Kami menerima tulisan, artikel, laporan kegiatan dan saran-saran untuk dipublikasikan ke blog Pdt. Pahala J. Simanjuntak,MTh dengan mengirim e-mail ke: psh06simanjuntak@yahoo.com .
Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan

19 Juli 2009

Khotbah Minggu

Pengkhotbah 5:9-11

1. Uang bukanlah segalanya, tetapi untuk segalanya perlu uang. Uang dapat membeli kemewahan tetapi bukan untuk kebahagiaan. Uang dapat membeli Ranjang dan spring bath tapi bukan untuk tidur nyeyak, uang dapat membeli obat tapi uang tidak dapat membeli kesehatan. uang dapat membeli buku tapi uang tidak dapat membeli ilmu dan pengetahuan. uang dapat mentraktir pacar, tetapi tidak dapat membeli kelangsungan cinta, uang dapat dibawa ke gereja tetapi tidak dapat mebeli kekhususkan ibadah/kebaktian

2. Pendapat tersebut di atas mengingatkan kita untuk tidak mendewakan uang, tidak menjadikan uang di atas segala-galanya. kalau kita memperhatikan kerhidupan manusia saat ini, banyak cara yang dilakukan oleh sebahagian orang untuk mendfapatrkan uang. Misalnya mencuri, menipu, merampas, membodoh-bodohi orang lain. Tentu msasih banyak contoh-contoh lain. Banyak cara yang dilakukan orang yang menurut dia adalah baik pada hal sudah bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran.

3. Orang kristen harus menolak apa yang disebut dengan teologia sukses (sukses teology), teologia ini mengajarkan bahwa dunia menyediakan segala kenikmatan yang dapat diperoleh manusia. manusia dapat meraih apa saja yang dia butuhkan, tanpa mempertimbangkan apakah itu benar atau tidak, lurus atau bengkok,gelap atau terang, tidak persoalan. yang penting mendapatkan nikmat.

4. Nas khotbah minggu ini mengingatkan kita supaya tidak mendewakan uang. Kita harus kembali kepada firman Allah. Firman Allah mengajarkan kita untuk tidak serakah, rakus, mengambil bagian orang lain. karena dilatarbelakangi oleh kecintaan yang keterlaluan terhadap uang.

5. Dunia saat ini menantang kita untuk meninggalkan cara-cara yang tidak benar. Kebohongan, penipuan dilakukan dengan cara-cara yang menggiurkan. pada hal itu adalah janji-janji palsu. Penipuan-penipuan itu telah kita alami lewat jaringan komunikasi dan media elektronika lainnya. Misalnya: Ketik REG SPASI anda mendapat INOVA...ketik REG Spasi anda dapat Pak Nova...ketik REG SPASI anda mendapatkan si NOVA. jauhilah hal-hal seperti itu. tetapi kembalilah kepada ajaran Alkitab. Firman Tuhan mengajak kita untuk menyakini kebenaran Firman dan janji-Nya> "Ingkon hir hodokmu mangalului sipanganonnmu. Paulus berkata: Siapa yang tidak bekerja janganlah ia makan. Na so ra mangula unang ibana mangan. Dengan tegas Yesus mengajarkan dalam Matiud 6:33: cari dahulku kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkannya kepadamu. Dimana hartamu berada di situ hatimu berada.

6. Pokoknya yakinlah krepada Tuhan, bahwa dia telah berjanji dan berfirman kepada orang percaya untuk berharap kepada-Nya (Mat. 7:7). Ingatlah Pesan Paulus kepada Timotius: " Akar dari segala kejahatan adalah cinta uang- ai nasa urat ni hajahaton do naholongan di hepeng" Oleh sebab itu jangan jadikan dirimu dinilai dan diukur dengan uang, Tetapi biarlah orang mengenal dan menilai dirimu karena melakukan kebaikan untuk memperoileh uang trersebut. Amin. Selamat hari Minggu.

Baca Selengkapnya.....

02 Juni 2009

Pentakosta II

Khotbah Pentakosta II, Senin 1 Juni 2009

Roh Tuhan ada padamu.
(Yohanes 14:16-21)


Selama dua hari berturut-turut kita merayakan hari Pentakosta (Pencurahan Roh Kudus). Tentu banyak makna yang kita peroleh dari perayaan ini. Intinya adalah bahwa Allah mengasihi kita dan Ia mengingat janji setia-Nya.Roh Penolong, Roh Penghibur dan Roh Kebenaran telah diberikan kepada kita. Roh Allah tersebut menjadi jaminan orang-orang percaya sehingga tidak takut dan gentar. Sebagai murid-murid Yesus kita beroleh kemampuan untukcmempedomani, menghayati dan melakukan perintah-perintah Allah. Dengan dorongan kasih setia dari Allah yang telah diberikanNya dalam pengorbanan Tuhan Yesus Kristus kita beroleh pembenaran.

Kesadaran seperti inilah yang perlu dimiliki oleh setiap orang percaya sebagaimana dipesankan Yesus kepada murid-murid-Nya. Untuk melaksanakan perintah itu kita harus didorong oleh kasih yang dari Allah, bukan karena takut akan hukuman, amarah atau kutuk Allah.Tetapi karena kita mengasihi Allah Bapa. Itu sebabnya Yesus berkata: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku (Yoh 14:15)”.

Dalam melaksanakan perintah Allah di dunia ini tentu kita banyak mengalami tantangan dan persoalan yang silih berganti. Baiklah kita menghadapi tantangan tersebut dengan mengandalkan kuat kuasa yang dari Allah yaitu Roh Penolong yang dijanjikan-Nya. Jadi sekali-kali jangan menyerah apalagi menghindar dari persoalan. Sekali lagi hadapilah! Anda pasti menang. Sebab Allah menjanjikan datangnya Roh Kudus. Roh Kuduslah yang menyertai umat-Nya senantiasa kapan dan dimanapun. Roh itu akan membawa orang percaya tetap hidup dalam kebenaran.

Allah melalui Yesus Kristus telah menyelamatkan manusia dari dosa dan beroleh keselamatan. Kini dalam gereja-Nya Ia memerintah untuk memberikan berkat dan pertolongan agar orang percaya memiliki kuasa dari pada-Nya hingga ia datang kelak. Kini orang percaya dengan kuat kuasa Roh Kudus memiliki sukacita yang besar. Mereka akan melakukan perintah-perintah Allah dengan sungguh-sungguh. Kesediaan mereka melakukan perintah Allah ini adalah sebagai buah dari imannya.Sebagai orang yang telah menerima kasih, anugerah dan pertolongan dari Allah Tuhan pasti mendapat pertolongan. Oleh karena itu terimalah Roh Penolong, Roh Penghibur dan Roh kebenaran yang dari Allah sendiri . Amin

Baca Selengkapnya.....

31 Mei 2009

Berbahagialah Orang Yang Dikarunia Roh Kudus

(Kisah Rasul 10:44-48)

Oh, alangkah indahnya dan sukacitanya kalau hidup kita dipenuhi oleh Roh Kudus. Alangkah indahnya sebuah persekutuan yang dipenuhi dengan Roh Kudus. Alangkah bahagianya gereja Tuhan karena di dalamnya Roh Kudus yang bekerja. Allah telah mengaruniakan Roh-Nya yakni Roh Kudus kepada setiap orang percaya. Kehadiran Roh Kudus dimanifestasikan oleh Allah dalam hidup manusia dalam berbagai bentuk. Oleh Roh Kudus, Allah memberikan kesanggupan kepada manusia sehingga mengenal rencana Allah.


Kemampuan yang dimiliki oleh manusia berasal dari Allah saja. Sehingga setiap orang tidak berhak mengatakan dirinya: Saya lebih mampu”. Allah memberikan kuasa dan kekuatan kepada diri setiap orang. Oleh kekuatan Allah, manusia mampu melakukan pekerjaannya. Manusia tidak sanggup melakukan segala sesuatu baik di dalam dirinya maupun di luar dirinya, kecuali karena Roh Allah yang bekerja. Allah juga mengaruniakan Roh-Nya kepada manusia, sehingga memiliki roh hidup. Karunia Roh yang dimiliki setiap orang pasti bermacam-macam.Ada karunia untuk mengajar, karunia untuk melayani, karunia untuk bernubuat serta karunia menyembuhkan.


Yang tidak kalah pentingnya juga adalah bahwa Roh kudus menghasilkan buah di dalam diri manusia. Buah-buah Roh itu antara lain: sukacita, kesabaran, kasih sayang, kerendahan hati.

Tanda-tanda orang yang telah mendapat Roh ialah apabila hati dan pikirannya dikuasai oleh Roh Allah. Mengucapkan kata-kata dengan baik dan benar. Menjauhkan diri dari kebohongan serta melakukan tugasnya dengan baik. Dapat mengontrol/menguasai hati dan pikirannya sehingga tidak dikuasai oleh roh jahat.

Pertemuan Rasul Petrus dengan orang percaya dalam Kisah Rasul 10:44-48 ini menunjukkan dasyatnya kuasa Roh Kudus yang dicurahkan Allah. Kuasa Roh Kudus mengubah suasana tegang menjadi sejuk, mengubah suasana duka menjadi sukacita. Suasana yang dahulu mencekam kini berobah menjadi tenang, nyaman dan sejuk. Tidak dibatasi oleh perbedaan suku, ras, warna kulit dan agama. Saling menerima satu dengan yang lain. Lebih dari itu mereka beroleh hikmat yang luar biasa. Kepelbagaian menjadi kekayaan bukan menjadi pemisah dalam persekutuan.

Rasul Paulus dalam1 Korintus 14:1-2 berkata: ”Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa Roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah, sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia”

Berbahagialah orang yang memperoleh Karunia Roh Kudus. Berbahagialah gereja yang dipenuhi oleh Roh Allah.Sebab dengan demikian orang-orang percaya beroleh kekuatan dan hikmat Allah serta bermacam-macam Karunia.

Peringatan Pentakosta (Pencurahan Roh Kudus) hari ini mengingatkan semua orang Kristen akan kehadiran Roh Allah dalam diri setiap orang bahkan di tengah-tengah dunia. Terimalah Roh Allah dalam dirimu agar engkau berbahagia. Amin.

Baca Selengkapnya.....

28 Mei 2009

Tuhan Mendengar Seruan UmatNya

KHOTBAH MINGGU EXAUDI 24 Mei 2009
TUHAN MENDENGAR SERUAN UMAT-NYA
2 Raja-Raja 20:1-7

Berseru kepada Tuhan adalah salah satu bentuk komunikasi dan kedekatan kita kepada-Nya. Berseru kepada Tuhan merupakan hal penting dalam kehidupan orang percaya untuk keluar dari masalah. Termasuk penyakit yang dia derita. Oleh karena itu berseru kepada Tuhan harus menjadi bahagian dari kehidupan jemaat Tuhan. Setiap orang yang berseru akan mengharapkan bahwa permintaannya akan dikabulkan Tuhan. Keyakinan seperti itulah membuat orang kristen tidak jemu-jemu untuk datang kepada Tuhan. Hizkia dalam renungan ini berseru kepada Tuhan untuk meminta pertolongan Tuhan. Dia berseru untuk kesembuhan penyakit yang diderita. Dia percaya bahwa Tuhan akan mendengarkan permintaanya.

Tuhan memberi kesembuhan kepada Hizkia yang jatuh sakit dan hampir mati. Kita dapat bayangkan bagaimana penderitaan seorang Hizkia dalam nas ini. Dia tidak menyangka akhir dari penyakitnya adalah kematian seperti yang disampaikan nabi Yesaya. Sebab setiap orang berusaha untuk menjauhkan diri dari penyakit. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang ingin dihinggapi penyakit. Akan tetapi selalu berusaha bagaimana hidupnya supaya sehat. Memang kesehatan itu tidak datang begitu saja, tentu harus selalu berusaha menjaga diri melalui penguasaan diri supaya tetap sehat.

Yesaya sebagai wakil Tuhan datang menyampaikan firman Tuhan kepada Hizkia. Menyampaikan kepada keluarganya bahwa akhir dari penyakit itu adalah kematian. Mendengar berita dukacita itu Hizkia terkejut dan takut, namun dia tidak patah semangat. Hizkia menunjukkan keteguhan imannya kepada Tuhan dan dia percaya bahwa Tuhan akan memberikan kesembuhan kepadanya. Keyakinan seperti ini haruslah bertumbuh dalam kehidupan orang kristen. Janganlah kendor iman kita jika menghadapi pergumulan dan tantangan yang amat berat. Baiklah iman kita semakin teguh bahwa Tuhan selalu campur tangan dalam kehidupan kita. Memberikan jalan keluar dalam segala pergumulan/persoalan yang kita hadapi.

Saat ini banyak orang yang menderita berbagai penyakit. Mendengar hal itu kadang seseorang mengalami kecemasan. Apalagi dia membayangkan akhir dari penyakitnya adalah kematian. Muncul pertanyaan dalam hatinya, Tuhan mengapa ini terjadi? Tuhan apa kesalahanku? Sehingga saya harus mengalami penyakit ini. Akibatnya dia selalu menjauhkan diri dari Tuhan.

Allah menyembuhkan Hizkia karena berseru kepada Tuhan dan tidak patah semangat.
Imanya tidak lemah bahkan semakin teguh dan percaya kepada Tuhan. Bukti nyata yang diperbuat Hizkia adalah dia tekun berdoa, dia tabah untuk menghadapi cobaan, dia tidak bingung walaupun pesan yang disampaikan Tuhan melalui Yesaya bahwa dia akan mati. Keyakinan Hizkia kepada Tuhan harus dicontoh dan bertumbuh di dalam hati setiap orang kristen. Berseru kepada Tuhan akan meringankan beban kita. Setiap orang yang menaruh keyakinannya hanya kepada Tuhan pasti mendapat jawaban. Tuhan akan mendengarkannya bahkan mengabulkan apa yang mereka minta (Mat 7:7)

Hizkia mengungkapkan isi hatinya kepada Tuhan dengan mengatakan bahwa dia adalah orang yang taat dan setia kepada Tuhan. Seorang raja yang selalu melakukan apa yang dikehendaki Tuhan. Dia menangis pada waktu dia berdoa menyampaikan isi hatinya kepada Tuhan. Ketulusan hati untuk menyampaikan keluh kesah kita kepada Tuhan dalam doa dapat memberikan jawaban di luar dugaan kita. Tuhan telah mendengar doanya dan berfirman: ”Aku akan menyembuhkan penyakit Hizkia, sebab Aku telah mendengarkan dan melihat air matamu” Tuhan sangat peduli terhadap orang memanggil namaNya dengan setulus hatinya. Tuhan tidak membiarkan hambanya Hizkia selalu dalam kesusahan.Tuhan memperhatikan pergumulan orang-orang yang percaya kepadaNya. Orang kristen tidak perlu kwatir akan hidupnya, karena Tuhan memperhatikan kita. Orang kristen harus semakin tekun dalam doa, karena itulah komunikasi kita kepada Tuhan.

Setiap orang kristen harus percaya akan kemahakuasaan Tuhan yang dapat memberikan permohonannya. Dalam Yesaya 55 : 8 dikatakan : sebab rancanganmu bukanlah rancanganKu dan jalanKu bukanlah jalanmu demikianlah firman Tuhan. Hal itu membuktikan bahwa pikiran Tuhan jauh lebih tinggi dari pikiran manusia. Tidak ada yang kita andalkan. Sebab kita hidup adalah karena kasih karunia Tuhan. Keyakinan seperti ini akan menimbulkan semangat yang baru kepada orang kristen untuk selalu berseru kepada Tuhan dan melakukan kehendak. Tuhan akan selalu peduli kepada orang yang berseru kepadaNya. Minggu EXAUDI berarti berseru kepada Tuhan. Pemazmur berkata : ”Dengarlah Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku ( Maz. 27 : 7) . Amin.

Baca Selengkapnya.....

20 Mei 2009

Ibrani 1:3-8

Khotbah Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus
Kamis, 21 Mei 2009
Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Makna kenaikan Yesus ke sorga
(Ibrani 1:3-8)

Melakukan sebuah pekerjaan dengan serius dan bertanggungjawab itulah yang dikehendaki Tuhan. Sebab pekerjaan yang baik dan sungguh-sunggub itu tidak akan sia-sia dan nilainya sangat tinggi. Allah mengharapkan agar pekerjaan yang diberikan kepada manusia haruslah dilakukan dengan penuh tanggungjawab. Sebaliknya jika manusia tidak melakukan pekerjaanya dengan bertanggungjawab tentu menjadi kerugian bagi dirinya dan hasilnya akan sia-sia. Ingatlah pula bahwa pekerjaan yang kita lakukan bukan hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri tetapi menjadi berkat bagi orang lain. Orang lain akan bersukacita atas pekerjaan yang kita lakukan dengan baik.
Tuhan Yesus dalam melakukan pekerjaan-Nya di dunia ini membawa berkat bagi manusia. Dialah Anak Allah satu-satunya yang bekerja dengan baik kepada dunia ini. Sekalipun dunia menolak-Nya tetapi sejarah membuktikan pekerjaan-Nya di dunia ini sangat berarti. Yesus melakukan semuanya itu karena diri-Nya adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Yesus menjadi perantara bagi Allah sehingga manusia tidak binasa karena dosa dan kejahatan yang diperbuat. Manusia mendapat keselamatan karena Kristus telah mengorbankan diri-Nya di kayu salib untuk menebus manusia. Darahnya menyucikan kita dari noda dosa dan kuasa iblis. Semuanya itu dilakukan Yesus sebagai bukti kasih Allah akan dunia ini. Yesus tidak dapat ditandingi oleh siapapun.Dia lebih dari pada malaikat-malaikat dan lebih tinggi dari seorang nabi. Dialah Yuruselamat kita. Yang melakukan kebenaran dan membenci kejahatan. Dia melakukan tugasnya dengan baik sebagaimana diamanatkan Allah kepada-Nya
Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus hari ini membawa makna yang cukup berarti bagi kita. Pekerjaan yang dilakukan Yesus menjadi teladan bagi orang Kristen. Teladan bagi sekeliling kita. Oleh sebab itu kita patut bertanya seberapa banyakkah orang bersukacita karena pekerjaann yang kita lakukan di dunia ini. Apakah pekerjaan itu membawa berkat kepada orang lain. Atau sebaliknya menjadi malapetaka bagi orang lain? Hati-hatilah.
Kita telah diselamatkan oleh Yesus Kristus dan kita akan mendapat tempat di sorga.
Gereja yang benar adalah gereja yang mau melakukan perkara-perkara yang membuat warganya bersukacita. Sebagaimana yang dilakukan Yesus di dunia ini sebelum dia naik ke sorga. Pekerjaan yang dilakukan oleh gereja seharusnya menjadi cahaya dan wujud gambar Allah. Di sekitar kita masih banyak orang yang menderita, tertindas, terbelenggu, lapar, miskin dan papa. Mereka membutuhkan uluran tangan kita. Apakah yang dapat kita perbuat bagi mereka. Tanda kasih apakah yang dapat kita berikan kepada mereka.
Allah telah mengasihi kita melalui Yesus Kristus. Dia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Sehingga kita tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16).
Ingatlah sekecil apapun yang kita perbuat bagi orang miskin dan papa tersebut tentu akan menjadi berkat bagi mereka. Jangan tutup mata akan keadaan mereka. Jadilah penolong bagi mereka. Jika itu kita lakukan, maka Allah akan berkata kepada kita: “Anak-Ku Engkau, Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini”
Setelah Yesus naik ke sorga, banyak pekerjaan yang masih kita harus kerjakan.. Pekerjaan itu harus kita selesaikan dan kita tindak lanjuti. Sehingga kedatangan-Nya yang kedua kali akan sempurna dan tidak tidak seorangpun yang bercacat. Persiapkanlah hati saudara untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan Yesus kepada kita .
Teladanilah Yesus yang sudah melakukan pekerjaan itu dengan baik. Jadilah cahaya kemuliaan Allah dan perpanjangan tangan Allah untuk semua perkara-perkara kecil maupun besar. Jadikan hidup anda berati di hadapan Tuhan dan di hadapan sesama.

Selamat merayakan hari kenbaikan Yesus. Tuhan memberkati

Baca Selengkapnya.....

22 Februari 2009

Minggu ESTOMIHI

Keputusan mengikut Yesus
Markus 8:31-38

Sebuah kalimat dari sebuah nyanyian: "mengikut Yesus keputusanku ku tak ingkar, ku tak ingkar- I have decided to follow Yesus,I have decided to follow Jesus, I have decide to follow Jesus, No turning bac, no turning back" Kalimat nyanyian ini menggambarkan betapa berharganya mermbuat suatu keputusan untuk mengikut Yesus.

Namun untuk keputusan ini kita mengajukan dua pertanyaan: Kenapa kita mengikut Yesus? Dan Siapakah Yesus itu. Untuk jawaban yang pertama, mengapa kita mengikut Yesus? Mengikut Yesus beroleh sukacita, mengikut Yesus ada ketenangan, mengikut Yesus ada kebahagiaan. Dan untuk pertanyaan kedua Yesus adalah Putra Allah yang Tunggal sebagaimana dikatakan dalam Yoh 3:16.

Kembali soal mengikut Yesus. Mengikut Yesus tidak sama dengan mengikut manusia. Mengikut Yesus tentu mendapat pemenuhan janji-janji yang tepat dan pasti. Sedangkan mengikut manusia mungkin akan mendapat kekecewaan. Oleh sebab itu ikutlah Yesus agar engkau mendapat sukacita.

Hal mengikut Yesus itulah yang ditegaskan Yesus kepada para murid dan kepada orang banyak. Ada tiga syarat utama pengikut Yesus. Pertama: Memikul salib yang diberikan kepada kita. Kedua Menyangkal diri. Ketiga: Melakukan dengan segera.

Oleh sebab itu kalau kita mengatakan diri sebagai pengikut Kristus tentu harus kelihatan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak boleh malu menyaksikan Dia. Kapan dan dimanapun. Berani mengatakan kebenaran. Mengatakan ya kalau ya dan tidak kalau tidak. Mampu bertahan dalam penderitaan dan mencari solusi yang benar. "Win win solusion".
Mimggu Estomihi: Allah gunung batu. Sai Ho ma partanobatoan di ahu. Allah menjadi gunung batu bagi setiap pengikut Kristus untuk beroleh kesukacitaan.

Baca Selengkapnya.....

18 Februari 2009

Dipangido Debata naeng badia ngolum

Dipangido Debata naeng badia ngolum
1 TESALONIK 4:1-12

Ia buku 1 Tesalonika on dibagi do tu lima bindu, jala ganup bindu sai ditaringoti do paboa naeng ro ma Tuhan i. Sian ayat i boi botoonta paboa haroro ni Tuhan i tung mansai tangkas diondolhon di bagasan buku on. Bindu parjolo paingothon asa adong hamubaon ni roha ni halak kristen na di Tessalonik. Bindu paduahon, paingothon nasida, asa ndada holan marhamubaon, alai dohot pararat barita na uli . Bindu patoluhon, manaringoti parmahanion ni si Paulus di angka namarhaporseaon tu Jesus. Bindu paopathon taringot tu panatapan tu jolo i ma partingkian nanaeng ro i. Impolana i ma asa mangolu di bagasan parange hakristenon. Na dua bindu parpudi mangajarhon taringot tu ngolu na sintong. Jala turpukta on i ma manaringoti taringot tu parulaon domu tu panjouon siihuthon Kristus.

Parange, parulaon, ruhutruhur dohot angka rumang ni angka harohaon/ parrohaon sudena i ingkon masirainrainan di bagasan ngolu ni hajolmaon. Boasa porlu i ? Ala saihot do i di ngolu ni angka na porsea. Roha parbagasan i ma na mamereng angka na ummuli, na dumenggan, dohot na sumintong. Songon i ma si Paulus paingothon halak Tesalonik asa mangolu marhite na marparulan songon halak Kristen di bagasan ngolu parsaripeonna. Ala badia do parsaripeon i jala ndang mangihut tu hagiot ni daging na so tumanda Debata. Tatulak do pandapot ni si Demosthenes na mandok songon on: “Kita memelihara para pelacur demi kenikmatan, kita memelihara selir untuk kebutuhan tubuh sehari-hari, kita memelihara isteri untuk mendapatkan anak dan menjadi penjaga rumah kita yang setia”. Saleleng sahalak baoa marmuduhon pardihutana dohot angka ianakkonna, ndang tagamon adong siinsahan di ibana, manang songon dia pe pangalahona di duru ni parsaripeon i. Lapatanna, ndang ruhut na mangotapi hagiothagiot ni sadasada jolma. Horong ni angka baoa dohot angka parompuan ndang marharoroan sian hajolmaon i, ninna Apostel Paulus.

Hamu angka dongan sahuria ni Tuhanta, songon dia do pingkiranta memereng ragam ni angka parsoalan na mambahen menek jala metmet ruhutruhut ni pardonganon ni baoa dohot boru, tarlumobi di angka na umposo. Dipaingot Apostel Paulus do asa manjamothon habadiaon marhite na mambahen denggan parsaoran ni baoa dohot boru, asa sai gabe mardongan haporseaon na tangkas. Di buku Rom 12:2 didok: “alai gabe imbaru ma hamu, dung muba pingkiranmuna, asa tau hamu manimbangi lomo ni roha ni Debata”. Angka halak naung pinaimbaru ni Debata, dijou do ibana sian hagolapon asa mangolu di bagasan hatiuron huhut gabe siboan hatiuron muse di angka na humaliang ibana. Panjouon i tung mansai arga situtu do. Alani unang pinansuasaehon. Didok angka na pistar: “Kesempatan hanya datang satu kali saja”. Alani i ulahon hamu ma na boi ulahononmuna mangoloi panjuon ni Tuhan i laho pasangaphon Debata. Pangalaho na denggan, i ma pangalaho na pasidingkon harohaon na so turut dohot na so gabeak. Pangalaho i, martudutudu tu harohaon, parulan, pambahenan na boi nalnal idaon. Na niigil sian angka na porsea i ma, naeng mangolu di bagasan pangalaho na denggan maradophon dongan dohot di adopan ni Debata. Alani i ingkon pasidingon ni jolma do parange na maralo tu lomo ni roha ni Debata. Ulahon hamu ma na denggan hombar tu lomo ni roha ni Debata. Ai i do sihangoluhonon ni angka na porsea, asa ndang sae holan na mangkatahon alai ingkon dipatuduhon marhite parulan na tangkas. Marhite pangalaho i tarida ma hatiuron sinondangan ni Debata. Nalnal jala marpangkorhon di na humaliang hita, ala rade hita marparulan hombar tu lomo ni roha ni Debata. Halak na tarjou ingkon tangkas do ibana siulahon hata ni Debata, pasidingkon pangalaho na boi mambahen hita tartait tu angka ulaon na hinagigihon ni Debata.

5. Bahan Diskusi.
- Angka dia ma ulaon na boi paholang dirim sian holong ni roha ni Debata?
- Domu tu godang ni VCD porno na adong ni tongatonga ni masyarakat, boha do bahenonmu paholang diri sian i?
- Songon Naposobulung di HKBP, songon dia ma pandapotmu taringot tu pandohan: “gabe imbaru ma hamu dung muba pingkiranmuna”.

Pasiding hamu ma hajahaton
(MARKUS 14:43-53)

Boi do jumpang hita hape angka sisean na so satia tu guruna. Hape ia guruna i sai diajarhon do sian nasa rohana holong, hasatiaon dohot pangajaran na dumenggan tu angka siseanna. Tujuanna asa marparbue pangajarion i di pudian ni ari. Alai adong do sian angka sisean i na laos mangoloi pingkiranna sandiri. Marusaha laho paluahon diri jala mangalo sahat tu na manjehehon guruna i. Hape pangkorhonna ingkon jaloonna dipudian ni ari. Pangalaho sisongon i ma na binahen ni sahalak sisean ni Jesus na margoar Judas Iskariot. Marhite na hohom ibana manjehehon dohot marsangkap na roa laho pasahathon Jesus tu angka Malim, sibotosurat, parise, marhite na manjalo tuhor (imbalan) 30 hupang, jala mangaturhon tanda taringot tu Jesus i. “Ia i na huumma i ma Ibana”.

Ala nunga golap parnidaan ni si Judas Iskariot, jala mansai lomo rohana naeng marnampunahon hepeng na godang, dohot digohi pangantusion paboa Jesus margogo laho paluahon dirina sian sangkap nasida i. Marhite pingkiran i ma barani si Judas laho manjehehon Jesus guruna i. Sangkap ni si Judas Iskariot dijalo angka sintua ni malim di bagasan las ni roha, ala nunga tung mansai leleng disangkapi rohanasida laho manangkup Jesus. Alani i ma mansai hatop nasida mangalehon hepeng tu si Judas, domu tu las ni roha nasida i. Alai sude sangkap na roa na adong di bagasan roha ni si Judas Iskariot nunga diboto Jesus hian. Alai ndang diorai Jesus si Judas laho mangulahon i ala naeng jumpang do hata ni surat i na mandok: “Ingkon pasahatonna do Anak ni jolma tu tangan ni parjahat, laho manalesei utang dosa ni hajolmaon”.

Di tingki laho Jesus tu porlak Getsemane dohot angka siseanna, laos di tingki ima ro si Judas rap dohot torop halak na marpodang jala marlombutlombut laho manangkup Ibana. Pintor diumma si Judus Iskariot ma Jesus, songon tanda tu angka malim, huhut mandok: “Tabe di ho Guru”. Dungi di tangkup angka solidalu i ma Jesus, so mardongan biar dohot lomos ni roha. Alai Jesus ndang mabiar mangadopi na masa i, jala didok ai na dirimpu hamu do Ahu panamun, pola marlombutlombut hamu huhut marpodang laho manangkup Ahu ?. Hape na sai laonna tongtong do Ibana mangajari ganup ari di bagas joro, alai ndang ditangkup nasida Ibana. Hape marhite panjehehonon ni si Judas Iskariot i, lam barani ma nasida manangkup Jesus di bagasan pangaradeon ni diri na tangkas. Mamereng na masai mabiar ma angka sisean i huhut laho be paluahon dirina. Alai hombar tu na tarsurat di Mateus 26: 51-52, sada sian angka dongan ni Jesus mangalaluhon tanganna, disintak ma podangna, ditampulhon ma tu na poso ni sintua ni malim salahak, dipisik ma pinggolna, alai didok Jesus ma tu ibana, pasarung podangmi ! Laos dipasuang Jesus ma pinggol ni na poso nangkin, gebe sumuang songon na sai laon. Di bagasan pangalaho na songon i, ndang tarrimas Jesus nang pe naung dijehehon Ibana. Laos di tingki sisongon i boi do Ibana patuduhon asi ni rohana marhite na mangubati pinggol ni naposo na tinampul nangkin, jala ndang olo Ibana lari manang na lintun, martabuni maradophon na torop i. Satorusna diboan nasida ma Jesus tu jolo ni pamarenta marhite na manuhashon paboa sialo Kaiser Romawi Ibana. Dungi dituhashon ma dohot ragam ni hata tu Ibana; marhara angka situan na torop Ibana asa unang digarar beo tu negara. Sude angka na tinuhashon nasida i, holan pasombu tagas nasida do i. Alai laho pasauthon hata na tarsurat i do sude.

5. Sipahusorhusoron
Sude halak na mangulahon hatigoran ndang mabiar ibana tung manang aha pe na masa. Jala torus do i mangkatahon hasintongan nang pe ingkon mangadopi ancaman, hamaolon, manang hamatean pe. On ma na niulahon ni Jesus saleleng diajarhon Ibana angka hasintongan i tu siseanna dohot tu situan na torop. Marhite i ma di pudian ni ari lam tarida angka parbue ni hasintongan i gabe pola siingoton ni angka na mangkaporsea i Ibana. Alai balik do tu angka parjehe na so mangargahon pangajarion na jinalona, ingkon sipasidingon ibana sian parsaoran siganup ari songon tudos niulahon ni si Judas Iskariot. Ingkon sihasogohonon ibana sahat tu ajal ni ngoluna. Ditangkup nasida Jesus ndada ala ni pangalohoNa na so denggan. Alai naeng rade do Ibana maneahon hosaNa manjalo angka hata natinuhashon ni angka na torop, laho manobus jala paluahon jolma pardosa, alani i sude jolma angka namangihuthon pangajarionNa gabe taruli gogo dohot las ni roha nang pasupasu di ngoluna siganup ari. Ala ni i paloas ma ngolum songon Jesus na rade mangkatindangkon hasintongan jala so mabiar mangadopi ragam ni angka na masa gabe pasupasu ho tu na humaliang.

Hamu angka naposo bulung parhaseang hamu ma tingki haposoonmu tu angka ulaon na denggan. Naeng rade marpanindangion laho pataridahon hasintongan di sandok ngolu di tingki na une nang na so une, gabe goaron ma hamu angka anak ni Debata. Pasiding hamu ma ngolu dohot parange na olo majehehon dongan, alai mangolu ma hamu di ngolu na gok tanggung jawab tu Debata dohot tu dongan jolma di bagasan ulaon dohot ngolu siganup ari.

6. Bahan diskusi.
a. Aha do na mangonjar roha ni jolma umbahen olo manjehehon? Alusi ma jolo dohot denggan!.
b. Laho mangkaholongi dongan ingkon pataridahonon do marhite parulan dohot panghophopon, ndang sae holan na mandok. Dok ma jolo angka dia ma pangalaho sisongon i naung hea diula ho maradophon dongan.
c. Angka dia ma na mangonjar roha ni jolma na boi mangotapi sangkap panjehehonon i ? Patorang ma jolo dohot denggan!. Ayat emas Johanes 13:15 “Ai sitiruon do hubahen tu hamu, asa dibahen hamu songon naung hubahen I tu hamu”.

Baca Selengkapnya.....

08 Februari 2009

JAMITA

Unang hamu manenganengahon na adong di hamu!
Jeremia 9:22-23

Hamu angka dongan na hinaholongan di bagasan goar ni Tuhanta Jesus Kristus, sude do jolma angka na di tano on manghirim/manghalomohon arta, sinamot, pangkat, parhuasoon dohot lan angka na asing. Jala ndang sala i, dilului halak do angka i sude. Ala ringkot do i jala sude jolma manghalomohon tontu dilului do cara boha asa dapotna i. Holan i tutu unang ma nian na so sian dalanna hita mangomo di natahirim.
Lapatanna marhite angka cara-cara natapingkiri hape nunga maralo tu hasintongan ni Debata. Isarani manangko,mamunu, mangarampas,paotootohon halak. Songon istilah naung somal tabege KKN. Alai taeahi ma saluhutna i marhite angka dalan na patut jala na denggan. Dia mai? Belaar keras, bekerja keras, mamangke tingki dohot denggan. Waktu itu adalah berkat. Udut tusi molo dapot ni jolma napinarsintasintanai talpe do jolma i tu ngolu ginjang ni roha, manganggarhon, mangasahon manang manenganengahon i tu halakna asing.
Pangalaho sisongon i do naingkon sipasidingon ni halak Israel songon bangso ni Debata sian parngoluon nasida siganup ari. Boasa? Ala tung manegai doi tu parsaoran dohot jolma nang tu Debata. Ai ndang dihalomohon Debata angka pangalaho sisongon i. Ndang dihalomohon Debata angka jolma na marginjang ni roha.
Jamita sadarion (Jeremia 9:22-23) paingothon bangso i manang huria ni Tuhanta asa unang madabu tu na manenganengahon. Unang ma ditengahon angka na bisuk habisuhonna, unang ma ditengahon na gogo hagogoonna, unang ma ditengahon na mora hamoraoonna. Ninna Tuhan Jahowa tu bangsona i marhite panurirang Jeremia.
Huria ni Tuhanta tapasiding pangalaho sisongon i. Marhite:
1. Mananda asi dohot holong ni Tuhan i di bagasan hasintongan. Molo taparhatopot do silehonlehon ni Debata do i, tung so adong do gunana hita manenganengahon i u manang ise pe taho. Molo adong pe di hita angka na agoari di ginang i, isarani, sinamot, hepeng, jabatan dohot pangkat ala tapahatopot ma i parbue ni asi ni roha ni Debata Jahowa.
2. Mandok maulite tu Debata. Halak na olo mandok mauliate tu Debata dipasiding i do ngolu kesombongan, ginjang ni roha. Manenganengahon na ang di ibana ndang parbue ni na mandok mauliate i tu Debata
3. Mamangke habisuhon, hamoraon dohot hagogoon na sian Debata laho pasangap jala mamuji Debata. Sian Debata do saluhutna i. Ala ni molo sian Debata do i tajalo, tontu ingkon pangkeonta doi laho mamuji huhut pasangaphon Debata. Molo songon i do ndang marisuang silehonlehon ni Tuhan i di hita ganup.
4. Taingot ma hata ni Tuhan Jesus na tarsurat di Mat 6:33:" Sai jumolo ma lului hamu harajaon ni Debata dohot hasintonganna, dungi tambahononna ma angka ondeng di hamu. Tapatudos tu BE No 255: Nang arta na sangap sude hamoraon ndang tau mangalehon di au hasonangan, alai molo dapot na sasada i tongtong las rohangku hinorhon ni i.

Baca Selengkapnya.....

25 Januari 2009

4 Musa 22:21-35

Holan hata sipaboangku tu ho do jadi bahenonmu!

Didok sijolojolo tubu ni halak Batak: "Tinallik bulung sihupi, pinarsaong bulung siala, unang sumolsol di pudi nda sipaingot na soada" Atik pe hata ni si jolojolo tubu angka naung mate i, alai arga do di tingkinta sinuaeng on. Ala adong sipaingot, poda na boi mangalehon angka petunjuk tu ngolu na denggan. Pandohan i naeng paingothon hita asa ganup maniop poda, larangan. Ala sipaingot napinodahon ni namarholong ni roha tu hita tujuanna ima asa unang salah mangalangka hita. Asa unang songon nidok ni umpama natuatua: Aek tumuntun lomona maloha gadugadu. Jadi porlu hamanaton.Kehatihatian. Tingki marsiajar di SD iba diajarhon guru tu hami: Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.Hea do mangaranto sada dolidoli tu Batam, andorang so borhat nunga diorai natorasna,alai sai manggogo do ibana asa borhat. Ujungna borhat ma ibana. Dung dapot 6 bulan mulak ma ibana dibagasan sahit. Unang tatuntun lomonta.


Lomoniroha ni na manghaholongi hita ma

Pangalaho na songon ido na jumpang di si Bileam di turpuk on. Dung dipatunduk bangso israel halak Amori,mangulon ma nasida di Moab andorang sobongot tu tano Kanaan. Ala naung ditaluhon Israel Amori, mabiar si Balas Raja Moab, disuru ma suruanna manjou si Bileam mamurai halak Israel. Ia si Bileam ima sahalak na porsea tu Debata, dipatuduhon ibana do paboa ibana naung porsea tu Debata. Alai disuru ibana Raja Balas mangela bangso Israel tu debata si Leban. Ai Bileam lapatanna Pangela, penggoda. Ise olo mangeleela donganna tu dalan na so denggan, si Bileam ma i.

Songon i do hape ngoluon muramura do hita terpengaruh. Atik pe naung tardok porsea si Bileam alai ndang olo disipaingot ni Debata. Tona ni Debata tu ibana: holan hata sipaboangku tu ho do na jadi bahenonmu. Diboto Debata do roha ni si Bileam ala naung disogok raja Moab do ibana,manjalo sisip, suap.

Alani i tarrimas ma Debata, disuru ma suruanna mangambati ibana, hape ndang diboto ibana na jongjong surusuruan i. Pola sampe marimas ibana tu halodena i (ay 32)
Alai ujungna sadar ma si Bileam na manuntun lomo do hape ibana. Didok ibana ma tu surusuruan i: Nunga mardosa ahu ayt 34. Dungi ro ma hata ni Jahowa marhite surusuruan i: mardalan ma ho udur dohot angka bawai...bertobatlah...

Hamu angka dongan nahinaholongan di bagasan goar ni Tuhan Jesus Kristus, seganai molo jumpang dope pangalaho ni halak Kristen songon pangalaho ni si Bileam on? Segana i parsaoran ditongatonga ni bagas molo jumpang songon pangalaho ni si Bileam on? Alani i tung sipasidingon do pangalaho sisongon i, atehe. Dipangido Debata sian hita, asa

Parjolo: Marroha naiasma hita. Di Mateus 5:8 "Martua ma parroha na ias, ai idaon nasida do Debata. Naeng sintong rohanta be unang margellokgellok. Ai Diboto Debata do sude aha na di rohanta. Unang taloas Debata tarrimas. Unang sanga halode (angka natinompa ni Debata) manghatai tu hita ala ni jogal ni rohanta. Patudos tu BE No 68:3

Paduahon: Unang muramura hita terpengaruh di zaman on: Nuaeng muramura do jolma tarela asa dapotan sian na so dalanna. Porsea tu peramal, datu, Fengsui. Molo tabereng di angka na masa nuaeng, beredar do di HPta marhite sms: ingin dapat jodoh: ketik REG SPASI kirim ke...ingin dapat kerja ketik REG Spasi kirim ke...ingin dapat INOVA ketik REG spasi... dohot angka tawaran-tawaran na asing. Gabe lupa jolma i di kedaulatan ni Debata. Lupa jolma i na marhuaso do Debata patupa halongangan laho patupahon Mujijat. MUJIJAT ITU NYATA. Didok hata ni Tuhanta di Mat 7:7 Pangido hamu ma....

Patoluhon: Patar do saluhut di adopan ni Debata. Unang ma martabuni hita ai diboto Debata do aha na di rohanta, sangkapta dohot pingkiranta. Diboto Debata do maksud jahat ni si Bileam. Dilehon Debata do tu hita nanidokna sunaidesis, kata hati, suara hati, taoloi ma i ai sian Debata do i. Taboto do na tingkos i siulahononhon,na sala i sipasidingon. Unang ma sala mamangke hita di silehonlehon ni Debata asa unang tarrimas Debata. Amen.

Baca Selengkapnya.....

08 Mei 2008

KHOTBAH MINGGU PENTAKOSTA

Pesta Sending Distrik 11 Mei 2008 Nats; Bilangan 11:24-29

Saudara-saudara seiman dalam Yesus Kristus, Tuhan kita!
Setiap orang percaya mengakui bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang rahmani. Memang, sungguh tidak terukur besarnya anugerah dan karunia Tuhan yang DIA limpahkan kepada kita oleh KUASA dan KASIHNYA. Salah satu anugerahNya yang paling besar dan mulia bagi orang percaya adalah Roh Kudus. Dalam Perjanjian Lama, Allah memberi ROHNYA kepada orang-orang yang DIA pilih dan DIA urapi untuk tugas tertentu. Tetapi setelah Tuhan Jesus melakukan PENDAMAIAN Allah dengan manusia, setelah kita dilahirkan kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus, setelah kita diselamatkan dari maut oleh kematianNya, setelah kita diangkat menjadi anakNya, Roh Kudus diberikan bukan hanya kepada orang-orang tertentu, tetapi Roh Kudus dicurahkan kepada setiap orang.percaya, sebagaimana yang terjadi dalam Kis. 2. Allah telah menggenapi apa yang dicita-citakan hambaNya Musa, apa yang telah dinubuatkan Musa: Agar seluruh umat Tuhan menerima Roh Tuhan. Hendaknya semua orang percaya memperoleh pencurahan Roh Kudus. Itulah yang dilakukan Allah melalui karya penyelamatan Tuhan Yesus. Itulah yang menjadi inti sukacita kita; itulah yang kita rayakan dalam Minggu Pentakosta, Minggu pencurahan Roh Kudus. Mengapa?

1.
Oleh Roh Kudus kita percaya kepada Tuhan Yesus. Dalam I Kor. 12:3, Paulus berkata: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengaku Yesus adalah Tuhan selain oleh Roh Kudus". Pikiran atau logika manusia tidak mampu memahami pekerjaan Allah dalam Yesus Kristus. Bagaimana mungkin otak manusia dapat mencerna Allah lahir menjadi manusia. Bagaimana mungkin otak manusia dapat memahami bahwa Yesus Kristus adalah sungguh-sungguh Allah dan manusia dalam waktu yang sama. Bagaimana mungkin otak manusia yang kecil itu memahami pekerjaan Allah yang agung itu, atau memahami diri Allah yang menciptakan dan menguasai semesta alam? Namun semuanya itu adalah KEBENARAN yang dapat dipahami dan diterima HANYA melalui iman yang ditumbuhkan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang bekerja dalam hati, batin, dan pikiran manusia sehingga manusia dapat memahami dan menerima Allah dan pekerjaanNya. Semua yang dilakukan Musa untuk membebaskan umat Tuhan dari Mesir adalah karya yang di luar pikiran manusia. Semua yang dia lakukan memimpin umat Tuhan berjalan melintasi padang gurun, tidak dapat dicerna rasio manusia. Tetapi Musa dapat melakukan itu semua oleh Roh Allah yang bekerja dalam dirinya. Begitu besar kuasa Roh Kudus yang bekerja dalam diri orang percaya dan oleh kuasaNyalah kita mampu memahami karya besar Allah, khususnya yang DIA lakukan dalam Yesus Kristus. Oleh Roh Kudus kita percaya kepada Yesus dan kita menjadi muridNya.

2. Oleh kuasa Roh Kudus orang percaya dimampukan berdoa dan beribadah kepada Tuhan. Roh Allah yang diam dalam diri Musa mengajar dia agar selalu berseru, berdoa kepada Tuhan bila menghadapi kesulitan dalam memimpin bangsa Tuhan. Beribadah kepada Allah, itulah hidup Musa. Kehidupan seperti itulah yang ditumbuhkan Roh Kudus dalam diri setiap orang percaya. Firman Tuhan meminta agar kita berdoa, beribadah dalam Roh dan Kebenaran (Yoh. 4:26). Doa dan ibadah bukan produk pikiran, tetapi buah pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita. Roh Kudus selalu bekerja dalam pikiran yang sadar dan jernih. Roh Kudus tidak pernah membawa manusia kepada ketidaksadaran atau menjadi kesurupan. Rasul Paulus berkata dalam I Kor. 14:15: "Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku". Roh Kudus jugalah yang menguduskan dan menyempurnakan doa kita. Dalam Roma 8:26 dikatakan: "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan".

3. Roh Kudus memampukan kita bersaksi. Setelah Musa memilih 70 orang untuk membantu dia memimpin dan melayani umat Tuhan, Allah mengaruniakan RohNya kepada mereka sehingga mereka bernubuat. Roh Tuhan menjadikan mereka mulut Allah untuk mengucapkan Firman Allah.

Setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, Dia memerintahkan murid-muridNya agar mereka jangan meninggalkan Yerusalem sebelum Roh Kudus datang. Memang sebelum Roh Kudus datang, murid-murid penuh ketakutan. Mulut mereka tidak mampu berkata-kata. Yesus yang bangkit itu telah menampakkan diri kepada sebahagian dari mereka, tetapi mereka belum percaya dan masih takut. Mereka berkumpul dalam rasa takut. Yesus menampakkan diri kepada mereka waktu mereka berkumpul, tetapi mereka tetap ketakutan; mereka tidak punya kekuatan membuka mulut untuk mewartakan Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati. Tetapi, setelah Roh Kudus turun atas mereka, mereka langsung berangkat dengan penuh keberanian memberitakan Yesus yang telah bangkit itu. Dengan kedatangan Roh Kudus, ketakutan hilang laksana tertiup angin. Hati mereka dikuatkan, kaki mereka diteguhkan, mulut mereka terbuka membawa Berita Kesukaan itu. Bahkan tanpa rasa takut mereka berkata: "Kami harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia".

4. Roh Kudus yang mengaruniakan kepada orang percaya: KEKUATAN dan KUASA SORGAWI. Karunia inilah salah satu yang sungguh nyata dalam hidup Musa. Kalau Musa hidup pada masa kini, dia akan disebut orang "sakti mandraguna". Sesungguhnya, Roh Allah-lah yang bekerja dalam dirinya. Semua mujizat yang dia perbuat di Mesir, dan semua karya besar yang dia lakukan, adalah oleh kuasa Roh Kudus. Sebagian dari yang dia miliki, Allah berikan kepada ke-70 orang yang dia pilih, sehingga mereka punya kekuatan dan kuasa melakukan pekerjaaan yang Tuhan embankan kepada mereka. Kekuatan dan kuasa seperti itulah yang dijanjikan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. DIA mengutus Roh Kudus untuk memberi kekuatan (dynamis) dan kuasa (Eksousia) kepada murid-muridNya. Kekuatan dan kuasa seperti itu juga yang akan diberikan Roh Kudus kepada kita, agar kita mampu bersaksi dan mewartakan Injil ke dunia ini. Dia memberi kekuatan yang bekerja dalam diri orang percaya sehingga mampu bekerja, berbicara, berkarya. Dia memberi kepada kita kuasa agar seperti DIA perwartaaan kita, kesaksian kita punya kuasa.

5. Oleh Roh Kudus, Allah memberi kepada kita "Karunia Roh". Karunia roh itu sangat beragam: ada karunia memberi, karunia menyembuhkan, karunia bernubuat, karunia mengajar, karunia bahasa roh; bahkan ada karunia dalam bentuk "tohonan". Kepada ke-70 orang pilihan Musa diberi karunia nubuat. Roh Kudus memberi karunia Roh sesuai dengan kehendakNya (I Kor. 12:11). Dalam gereja-gereja abad pertama, dan pemahaman itu ada hingga sekarang, memahami bila seseorang menerima karunia Roh maka dia akan memiliki tingkat kerohanian yang lebih tinggi dari orang yang tidak menerima. Mereka berpendapat bahwa karunia Roh itu berguna bagi yang menerimanya. Padahal, tujuan karunia Roh bukan seperti itu. Allah memberi karunia Roh agar kita bisa hidup sebagai anggota tubuh Kristus. Melalui karunia Roh, orang percaya dimampukan melayani Allah dan sesama manusia. Agar orang percaya menjadi berguna bagi Allah dan sesamanya.
6.Melalui Roh Kudus, kita orang percaya memperoleh "Buah Roh". Rasul Paulus menyebutdalam Gal. 5:22-23: "Tetapi buah roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri". Semua buah roh itu adalah karunia besar; tetapi KASIH adalah buah roh yang terbesar (I Kor. 13:13). KASIH adalah inti semua Firman Allah (Mat. 22:40). KASIH bukan hanya sifat Allah tetapi Allah sendiri (I Yoh. 4:16). KASIH lebih utama dari semua karunia roh (I Kor. 13:13). Sangat nyata dalam hidup Musa bahwa Roh Allah menumbuhkan dalam dirinya KASIH kepada umat Tuhan. Berulangkali dia membela umat itu terhadap Allah. Sering dia bergumul dalam kesulitan melayani umat itu. Bahkan dia terkadang merasa putus asa. Tetapi kasih yang ditumbuhkan Roh Allah memampukan dia mengasihi umat itu melebihi dirinya sendiri. Dia sudah sempat berujar bahwa dia tidak mampu lagi bertanggungjawab atas umat itu, seorang diri. Allah memerintahkan agar dia memilih 70 orang agar mereka bekerjasama, bahu membahu, dan oleh Roh Allah mereka mampu memangku bangsa itu. KASIH oleh Roh Allah memampukan dia melakukan pekerjaan Tuhan.

Saudara-saudara seiman!
Sungguh indah kehidupan yang penuh Roh Kudus. Dia memampukan kita hidup dalam Yesus Kristus; Dia memampukan kita berpegang teguh dalam iman kepadaNya. Dalam Roh Kudus kita dijadikan hidup dalam doa dan ibadah. Dalam Roh Kudus kita tidak akan berhenti bersaksi tentang Tuhan kita. Berita kesukaan, Injil akan selalu menyala-nyala dalam hati kita sehingga hati kita diteguhkan, kaki kita dikuatkan, dan mulut kita dibukakan untuk memberitakan Injil. Kita tidak akan kekurangan karunia Roh, bahkan karunia Roh akan melimpah-limpah sehingga kita menjadi berguna bagi Allah dan sesama kita. Oleh Roh Kudus, Allah diam dalam diri kita karena tubuh kita telah menjadi BAIT Roh Kudus. Kasih Allah akan menguasai kita. Tahun Marturia akan berjalan dan terlaksana dengan optimal oleh semua anggota jemaat dan "Partohonan". Roh Kudus akan memampukan kita saling memahami sehingga bisa bekerjasama dan sama-sama bekerja. Kalau kita penuh Roh Kudus, kita menjadi layak untuk digunakan Roh itu sesuai dengan kehendak Allah. Dalam Roh Kudus, kita menjadi alat di tangan Tuhan untuk ikut aktif melaksanakan TAHUN MARTURIA.

SELAMAT PENTAKOSTA!
AMIN.
Pearaja Tarutung
Ephorus HKBP
Pdt. Dr. Bonar Napitupulu


Baca Selengkapnya.....