Kami menerima tulisan, artikel, laporan kegiatan dan saran-saran untuk dipublikasikan ke blog Pdt. Pahala J. Simanjuntak,MTh dengan mengirim e-mail ke: psh06simanjuntak@yahoo.com .

03 September 2008

HKBP Lumban Lobu, tingkatkan pelayanan

Oleh : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Jika anda naik mobil dari Porsea menuju Parapat, kira-kira 7 km dari Porsea anda pasti melihat sebuah gereja di atas perbukitan diantarai oleh dua lembah. Gereja tersebut adalah gereja HKBP Lumban Lobu Distrik IV Toba Kab Toba Samosir. Masyarakatnya ramah diikat dengan dalihan na tolu. Selain itu masyarakat di sekitar Lumban Lobu menggunakan gedung geraja ini sebagai sarana persekutuan dengan Tuhan. Warga jemaat HKBP Lumban Lobu yang terdiri dari 350 KK dilayani oleh beberapa Parhalado. Pdt. Ebsan Bex Hutabarat, STh, . Bibelvrouw Ressort, Cabiv Marthalena Sinaga ditambah dengan seorang Diakones br. Situmeang serta beberapa Sintua. Setiap hari Minggu gereja ini dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Dan tidak jarang pula jemaat HKBP yang kebetulan mengadakan perjalanan hari Minggu menyempatkan diri mengikuti kebaktian di gereja ini.
Suara khas Bataknya yang kental memperdengarkan lagu-lagu pujian kepada Tuhan.

Tak heran juga jika gereja ini menjadi tempat perkunjungan mahasiswa Teologi seperti Sekolah Bibelvrouw, SGH dan STT-HKBP, Diakones dan Sekolah Pendeta.

Ketika Mahasiswa Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon berkunjung ke gereja ini, mereka menyaksikan secara langsung warga jemaat mengikuti kebaktian dengan tulus dan ikhlas. Mahasiswa Sekolah Pendeta disambut oleh seluruh jemaat dan parhalado dengan sukacita, apalagi 4 orang dari rombongan ini pernah melayani di gereja ini yakni Gr. Parasian Simamora, Gr. Sathin Hutahaean dan Gr. Lunard Siregar dan Pdt. Pahala J. Simanjuntak. Bagi warga jemaat HKBP Lumban Lobu hari Minggu benar-benar menjadi hari istirahat dari kegiatan rutin dan khusus memuliakan Tuhan. Hal itu terlihat dengan kehadiran setiap jemaat di kebaktian Minggu. Sangat jarang dan tidak mungkin ada jemaat melakukan pekerjaan di hari Minggu, misalnya ke sawah ke ladang dan mencari nafkah.

Bagi Parhalado HKBP Lumbanlobu pelayanan jemaat menjadi nomor satu. Oleh sebab itu Parhalado selalu komit dengan upaya-upaya meningkatkan pelayanan, baik di sektor maupun di setiap kategorial. Memang hal ini telah dimulai sejak dahulu sejak kehadiran Injil di negeri Lumban Lobu tahun 1900-an telah meletakkan dasar yang kjuat bagi pelayanan kerohanian. Bukan itu saja, bahkan pargodungan menjadi tempat pembinaan, partukoan dan pusat pelatihan jemaat.

Saat ini HKBP Lumbanlobu selalu mencari solusi bagaimana warga jemaat tetap mencintai pelayanan di gereja ini, apalagi setelah Lumbanlobu menjadi ibukota kecamatan Bonatua Silunasi pimpinan Rolla br. Silalahi, SPd sekaligus sebagai ketua punguan Ina Pararikamis HKBP Lumbanlobu.

Di HKBP Lumban lobu terdapat kuburan Missionaris Jerman George Jung sebagai bukti dan asset sejarah bagi HKBP. Pelayanan George Jung (Tuan Jung) telah mewarnai pelayanan di Toba Holbung sekitar 1899-1900-an. Di samping itu terdapat Sumur Tua milik Tuan Jung yang dipergunakan warga jemaat untuk mendapatkan air minum. Ceritanya Sumur ini telah berumur ratusan tahun.

Ketika Pesta Jubileum 100 tahun HKBP Lumban Lobu Agustus 2000 yang lalu, Pdt. Dr. J.R. Hutauruk menitipkan kedua bukti sejarah ini kepada HKBP Lumbanlobu untuk dipelihara, termasuk pemugaran Makam Tuan Jung. Kelanjutannya makam George Jung Hini telah dipugar anak ranto dari HKBP Lumban Lobu, Sutan Raja DL. Sitorus dengan biaya puluhan juta.

Kita berharap bukti sejarah ini menjadi kebanggan bagi HKBP Secara umum dan khususnya HKBP Lumbanlobu

Selamat buat HKBP Lumbanlobu

Baca Selengkapnya.....

READY TO ACTION (SIAP BERTINDAK)

Oleh : Ny. Pdt. P.J. Simanjuntak-br. Lumban Gaol

READY TO ACTION (SIAP BERTINDAK):

KONSULTASI NASIONAL GEREJA DAN AIDS

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) pada tahun 2008 ini mengadakan satu agenda penting yakni Konsultasi Nasional (KONAS) gereja dan AIDS. Kegiatan ini berlangsung pada 11-16 Agustus 2008 di Sopo Toba Hotel, Samosir- Sumut. KONAS yang bertemakan Ready to action ini merupakan konsultasi nasional ke-3 yang dilakukan oleh PGI setelah yang pertama di Surabaya tahun 2004. Konsultasi Nasional ini menyerukan agar gereja-gereja mengembangkan pemahaman yang benar tentang permasalahan HIV&AIDS kepada seluruh warga gereja dan mengembangkan pelayanan pendampingan kepada mereka yang hidup dengan HIV dan AIDS. Dua tahun kemudian Konsultasi yang ke-2 dilakukan di Ambarawa Jawa Tengah dengan tema Breaking the silence (memecah kebisuan gereja-gereja dalam penanggulangan HIV dan AIDS), sekaligus merumuskan rencana strategis gereja-gereja di Indonesia dalam rangka menekan laju pertumbuhan HIV dan AIDS dan penularannya, serta memutus mata rantai penyebaran dan penyalahgunaan Napza.

Pelaksanaan KONAS ini merupakan kerjasama antara PGI dengan panitia Lokal gereja HKBP dan Komite AIDS HKBP. Acara diawali dengan ibadah pembukaan dipimpin oleh Pdt. Sunggul Sirait sebagai Liturgis dan Pdt. Debora Sinaga, MTh sebagai Pengkhotbah. Nas khotbah diambil dari Yohanes 6: 27:

"Bekerjalah bukan untuk makanan yang akan dapat binasa melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada kehidupan yang kekal yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu: sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah dengan meteraiNya."

Hadir dalam acara Pembukaan KONAS ini Pdt. Dr. A. A. Yewangoe Ketua Umum PGI, Pdt. Nelson Siregar, STh mewakili pimpinan HKBP, Ober Sagala, wakil Bupati Samosir dan 150 peserta dari berbagai denominasi gereja di seluruh Indonesia, LSM, UKI, dan Lembaga donor. Dalam sambutanya Pdt. Dr. A.A. Yewangoe menyatakan bahwa gereja harus semangat dan komit dalam pemberantasan HIV/AIDS.

Seluruh peserta KONAS mengikuti acara dengan serius sebagai wujud kepedulian terhadap penanggulangan AIDS di tengah-tengah Gereja dan masyarakat.

Baca Selengkapnya.....

Doakan dan sukseskan Sinode Godang HKBP

Oleh : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Pelaksanaan Sinode Godang HKBP tinggal 2 minggu lagi. Sesuai dengan jadwal akan berlangsung 1-7 September 2008 di seminarium Sipoholon. Sejak Panitia diangkat oleh pimpinan HKBP, telah bekerja secara maksimal untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan gereja akbar ini. Saat ini Panitia sedang mengadakan cek and recek tentang persiapan sinode tersebut. Hampir tiap hari mengadakan rapat koordinasi di kantor pusat guna mengantisipasi hal-hal yang mungkin terlupakan. Mulai dari tempat pemondokan, pengaturan meja makan, ruang sidang, termasuk pembenahan kesekretariatan, undangan kepada Penceramah, undangan kepada pemimpin Ibadah/perjamuan Kudus serta pengamanan. Hampir dipastikan bahwa surat credensi dan undangan sudah sampai di seluruh peserta sinode godang. Saat ini di meja Panitia telah terkumpul credensi yang datang dari distrik melalui praeses di distrik masing-masing. Demikian juga dengan bahan-bahan yang diperlukan sudah dikompilasi dan siap untuk dicetak di percetakan HKBP P. Siantar. Ketika petugas percetakan di Siantar dihubungi lewat telepon selular, mereka mengatakan siap mencetak bahan-bahan yang diberikan oleh Panitia dari Kantor Pusat melalui Panitia. Untuk penerbitan bahan-bahan untuk sinode godang ini, mereka telah mempersiapkan peralatan pendukung dalam pembahanan di percetakan milik HKBP ini. Saat ini panitia merampungkan dokumen-dokumen penting yang akan didistribusikan kepada peserta. Diharapkan peserta sinode godang sebanyak 1281 orang yang terdidi dari: pimpinan HKBP, Praeses, anggota MPS, Pendeta Ressort, utusan Ressort, utusan Perempuan, utusan Bibelvrouw, Guru Huria, Diakones, utusan Naposobulung, ketua BPP. Badan Audit, Badan Usaha, ketua STT dan peninjau. Diharapkan peserta sinode godang sudah tiba di seminarium Sipoholon tanggal 1 September 2008 untuk mengadakan registrasi. Kemudian Selasa 2 September 2008 tepat pukul 09.00 wib akan diadakan ibadah pembukaan dan Perjamuan Kudus. Sebanyak 6 paduan suara (koor) yang mendaftar kepada Panitia akan tampil dalam ibadah pembukaan untuk menyanyikan koor puji-pujian, seperti Koor Universitas Darma Agung Medan, Koor Ama HKBP Tebet Jakarta, Koor HKBP Sutoyo-Jakarta, koor HKBP Suprapto Jakarta, Siswa-siswi SMK 2 HKBP dan TK HKBP Pearaja Tarutung. Paduan suara masih diharapkan mengisi acara selama sinode godang pada acara kebaktian pagi dan malam. Kepada pembaca website HKBP ini dimohon dukungan doa untuk memperlancar kegiatan sinode dan kesiapan Panitia memberikan pelayan sebaik-baiknya kepada para peserta. Kepada seluruh peserta agar berangkat dengan sukacita dengan bimbingan Roh Kudus


Baca Selengkapnya.....

Menggalang Persatuan dan Kesatuan Dalam Pelayanan

Oleh : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Perjalanan pelayanan gereja bagi sebagian warga jemaat kadang-kadang monoton tidak ada perubahan, apalagi jika dikatakan peningkatan. Pelayanan hampir menghabiskan waktu di kegiatan-kegiatan rutin. Seperti kebaktian Minggu, kebaktian wijk, Punguan Ina pararikamis, dari bulan ke bulan, tahun ke tahun tetap ada namun perlu dimodifikasi. Warga jemaat dalam setiap kegiatan sangat setuju jika ada kegiatan-kegiatan gerejawi melibatkan mereka. Itu pertanda bagi bentuk kepedulian warga jemaat sebagai bahagian pelayanan di tengah-tengah gereja HKBP.

HKBP Simanungkalit misalnya, melalui seksi parompuan menggelar satu acara yang biasa disebut Pesta Parheheon INA. Kegiatan kali ini diselenggarakan dalam rangka menjalin dan menggalang kesatuan dan persatuan bagi warga jemaat, khususnya kaum parompuan (perempuan). Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini (24-25 Agustus 2008) menunjukkan kreasi dan kebersamaan bernuansa hiburan dan permainan bagi ibu-ibu yang sehari-harinya disibukkan dengan urusan keluarga dan pekerjaan. Lihat saja mereka menunjukkan kemampuannya dalam menjawab beberapa pertanyaan dalam acara CCA (cerdas cermat Alkitab). Bukan itu saja penampilan vocal solo dari setiap sektor membuat suasana semakin kompak dan bersahabat. Lain lagi dengan perlombaan tarik tambang; wah dengan mengeluarkan ekstra-tenaga, masing-masing peserta tarik tambang ini menunjukkan kebolehannya mengalahkan sahabatnya. Kegiatan lagi juga dikemas dalam acara pertandingan berbusana, mandokhon hata (kata sambutan) dan tari jeruk... seru deh....!

simanungkalit.JPG

Tidak ketinggalan ibu-ibu dari seminarium sipoholon, pegawai Sekolah Guru Huria dan Sekolah Pendeta turut berperan dalam kegiatan ini. Selama ini mereka merasa tidak dilibatkan dalam beberapa kegiatan, namun keluarga ,khususnya ibu-ibu berperan serta menjalin persahabatan dengan lingkungan lain, seperti, banjar ginjang, lumban tomuan, pargodungan dan sektor-sektor lain.

P1010041.JPG











Ketika Gr. Harapan Maju Simamora (guru Huria HKBP Simanungkalit-Distrik II Silindung ini) ditanya di sela-sela kegiatan perlombaan persahabatan ini berkomerntar bahwa tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk membuat suasana parhuriaon lebih semangat. Terutama kaum perempuan. Sekalipun panitia membuat hadiah kepada sang juara itu hanya sekedar menghargai partisipasi den keikutsertaan mereka dalam Pesta Parheheon ini.

Acara puncak diadakan lewat satu ibadah Minggu dipimpin oleh Pdt. Adventus Lumban Tobing, STh. (Pendeta Ressort) dilanjutkan dengan acara lelang hiburan dari silua setiap sektor... lumayan....hal itu terjadi karena kebersamaan dan tekad maju untuk menang.

Selamat bagi seksi kaum perempuan HKBP Simanungkalit

Baca Selengkapnya.....

Pesta Pembangunan HKBP Situmeang Hasundutan

Oleh : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Kadangkala kita salah beranggapan bahwa pembangunan sebuah gereja mutlak didanai oleh donateur alias anak rantau (parserahan), seolah-olah warga jemaat setempat tidak mempunyai tanggungjawab dalam pembangunan sebuah gereja di bonapasogit ini. Memang betul dan tidak dapat dipungkiri hampir 80-90% dana pembangunan gereja di bonapasogit dibiayai oleh para anak rantau. Namun jikalau diteliti lebih lanjut lagi, warga jemaat setempatpun kalau diikutkan dalam setiap pembangunan pasti mampu, bisa. Apa alasannya, mana buktinya?

Salah satu contoh adalah HKBP Situmeang Hasundutan Ressort Sipoholon VI, pembangunan gereja mereka sudah dimulai sejak tahun 2005 dan hampir 75% selesai. Namun karena kekurangan dana pembangunan tidak dilanjutkan. Selain menunggu cucuran dana dari anak parserahan warga jemaat setempat berusaha menghimpun dana untuk kelangsungan pembangunan berbiaya 200 juta ini. Pengumpulan dana tersebut dilakukan dalam satu acara Pesta Pembangunan Minggu, 24 Agustus 2008. Ibadah minggu dipimpin oleh Pdt. Welman Tampubolon, STh (Praeses HKBP Distrik II Silindung) dan Liturgi oleh Pdt. Johnson Aritonang, STh. Khotbah disandarkan dari Bilangan 12L1-16 mengajak seluruh orang kristen untuk bersyukur kepada Tuhan. Orang yang tidak bersyukur kepada Tuhan biasanya selalu bersungut-sungut. Sekitar 500 jemaat menghadiri acara kebaktian dan pesta ini berharap pembangunan tersebut cepat selesai.

situmeang.jpg

Bupati Taput, Bapak Torang Lumban Tobing bersama ibu Elli br. Manalu diundang panitia menghadiri acara tersebut. Kehadiran Bupati dan rombongan dari Pemkab Taput disambut baik warga jemaat termasuk Panitia. Dalam bimbingan pengarahannya Bupati mengajak seluruh masyarakat Taput, khususnya jemaat HKBP Situmeang supaya bergandengan tangan untuk melaksanakan setiap pembangunan, di tengah gereja dan di masyarakat. Tanpa kebersamaan rerncana pembanguna akan pupus.

Menurut Pdt. Aritonang, undangan disampaikan kepada anak parserahan leweat surat dan lewat telepon. Mereka merespon dengan positif, dan memberikan dukungan lewat daya dan dana pembangunan. Harapan anak ranto kepada warga jemaat di bona pasogit supaya tetap bersatu dan saling menghormati, jangan ada pertikaian ysng mengarah kepada konflik. Demikian pesan anak ranto yang disampaiklan oleh Pdt. Aritonang dalam kata sambutannya.

P1010047.JPG

Yang luar bisa dalam pelaksanaan pesta kali ini adalah bahwa setiap warga jemaat memberikan partisipasinya secara konkrit untuk pelaksanaan pesta (tenaga, waktu, materi, tumpak). Pesta berbiaya 50 juta ini semua ditanggung lewat partisipasi warga jemaat. Itu berarti bahwa panitia tidak menyediakan dana khusus untuk keperluan pesta. Mulai dari beras, cabe, lauk, teh, peralatan pesta termasuk dekorasi merupakan sumbanganlangsung jemaat lokal. Bagus juga seperti itu yah?

Memang kebersamaan akan mengawali segala usaha dan keberhasilan rencana. Filosofi orang Batak: "Aek godang tu aek laut, dos ni roha do sibahen na saut"

HKBP Situmeang Hasundutan, Yes...

Baca Selengkapnya.....

09 Agustus 2008

Ephorus HKBP ajak seluruh NHKBP memuji Tuhan melalui nyanyian yang benar

Oleh : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh.

Dalam rangka meningkatkan partisipasi kaula muda di HKBP, perlu diadakan berbagai kegiatan rohani dan gerejawi. Hal itu dipandang perlu sebagai upaya menarik simpati NHKBP berkarya, berkoinonia, bermarturia dan berdiakonia. Buktinya, NHKBP Sudirman Medan tengah mengadakan satu rangkaian acara Pesta Parheheon (kebangunan Rohani) dalam bentuk Festival paduan suara Minggu, 27 Juli 2008 dan Vokal solo Rabu, 30 Juli 2008 bertempat di gereja HKBP Jl. Sudirman Medan, yang diikuti 9 kontingen koor dari NHKBP sekitar kota Medan.

Acara yang berlangsung 3 jam ini dihadiri ribuan jemaat dari berbagai ressort di kodya Medan. Panitia mengundang Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu menghadiri acara ini sekaligus memberikan bimbingan dan pengarahan. Dalam bimbingan pengarahannya, Ephorus mengajak seluruh NHKBP agar benar-benar menggunakan karunia bernyanyi itu untuk memuji Tuhan dengan benar. Nyanyian itu bukan hanya enak di dengar tetapi hendaknya keluar dari lubuk hati yang terdalam untuk memuji Tuhan (bersaksi, berkoinonia dan berdiakonia). Sebagai NHKBP, maka naposobulung harus menjadi teladan bagi sesama naposobulung untuk menyanyikan lagu puji-pujian untuk kemuliaan nama Tuhan.

Kehadiran Ompui Ephorus HKBP bersama ompung boru ini disambut baik oleh seluruh Naposobulung beserta warga jemaat yang turut menyaksikan Pesta Parheheon ini. Selesai Festival dewan juri yang terdiri dari Pdt. Ginin Husein (GMI), Teodora Sinaga (Unimed) dan Makarios Karosekali (Konsolasio) mengadakan rapat tertutup untuk menentukan peserta terbaik sesuai dengan penilaian mereka berdasarkan kriteria Panitia Perlombaan. Dengan jantung yang berdetak..detak ... para peserta menunggu kehadiran dewan juri untuk mengumumkan hasil pengumuman. Sebelum dewan juri mengumumkan peserta terbaik terlebih dahulu memberikan pengarahan seputar teknis bernyanyi dengan baik. Akhirnya mereka mengumumkan: Terbaik I : NHKBP Teladan, terbaik II: NHKBP Sei Putih terbaik III NHKBP Padang Bulan. terbaik IV: NHKBP Sudirman, terbaik V: NHKBP Maranatha Helvetia dan terbaik VI : NHKBP Simalingkar.

DSCI0105.JPG

Seusai pengumuman ini seluruh peserta menerima keputusan dewan juri dengan puas tanpa ada komentar dan sakit hati. Itu berarti komitmen NHKBP Sudirman sebagai pelaksana dan tuan rumah Pestival ini benar-benar menjalin persahabatan di antara NHKBP. Demikian diungkapkan Andro Napitupulu salah seorang panitia. Selanjutnya penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada acara puncak Pesta Parhehehon NHKBP Sudirman tanggal 3 Agustus 2008. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pendeta HKBP Ressort Pdt. SMP. Marpaung, STh
Demikian liputan tim website HKBP Pdt. Paahala J. Simanjuntak, MTh dari Medan Sumnatera Utara.

NHKBP bangkitlah....pujilah Tuhan, muliakan nama-Nya

DSCI0097.JPG

Baca Selengkapnya.....

HKBP Bethesda Medan Berikan Pelayanan yang Terbaik kepada Jemaat

Oleh : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Gereja yang beralamat di jl. Sei Asahan No 63, Medan Baru ini adalah HKBP Bethesda, Ressort Medan Sunggal, Distrik X Medan-Aceh. Setiap minggunya, gereja ini ramai dikunjugi setiap warga jemaat untuk mendapatkan pelayanan. Pelayanan kebaktian berjalan dua kali setiap hari minggu. Kebaktian pagi pukul 8.30 dalam Bahasa Indonesia dan kebaktian pukul 10.00 wib dalam bahasa batak.

DSCI0092.JPG

Ditinjau dari letaknya lokasi ini sangat strategis untuk mengikuti kebaktian minggu, sebab jauh dari kebisingan dan keramaian kota. Warga jermaat rata-rata pegawai negeri (PNS), pensiunan dan juga pengusaha. Baik dari kalangan muda dan mahasiswa selalu menyempatkan waktu mengikuti kebaktian di gereja ini. Pada Minggu, 27 Juli 2008 misalnya, gereja ini dipadati oleh pemuda, mahasiswa di sekitar gereja. Bapak-bapak dan ibu ibu dengan sukacita mengikuti ibadah Minggu. Ibadah Minggu dilayani oleh Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh (Direktur Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon). Drs. Piter Sibarani (mantan wakil Gubsu) dan ibu serta dan keluarga misalnya setiap Minggu selalu berkebaktian di gereja ini. Demikian juga dengan para dosen dan guru warga jemaat yang berdomislii di Medan dan di luar Merdan, seperti Dra. Andirani br. Siahaan, dosen di UNITA Tap. Utara, merasa senang mengikuti kebaktian minggu. Ketika ditanya alasannya, mereka menjawab bahwa gereja ini memberikan pelayan yang terbaik bagi warganya. Sebab gereja yang berdekatan dengan kampus USU ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Bagi warga jemaat dan mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan tidak menghalangi mereka untuk mendapatkan pelayanan rohani di gereja ini. Selesai kegiatan Minggu mahasiwa yang ikut dalam anggota koor selalu menyempatkan diri untuk latihan menyanyikan lagu-puji-pujian. Para orangtua menyempatkan diri untuk sharing dengan para jemaat lainnya. Baik orangtua maupun yang muda mendapat pelayanan yang sama dari pelayan gereja. Mereka tidak pernah diabaikan oleh para pelayan (Pendeta).

DSCI0088.JPG

Selain pelayanan pada hari minggu, senin - jumat diadakan pelayanan sektor-sektor (partangiagan wijk). Warga jemaat sangat aktif dalam kebaktian sektor. Acara kebaktian sektor dikemas dalam satu acara berbentuk diskusi (PA), para pengkhotbah mengajak warga jemaat untuk berdiskusi tentang firman Tuhan.

HKBP Ressort Medan Sunggal ini dilayani oleh dua orang Pendeta, yakni Pdt. Sumihar Pasaribu, SMTh (Pdt. Ressort ) dan Pdt. P. Siahaan , STh dengan 46 orang penatua (Sintua). Gereja ini juga sangat cocok dipakai untuk tempat pelaksanaan pesta-pesta adat dan pesta gereja. Gedung serbaguna berukuran 25x40 ini setiap harinya selalu digunakan untuk kegiatan pesta dan acara-acara tertentu.

HKBP Bethesda, teruskan pelayananmu.

Baca Selengkapnya.....

01 Agustus 2008

Pembukaan Konferensi dan Guru-guru HKBP

Oleh : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh.

Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu Kamis, 17 Juli 2008 pkl 19.00 Wib, membuka secara resmi Konferensi dan pertemuan Raya Guru-guru sekolah HKBP. Pembukaan tersebut dirangkai dalam satu ibadah khusus untuk meneguhkan komitmen Guru-guru HKBP untuk meningkatkan pelayanannya di bidang pendidikan. Kebaktian dipimpin oleh Pdt. Thomson Sinaga sebagai Liturgis dan Pdt. Pahala J. Simanjuntak sebagai pengkhotbah. Dengan mengangkat nas dari firman Tuhan yang tertulis dalam dalam Nehemia 9:20: "Engkau memberikan Roh-Mu yang baik untuk mengajar mereka". Acara pembukaan ini dihadiri 300 peserta dan tamu luar negeri. Ibadah pembukaan ini berjalan dengan hikmat, mengu,andangkan lagu puji-pujian bernafaskan pendidikan.

DSCI0076.jpg

Ephorus mengawali kalimat pembukaan konferensi ini mengatakan : " Marilah kita memuji Allah, karena melalui Roh-Nya yang kudus, Dia telah memberikan kuasa pada lulusan sekolah-sekolah yang didirikan oleh gereja, sehingga tersebarlah pemimpin-pemimpin masyarakat, yang bergerak memotivasi masyarakat, memperjuangkan agar Universitas untuk orang Batak segera didirikan serta menuju kepada kemandirian dan semakin sungguh-sungguh dalam usaha memerangi kemiskinan dan kebodohan.

Seusai ibadah pembukaan dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dari Bupati Tapanuli Utara diwakili Asisten III Drs. H. Pasaribu, mewakili BPP HKBP Pdt. Binar Lumban Tobing.

Kemudian dilanjutkan dengan ceramah Tema yang disampaikan oleh Ephorus HKBP. " Spritualitas Pendidikan HKBP. Spritualitas pendidikan HKBP menjadi bagian dari Pengembangan sumber daya manusia. Ephorus mengatakan bahwa pengembangan sumber daya manusia, agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, berarti menguasai IPTEK dan dikuasai oleh Firman Allah. Dengan di kuasai oleh Firman Allah, manusia itu akan memiliki iman yang hidup dan utuh, moral yang tinggi dan dynamis dalam menyongsong masa depan. Kualitas manusia menurut Alkitab adalah "serupa dan segambar dengan Allah (Similitudo Dei dan Imago Dei, Kej 1:26-27). Memang kualitas ini telah rusak dengan jatuhnya manusia ke dalam dosa. Dosa membuat manusia itu jatuh kepada "broken personality" (Personalitas yang remuk, yang pecah dan tidak utuh lagi). Keserupaan dan kesegambaran dengan Allah telah rusak. Namun, Allah Mahapengasih dalam kasih dan kuasaNya menyelamatkan manusia dari dosa dan maut. Kualitas yang semula yang telah rusak akibat dosa, dikembalikan dengan kelahiran kembali oleh kebangkitan Yesus ( 1 Pet 1:3 ); sehingga manusia dimampukan mengenakan manusia baru yang diciptakan sesuai dengan kehendak Allah ( Efs 4:24 ). Manusia itu menjadi "duta besar berkuasa penuh" Allah di dunia ini untuk "menguasai, mengusahakan dan memelihara seluruh ciptaannya". Pendidikan yang mengembangkan SDM seperti itu hanya mungkin oleh Roh Kudus, Firman Allah yang diterima dan dihayati oleh semua elemen lembaga pendidikan itu. Sungguh sangat baik apabila di setiap aras pendidikan HKBP, proses belajar mengajar selalu didahului kebaktian pagi, atau setidaknya doa mengawali kegiatan belajar mengajar tersebut. Seharusnya elemen pendidikan HKBP khususnya para guru dan murid, siswa harus menjadi aktivis di gereja. Di setiap aras pendidikan HKBP harus ada alokasi waktu untuk mendengar/mempelajari Firman Tuhan.Mengembalikan "jati diri" HKBP juga harus tertuang dalam usaha mengembalikan "jati diri" pendidikan HKBP.

Bangkitlah pendidikan HKBP menjadi alat di Tangan Tuhan dan menjadi bagian dari "gereja" mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, bermoral dan beriman

Baca Selengkapnya.....

Guru-Guru HKBP Sepakat Tingkatkan Kwalitas Pendidikan HKBP

Oleh : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh.

Salah satu komitmen bersama dari guru-guru HKBP dalam Konferensi dan pertemuan raya guru-guru HKBP yang berlangsung 17-20 Juli 2008 adalah meningkatkan mutu/kwalitas pendidikan HKBP. Komitmen bersama itu dilaksanakan dengan mewarisi mempedomani nilai-nilai dan filosopi pendidikan HKBP sejak missionaris luar negeri membawa injil ke tanah Batak.

Selain komitmen itu para guru juga mendapat perhatian yang serius dari HKBP sebagai pemilik dan pemangku kepentingan. Memang harus diakui bahwa sepuluh tahun terakhir ini pendidikan HKBP mengalami kemunduran secara drastis. Hal itu terbukti dari 450 sekolah di HKBP tahun 90-an, namun yang bertahan hingga saat ini sebanyak 120 unit sekolah.

Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP) HKBP yang diketuai oleh ibu Dra. Devi Panjaitan telah dibentuk dan dilantik oleh Ephorus HKBP bulan September 2007 akan mengupayakan peningkatan tersebut.

Dalam kesempatan konferensi ini BPP telah memperkenalkan pengurus dan program-program yang akan dilaksanakan oleh BPP HKBP ke depan. Sekalipun masih beberapa bulan pengurus ini dibentuk namun beberapa kegiatan telah dilaksanakan. Misalnya pertemuan kepala-kepala sekolah mulai Taman Kanak-kanak sampai SMK, seminar kepemimpinan dan berbagai kegiatan lainnya. Saat ini telah diadakan pembinaan kepada 40 siswa SMA untuk dipersiapkan mengikuti testing ke perguruan Tinggi Negeri, kursus dan pembinaan ini dilaksanakan di HKBP Sidorame Medan. Bulan oktober 2008 dua orang guru akan diberangkatkan oleh BPP HKBP mengikuti training di Lutheran Churh of Autralia (LCA) selama 10 hari. Mereka adalah Kepala Sekolah SMA HKBP Parapat dan Kepala Sekolah SMA HKBP Sibolga. Kedua orang ini dinyatakan lulus TOEFL setelah mengikuti seleksi di USU Medan. Masih banyak lagi program yang akan dilaksanakan BPP untuk menampung seluruh aspirasi setiap guru di HKBP. Namun semua harapan dan keinginan tersebut perlu kerjasama dan dukungan dari semua pihak yang terlibat dalam pelayanan pendidikan. Demikian disampaikan Dra Devi Panjaitan di depan 600 orang Kepala Sekolah dan guru dalam pertemuan/ibadah raya Guru HKBP yang dilaksanakan di Auditorium Seminarium Sipoholon.

Selama 3 hari para guru-guru telah mendapat pelajaran berharga lewat pembicara yang sengaja diundang Panitia, seperti Pdt. Dr. Jan S. Aritonang, Dr. Bornok Sinaga, Ny. Meg Noack dari LCA. Selain itu juga Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu telah memberikan ceramah mengenai Spritualitas Pendidikan HKBP berdasarkan Nehemia 9:20. Demikian juga Kadep Diakonia Pdt. Nelson F. Siregar menyampaikan makalah mengenai HKBP menyongsong Jubileum 150 tahun HKBP 2011.

konser_1.jpg

Seluruh guru-guru mengucapkan terimakasih kepada BPP HKBP atas pelaksanaan konferensi ini. Mereka berharap bahwa setiap tahunnya akan ada kegiatan yang dilaksanakan kepada sekolah-sekolah HKBP.

Minggu 20 Juli 2008 kegembiraan dan ungkapan komitmen itu dipertegas dalam acara penutupan dan Perjamuan kudus sekaligus mengakhiri dua kegiatan pendidikan akbar ini. Acara kebaktian raya dan perjamuan kudus dipimpin oleh Pdt. Esron M. Tampubolon, MTh, Pdt. Bonar Lumban Tobing, MTh, Pdt. Nelson Siregar dan Pdt. Pahala J. Simanjuntak. Kebaktian berjalan hikmat dari awal hingga akhir.

100_4071.JPG

Guru-guru HKBP Yes, ...Guru-guru HKBP semangat..., guru-guru HKBP tingkatkan mutu sekolah-sekolah HKBP... semoga...semoga...


Baca Selengkapnya.....