yang diselanggarakan di T.D. Pardede Hall Medan Minggu, 19 April 2009. Kehadiran warga jemaat ini telah mewakili jemaat HKBP dari 17 Distrik di pulau Sumatera sehingga perayaan sukses. Sebelum acara puncak (18/4) telah dilakukan Festival Koor yang juga diikuti oleh 17 kontingen dengan lagu wajib Mars Diakonia HKBP. Pada acara perayaan ini hadir Menteri Kehutanan RI M.S. Kaban dan memberikan kata sambutan. Intinya bahwa Pemerintah mengajak warga HKBP untuk bergandengan tangan dan bekerjasama dalam pelestarian lingkungan hidup termasuk penghijauan hutan. Demikian juga sambutan hangat dari Menteri Sosial RI dalam hal ini diwakili oleh Staf Mensos, Drs. Rumondang Siahaan, agar HKBP tetap meningkatkan pelayanan social.

Menurut ketua Panitia, Dr. R.E. Nainggolan, pelaksanaan kegiatan ini adalah dalam rangka mensukseskan Tahun Diakonia HKBP sekaligus menyambut jubileum 150 tahun HKBP pada tahun 2011. Dan tidak kalah pentingnya perayaan akbar ini dilakukan sebagai peringatan 175 usia apostel Batak yakni Dr. I.L. Nommensen. Itu sebabnya Panitia mengundang cucu dan cicit I.L. Nommensen dari Jerman dan bersedia hadir pada acara ini.

Perayaan tahun Diakonia ini dikemas dalam satu ibadah khusus perayaan kebangkitan Tuhan Yesus. Liturgis dilayani oleh Pdt. Ramlan Hutahaean, MTh dan Pdt. Nelson Siregar, STh. Selanjutnya khotbah dilayankan oleh Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu. Dengan mengutip nas dari Kisah Rasul 4:32-35, Ephorus berpesan bahwa orang percaya yang mengasihi Tuhan Yesus harus mewujudnyatakan tanda kasihnya kepada Allah. Gereja yang benar adalah ketika gereja melakukan missi tri tugas panggilan gereja: Koinonia, Marturia dan Diakonia.

Selesai ibadah Perayaan tahun Diakonia warga jemaat menyaksikan kehadiran rombongan Gubernur dari tingkat Propinsi mulai Kapolda, Pangdam, Kajati beserta jajarannya. Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin SE dalam sambutannya mengatakan bahwa tidak ada agama di dunia ini yang mengajarkan supaya saling bermusuhan. Tetapi sebaliknya semua ajaran agama mengajarkan untuk saling mengasihi dan di atas semuanya adalah kasih. Hal itulah yang diajarkan dalam kitab suci masing-masing agama. Jika di antara jemaat ada yang saling bermusuhan, gontok-gontokan tidak ada damai, selalu konflik maka manusia harus mengkaji ulang ajaran agamanya. Sekalipun terdapat kekurangan-kekurangan di antara pemeluk agama yang berbeda bahkan di antara sesama penganut agama, Syamsul Arifin mengutip ajaran Yesus: “Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Tepuk tangan meriah dari seluruh jemaat mengaminkan sambutan ini. Ompui Ephorus HKBP mewakili warga jemaat HKBP dan segenap Panitia ,mengucapkan kehadiran Gubernur Sumatera Utara beserta jajarannya.

Sebelum pengumuman pemenang seluruh hadirin menyaksikan pemberian bingkisan kasih berupa uang tunai sebesar Rp 5 juta kepada panti asuhan dari setiap denominasi gereja juga kepada panti asuhan umat Islam. Pemberian tanda kasih ini diberikan oleh Ompui Ephorus dan Kadep Diakonia didampingi ketua Panitia. Hadirin juga menyaksikan secara langsung penampilan operette Perjalanan I.L. Nommensen di tanah Batak. Operette ini dilakonkan oleh mahasiswa/i Universitas HKBP Nommensen Medan. Demikian juga penampilan Artis Batak seperti Trio R&B, artis ibukota Putri Silitonga serta paduan suara Sola Gratia dan Konsolasio yang menyanyikan lagu puji-pujian sehingga warga benar-benar bersukacita dalam perayaan ini.
Pdt. Arifin P. Baringbing, STh, ketua pelaksana Festival kepada juara I akan diberikan uang pembinaan sebesar Rp 10.000.000,- .

Selamat pencanangan tahun Diakonia!

Baca Selengkapnya.....