Kami menerima tulisan, artikel, laporan kegiatan dan saran-saran untuk dipublikasikan ke blog Pdt. Pahala J. Simanjuntak,MTh dengan mengirim e-mail ke: psh06simanjuntak@yahoo.com .

25 Januari 2009

PINAHAN LOBU

Beternak Babi

Salah satu usaha yang dilakukan orang(kuhusnya Batak) sebagai upaya untuk menambah income keluarga adalah dengan MARPINAHAN LOBU. Demikian istilah yang biasa disebut menujuk sebuah pekerjaan beternak babi. Selama 6-12 bulan seekor babi dipelihara di kandang akan mencapai 100-125 Kg. Caranya gampang, hanya dengan mengumpulkan sisa-sisa makan setiap hari ditambah dengan ubi/gadong manginsir, jagung atau dengan sebutan kosentrat.


Lihat saja sebuah bukti di Seminarium Sipoholon. Seorang keluarga, sebut saja : Bapak Jaultop S (42) berhasil menjual seekor babinya seberat 125 Kg. Ketika ditanya umur babi ini kira-kira 12 bulan. Ketika toke babi datang menawar babi Pak Jaultop ini, langsung direspon. Bayangkan 125 Kg x Rp 14.000,- hitung sendiri.....Pak Jaultop langsung menerima uang kontan....lalu diberikan kepada isterinya disaksikan oleh anak-anaknya dan tetangga dekat.

Kebiasaan memelihara babi ini sejak lama dilakukan oleh penduduk kampung,hanya tidak semua yang berhasil. Sebenarnya Keberhasilan bagi beberapa orang tergantung pada kemauan mereka. Bak kata pepatah: Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Mungkin cara Tuhan menolong umatnya dengan memelihara ternak babi seperti yang dilakukan kawan tadi. Tapi ingat! Tentu seorang peternak babi harus memperhatikan lingkungan sosial bukan>>>? Kebersihan, keindahan, sebab dampak buruk dari beternak babi juga ada....kotorannya jangan sembarangan dibuang. Pokoknya jangan bauhlan...

Selamat bagi pak Jaultop...

Baca Selengkapnya.....

24 Januari 2009

MANGUNGKAP HOMBUNG

MANGUNGKAP HOMBUNG

Demikianlah orang Batak dahulu menamakan sebuah tempat penyimpanan mas, perak, intan, berlian dan harta pusaka lainnya. Hombung sejenis guci yang terbuat dari tanah liat di simpan dalam satu tempat yang tersembunyi di dalam rumah. Orangtua yang sudah lanjut usia ketika dia meninggal dan kemudian dikuburkan, ada sebuah acara yang dilakukan di rumah padamalam harinya.Itulah yang disebut dengan mangungkap Hombung.


Membuka tempat penyimpanan harta benda orangtua yang sudah meninggal tadi. Sejak menurut orang Batak setiap orangtua pasti mememberikan miliki sejumlah harta atas kerja keras dan perjuangan selama hidupnya dan itu akan diberikan kepada keturunannya. Hula-hula dan orang tua serta kerabat dekat akan memulai pembicaraan untuk ungkap hombung ini.


Sayang guci yang diharapkan tidak ada lagi, sebagai gantinya adalah sebuah tas, melambangkan hombung/guci tadi. Maka pihak keluarga (hasuhuton) memberikan uang secara simbolis kepada semua orang yang ikut dalam acara ini. Tradisi seperti ini tetap dipertahankan oleh bangsa Batak yang cinta akan budaya.

Baca Selengkapnya.....

MARBINDA

MARBINDA

Sampai saat ini sebutan MARBINDA sering saya dengar bahkan turut saya ucapkan. Namun etimologi MARBINDA ini belum saya ketahui secara pasti. Mungkin saudara pembaca dapat menolong saya. Marbinda merupakan sebuah tradisi akhir tahun yang dilakukan oleh suku Batak khususnya di Bona Pasogit. Dengan memotong kerbau atau babi untuk dibagikan bersama-sama bagi yang ikut dalam kelompok MARBINDA ini.


Biasanya sejak awal tahun uang Binda sudah dikumpulkan kepada bendahara (penanggungjawab) agar pembayarannya tidak sulit. Tradisi ini sampai saat ini masih dipertahankan dan itulah merupakan salah satu pertanda sukacita mengakhiri tahun lama dan menyambut Tahun Baru. Pelaksanaan binda ini biasanya tanggal 30 atau 31 Desember. Ternyata sukacita Marbinda ini tidak terletak di banyaknya daging yang diperoleh, namun hikmahnya adalah kebersamaan, kekompakan dan satu perasaan di antara orang Batak.

Mungkin anda pernah lihat di warung (lapo) orang Batak terdapat sejumlah nama-nama yang terdaftar dalam anggota Binda ini, ada yang membayar Rp 30.000 perbulan, ada Rp 100.000 tergantung uang yang tersedia untukmembayar tiapbulan hingga pada akhir tahun terkumpul sejumlah uang yang akan dipakai membeli bahan BINDA. Tidak sampai Rp 500.000,- paling Rp 250.000-300.000,- Seruuuu....oh...

Baca Selengkapnya.....

SIJAGARON

Ruang Buadaya Batak: SIJAGARON

SIJAGARON adalah sebuah sebutan dalam tradisi Batak. Sebutan ini diperuntukan bagi seseorang yang meninggal dalam usia yang sudah lanjut serta mempunyai banyak keturunan. Orang Batak bilang "Saur matua" Marpahompu di anak,marpahompu di boru. Adapun isi sijagaron ini adalah adalah: sanggar, eme, hariara, napuran, tolor ni manuk, gambiri dan padi dimasukkan dalam ampang (lihat gambar).


Sambil manghunti Sijagaron ini salah seorang parumaen/pahompu dari yang meninggal tersebut membawa diatas kepala sambil berkeliling diikuti oleh seluruh keturunannya 3 atau 7 kali. Sambil berkeliling menari-nari " manortor" sebuah nyanyian dari BE HKBP " Martua dodohonon na marsaama i, na tong marparrohaon maniopdamei na tong marparohaon maniop dame i" Setelah 3 atau 7 kali mengelilingi mayat tersebut sijagaron dibawa ke dalam rumah sambil mengatakan horas..horas..horas.Kemudian dilanjutkan dengan acara huria.


Manghunti sijagaraon dianggap sebagai bahagian adat budaya Batak yang tidak mengandung "hasipelebeguon" atau okultisme. Hanya bagi sebahagian orang Batak masih menganggap Sijagaraon mengandung okultisme...? Bagaimana komentar anda?

Baca Selengkapnya.....

22 Januari 2009

Tamu kita

Bahagia rasanya kalau kita dikunjungi tamu. Itulah yang kami rasakan penghuni kampus Seminarium Sipoholon atas kedatangan Bapak Baharuddin Rajagukguk dan Bapak Jumongkas Hutagaol. Eh rupanya beliau-beliau ini anggota Caleg dari partai peduli rakyat nasional disingkat dengan PPRN. Mereka masing masing mendapat nomor urut dua di propinsi dan Pusat. Kehadiran tamu kami ini disambut oleh penghuni Seminarium Sipoholon, para mahasiswa sekolah pendeta , Sekolah guru huria beserta dosen, pegawai masing-masing. Juga para guru-guru dari SMK1 dan SMK2 Sipoholon.



Kami berbagi raja dan terlibat dalam aksi tanya jawab setelah beliau-beliau ini menyampaikan keinginannya untuk duduk di DPR Propinsi dan Pusat. Sebelumnya mereka menyampaikan visi dan misi partai peduli rakyat ini. Namanya saja PEDULI...apalagi yang kurang.Yok ikut PPRN yok....

Mudah-mudahan ya....kita juga ikut doain. Acara yang penuh dengan persahabatan ini berlangsung pada hari Kamis 22 Januari 2009 di menza baru huta seminarium. Acara dipandu Pdt. Pahala J. Simanjuntak dan Pdt. MSP Sitorus.

Baca Selengkapnya.....

21 Januari 2009

Syukuran Awal Tahun Huta Seminarium Sipoholon

Untuk pertama kali dalam sejarah sejak berdirinya huta (kampus) Seminarium Teologia HKBP Sipoholon-Tapanuli Utara, baru kali ini pernah mengadakan acara syukuran Awal Tahun Baru. Acara tersebut berlangsung pada Kamis (15/01) bertempat di auditorium huta Seminarium Sipoholon. Acara ini dilaksanakan dalam rangka menyambut sekaligus mensyukuri berkat Tuhan setelah memasuki tahun 2009 ini. Unit-unit pelayanan yang tergabung dalam kampus Seminarium Sipoholon adalah: Lembaga Sekolah Pendeta HKBP, Lembaga SGH, Sekolah Menengah Keguruan (SMK) 1 dan SMK 2 serta Sekolah Menengah Pertama SMP HKBP serta parsahutaon huta Seminarium.

Acara_syukuran_Tahun_Baru.JPG

Pelaksanaan acara syukuran yang pertama ini diakui oleh seluruh undangan, baik dari pihak pengetuai (tokoh adat), masyarakat di sekitar kecamatan Sipoholon. "Sejak berdiri kampus HKBP ini pada tahun 1901 untuk perayaan semacam ini belum pernah dilakukan," demikian dikatakan P. Simanungkalit (80), salah satu dari undangan yang hadir mengikuti acara ini.

Acara syukuran Tahun Baru ini dirangkai dengan satu ibadah bernafaskan puji-pujian syukur kepada Tuhan secara responsorium. Kebaktian dipimpin oleh Pdt. Lucius T.B Pasaribu, STh Pendeta HKBP Ressort Tarutung Kota bersama dengan Diak. Juni Tarigan sebagai Liturgis. Nas renungan dikutip dari Yeremia 29:7a: "Ringkoti hamu huhut hasonangan ni huta habuanganmuna na hubahen i" yang sekaligus menjadi Tema Tahun Diakonia. Pdt. Pasaribu mengajak semua warga huta Seminarium Sipoholon untuk bersama-sama mengusahakan kesejahteraan di Seminarium ini. "Sebab jika huta Seminarium ini sejahtera tentu akan membawa kesejahteraan bagi penghuninya sendiri". Beliau menambahkan bahwa 20 tahun terakhir nama Seminarium Sipoholon masih dikenal orang bahkan warga dan masyarakat berlomba untuk mengunjunginya. Hal itulah yang akan kita kembalikan bersama dengan mengusahakan Seminarium menjadi dicintai orang. Tandas Pdt. MSP Sitorus, MTh Dir SGH sekaligus koordinator pelaksana kegiatan.

Pohon.JPG

Sebelum mengadakan acara kebaktian syukuran ini telah diawali dengan penanaman pohon di kompleks huta seminarium ole, tokoh masyarakat, pemerintah serta siswa/ siswi dan mahasiswa Sekolah Pendeta/SGH beserta pimpinan unit masing-masing di huta Seminarium ini.

Hadir dalam acara syukuran ini seluruh tokoh adat, penatua dari seluruh kecamatan Sipoholon, Parhalado HKBP Simanungkalit bersama dengan punguan koor ama. Demikian juga dari pemerintahan, hampir seluruh kepala desa yang dikoordinir oleh Camat Sipoholon Drs. M. Siregar. Juga seluruh siswa siswi SMP. SMK 1, SMK 2 beseta mahasiswa Sekolah Pendeta dan SGH sekaligus membawakan koor puji-pujian.

Manortor_acara_syukuran1.jpg

Drs. M. Siregar selaku camat di kecamatan Sipoholon menyambut baik pelaksanaan acara ini sekailgus mengharapkan kerjasama yang baik antara penghuni huta Seminarium dengan masyarakat Simanungkalit khususnya dan masyarakat Sipoholon umumnya untuk selalu mendukung segala kegiatan yang tujuannya mengusahakan kesejahteraan masyrakat.

Seusai ibadah dilanjutkan dengan acara kata-kata sambutan, hiburan dengan tortor Batak kemudian dilanjutkan dengan acara makan siang. Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh Direktur Sekolah Pendeta HKBP sebagai penasehat kegiatan ini mengucapkan terimakasih kepada seluruh undangan yang hadir.

Selamat Tahun Baru kami ucapkan kepada seluruh warga yang mencintai Huta Seminarium-Sipoholon.

Penulis : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Baca Selengkapnya.....

15 Januari 2009

Kunjungan ke Singapore

Singapore, Pada 6-7 Januari 2009 yang lalu kami mengunjungi Trinity Theological College Singapore. Kami melihat lembaga teologia ini secara dekat. Dengan bantuan Pdt. Viktor Tinambunan, MTh yang kebetulan studi program Doktor teologia di perguruan ini.


Bapak pendeta ini sangat membantu kami dalam perjalanan mengelilingi pusat kota dan mengunjungi Sentosa. Dimana patung singa menyambut kehadiranm setiap pengunjung ke daerah ini. Pdt. Viktor telah lama saya kenal dan orangnya sangat ramah. Di TTC saya menyaksikan Buku-buku perpustakaan teologi yang tersedia dalam ribuan judul dapat dibaca oleh seluruh mahasiswa.

Kami juga menyempatkan diri untuk mendapatkan informasi studi pasca sarjana, yang tidak begitu mashal jika dibandinghkan dengan lembaga teologia di Asia. Dapat dijangkau oleh kalangan ekonomi paspasan.

Thanks bang Vik. Selamat berjuang

Penulis : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Baca Selengkapnya.....

14 Januari 2009

Bukan kamu yang memilih Aku, Akulah yang memilih kamu supaya pergi menghasilkan Buah

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih engkau supaya engkau pergi dan menghasilkan buah (Yoh 15:16).
(Sebuah refleksi menyambut Tahun Baru 2009)
Oleh: Pdt. Pahala Jannen Simanjuntak, MTh

Selamat Tahun Baru! Selamat Tahun Baru !Selamat Tahun baru!

Kalimat pendek tersebut merupakan sebuah sapaan yang kita ucapkan dan kita terima bila kita telah tiba di Tahun Baru. Ucapan Selamat Tahun Baru (STB) ini masih tetap menyapa kita selama bulan Januari. Sepertinya kurang pas ketika kita bertemu dengan seseorang yang kita kenal kalau tidak mengucapkan selamat tahun baru. Bukan? Sapaan tersebut kita terima lewat layanan pesan singkat atau SMS, telepon genggam atau HP atau juga lewat telepon secara langsung. Bahkan hingga saat ini kita masih mendapat kartu selamat tahun Baru yang mungkin terlambat di kantor pos atau tersimpan di kantor. Hebatnya, perayaan tahun baru 2009 ini dilakukan secara bergantian oleh seluruh pihak. Mulai dari keluarga, kantor, gereja, Wijk, parsahutaon, kumpulan arisan, Lembaga dan instansi swasta dan Pemerintah. Sekalipun dengan istilah yang bermacam-macam, seperti open house, syukuran tahun baru, kebaktian atau partangiangan Bona Taon, intinya adalah menyambut dan merayakan Tahun Baru. Di kota-kota misalnya perayaan tahun baru disebut dengan istilah Tutup Taon (TT) dan Buka Taon (BT) oleh marga-marga dan baru selesai dilaksanakan pertengahan Maret.

Makna Selamat Tahun Baru!
Seandainya kita bertanya, kenapa kita ingin disapa dan menyapa dengan ucapan Selamat Tahun Baru itu? Kalau kita gali secara mendalam sedikitnya ada 3 makna didalam sapaan selamat tahun baru ini:

Pertama: Evaluasi, perenungan kembali.
Sebagaimana falsapah orang Batak berkata: “nilangkahon tu jolo sinarihon tu pudi, bandingkan pula dengan pepatah Inggris “Look before you live”, artinya lihat sebelum engkau tinggalkan. Kedua perkataan ini hendak mengajak kita untuk merenung sejenak, intropeksi diri, evaluasi (rujiruji haporseaon) apa yang kita perbuat dalam tahun 2008 yang sudah kita lalui. Simaklah syair nyanyian BE HKBP No 64:1 “Aut alusanku Debatangku, ra tung maila au disi, marningot salpu ni rohangku ro di sude ulaonki, ai dosa do binaen tangan, gok dosa nang rohangku pe, nang pat nang mata nang pamangan luhut marsala do sude”. Perhatikan pula syair BE No 68:3 “Ra naung tarrimas Debata, marnida pambaenanku, ra naung didok tinaba ma hau on na so dihangku, ndang olo marparbue i, tu aha be hasea i? Renungkanlah!

Kedua: Mensyukuri berkat Tuhan.
Atas perenungan di atas kita patut bersyukur kepada Tuhan dan memuji/memuliakan nama-Nya. Mengucap syukur kepada Tuhan itulah salah satu yang dikehendaki Tuhan. Mengapa kita harus bersyukur? Sebab Tuhan telah menyertai kita di tahun 2008 yang lalu. Tuhan telah menghantar kita memasuki tahun 2009. Dan kita meyakini semua tahun diberikan Tuhan sebagai tahun anugerah. Tidak terjebak dengan perkiraan orang lain, yang menyebut tahun 2009 sebagai tahun kerbau? Tentu di dalam perjalanan kita di sepanjang tahun 2008 yang lalu, banyak hal yang kita alami, rasakan, nikmati, hadapi. Ada kenikmatan, ada sukacita, ada nilai plus. Tetapi sebaliknya ada kegagalan, ada rasa sakit, pahit, kemunduran, dampak krisis ekonomi global dan lain-lain. Tetapi kita dapat melewatinya dengan selamat. Terpujilah nama Tuhan.

Ketiga: Menghidupkan keyakinan, pengharapan dan semangat.
Setelah kita memasuki tahun 2009 tentu di depan kita sudah banyak agenda kerja yang harus kita lakukan. Program kerja mulai dari hal yang kecil hingga program yang besar Segudang program yang akan kita jalankan. Pocket diary kita sudah tersusun jadwal dengan rapi, mulai dari hari, jam, tempat sudah tertera. Agenda pribadi, keluarga, kantor dan pelayanan kita tertulis di papan kerja kita. Secara nasional agenda penting akan kita laksanakan bersama. Pemilihan anggota legislative (DPR/BPD) dan pemilihan Presiden (Pilpres). Kita tidak usah kwatir sebab Tuhan menuntun kita. Mari kita doakan Perang Israel dan Palestina yang terus berkecamuk agar segera berakhir dengan damai. Kita tentu berharap bahwa tahun 2009 akan lebih baik dari tahun 2008. Oleh sebab itu kita harus memiliki keyakinan, pengharapan dan semangat bahwa agenda tersebut dapat kita lakukan jika kita bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Barak Obama presiden terpilih Amerika Serikat sebelum menjadi presiden tetap punya harapan dan keyakinan serta semangat dalam hidupnya. Sejak tahun 1964, Marthin Luther King mencita-citakan agar kulit hitam boleh menjadi presiden di negeri paman Sam ini. Ternyata dreaming Marthin Luther King akhirnya terwujud. Sejarah membuktikan kulit hitam akan memimpin Amerika Serikat 4 tahun ke depan. Sebagai orang Kristen kita harus punya cita-cita, punya pengharapan dan keyakinan kepada Tuhan bahwa tahun 2009 akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Serta punya semangat di dalam menjalankan tugas tersebut. Yakinlah!

Allah memilih kita dan mengutus kita supaya berbuah

Ketiga makna Selamat Tahun Baru di ataslah kita jadikan sebagai titik berpijak menyambut dan memaknai tahun 2009. Dan selanjutnya kita diperhadapkan dengan firman Tuhan dari Yoh 15:16, tentang Panggilan Allah sebagaimana Yesus memanggil para murid-Nya. Selengkapnya ayat ini berbunyi: “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu”

Ada dua kata kunci (key words) dalam ayat ini. Yakni kata memilih (chosen) dan menghasilkan buah (produced fruit) Kata memilih sering dipahami dengan sebuah inisiatif seseorang, tidak ada intervensi pihak lain, tidak ada pengaruh luar, tetapi hak mutlak si pemilih. Pemilihan Allah kepada kita tidak dipengaruhi oleh siapapun. Allah memilih kita tidak ada pertimbangan lain, yang ada hanya pertimbangan kasih. Kemudian Kata menghasilkan buah. Kata buah dianggap sesuatu yang baik, berguna, indah dapat diperjualbelikan, semua orang menghendaki dan selalu positif.

Dipilih untuk berbuah
Dua orang sahabat bertemu dalam suatu pertemuan setelah sekian lama mereka tidak saling bertemu. Katakan saja Alponso dan Alpian. Alponso menanyakan Alpian setelah mengetahui bahwa Alpian adalah seorang yang selalu sakses dalam karir/pekerjaannya. Apa rahasia Anda selalu mendapat pekerjaan dan jabatan yang selalu baik dan “basah”? Tanya Alponso dengan lantang. Lalu Alpian menjawab: “I do my best (saya melakukan yang terbaik). Di setiap tugas, di setiap waktu, aku selalu memberikan yang terbaik dari diriku untuk tugas itu”
Dalam tahun 2009 ini kita tetap dipilih dan ditetapkan Tuhan untuk berbuah, bukankah demikian? Oleh sebab itu, dalam pemilihan dan penetapan tersebut kita tidak boleh lengah, tidak boleh bermalas-malasan, jangan cuek. Tetapi sebaliknya kita harus tanggap dan siap selalu dengan bekerja keras, optimis. Dari hidup kita dibutuhkan sinergitas, kreatifitas, dan kinerja yang baik. Didukung dengan sebuah integritas yang baik. Dengan memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien segala pekerjaan yang diberikan kepada kita akan kita lakukan. Di samping itu tidak kalah pentingnya kita juga harus menjalin kerjasama (tim work) dengan orang lain. Menjalin mitra dengan orang lain serta mau belajar dari orang lain.
Pemilihan itu tidak terbatas kepada satu orang. Akan tetapi pemilihan itu menyeluruh kepada semua orang. Tujuannya supaya kita menghasilkan buah.

Kisah sebuah Pensil
Saya akan akhiri renungan ini dengan mengangkat sebuah kisah yang dituliskan oleh Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing dalam bukunya “Kasih itu gratis”. Menurut Darwin Tobing ide cerita ini dari Ir. Johanes A. Gianto, Stephen Covey Instructur fir Seven Habits
“Konon di sebuah perkampungan tua, seorang pembuat pensil memberikan petuah kepada pensil hasil pekerjaannya yang sudah siap dijual. Sebelum pensil itu dijual dan dipasarkan, tukang pembuat pensil itu memberi pesan kepada pensil.
Ada lima hal yang perlu kau perhatikan dan kau laksanakan agar engkau menjadi alat yang berharga dan berguna dalam kehidupanmu, katanya memulai memberikan petuahnya.
Pertama, engkau harus berada tepat di antara jari-jemari tangan manusia yang memakaimu. Itu pertanda bahwa dialah yang memiliki engkau dan engkau adalah miliknya.
Kedua, engkau harus menuruti gerakan-gerakan yang telah ditentukan pemilkiku, mengikuti arah kemana engkau digoreskan, Turutilah dengan senang hati kemauan pemilikmu. Tidak boleh menolak, apalagi melawannya. Sebab hanya dengan demikian engkau dapat dipergunakan sesuai dengan kehendaknya.
Ketiga, suatu ketika engkau akan tumpul, tidak tajam, sehingga goresanmu di atas kertas tidak jelas dan tidak terbaca. Oleh karena itu, engkau pasti akan diasah, bahkan akan diarit. Badanmu akan dikikis dan diperuncing. Tetapi semua itu terjadi agar goresanmu semakin tajam dan tulisanmu semakin jelas kelihatan.
Keempat, pensil yang sudah pendek adalah pertanda sudah berjasa bagi pemiliknya. Ia telah banyak dipakai untuk menyalurkan ide, pemikiran dan isi hati pemiliknya. Sekalipun suatu ketika nanti engkau terpaksa akan dibuang karena dianggap tidak berguna lagi, tetapi jasamu telah tersimpan di berbagai lembaran kertas dokumen penting. Goresan-goresan yang engkau keluarkan akan selalu dipelihara dengan baik.
Kelima, sepanjang engkau masih dipergunakan, berusahalah meninggalkan goresan dan jejak yang jelas dan yang dapat dibaca orang. Itulah kenangan yang sangat berharga atas dirimu sebagai pensil. Ingat manusia mengenal sebuah perumpamaan: Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama. Lalu kau pensil, bila sudah dan tidak dipakai lagi, harus meninggalkan jejak dan goresan tulisan yang bermakna, yang berguna dan berharga bagi tuannya dan bagi masyarakat banyak.
Kisah sebuah pensil di atas menurut Darwin Tobing adalah gambaran kisah kehidupan manusia yang bermakna dalam kehidupan ini.

Penutup

Saudara-saudara yang dikasihi oleh Kristus, kita telah dianugerahkan Tuhan tahun 2009 ini, ingatlah bahwa kita tetap dipilih oleh Allah untuk tugas dan pelayanan yang lebih berguna lagi. Tentunya untuk menghasilkan buah yang baik dan berguna. Bagi diri sendiri, keluarga, gereja, masyarakat, bangsa dan negara terlebih di hadapan-Nya.
Tuhan memberkati kita semua.
Selamat tahun baru 2009.


Penulis adalah Direktur Sekolah Pendeta HKBP
Seminarium-Sipoholon
psh06simanjuntak@yahoo.com

Baca Selengkapnya.....

10 Januari 2009

Libur Kerja Natal dan Tahun Baru

Setiap tahunnya dalam merayakan Natal dan Tahun Baru para pegawai (pelayan) di kantor pusat HKBP Pearaja Tarutung akan menjalani libur kerja selama beberapa hari. Kesempatan seperti ini akan dipergunakan setiap pegawai untuk bertemu dengan keluarga bagi yang berada di luar Tarutung. Sebahagian pelayan menggunakan libur ini dengan refreshing dan "silaturahmi" Jumat, 19 Desember 2008 di ruang data kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung diawali dengan kebaktian singkat yang dipimpin oleh Pdt. M.S.P. Sitorus, MTh (Dir SGH) diadakan penutupan hari kerja 2008.


Acara ini berlangsung dengan hikmat dan penuh kekeluargaan Hadir dalam penutupan hari kerja dan kebaktian ini seluruh pegawai dan partohonan yang melayani di kantor pusat HKBP serta beberapa pimpinan HKBP. Setelah ibadah selesai Pdt. Donald Sipahutar, STh kepala biro Personalia HKBP mengumumkan bahwa libur Natal dan tahun baru dimulai sejak hari Jumat 19 Desember 2008 hingga tanggal 4 Januari 2009. Pada tanggal 5 Januri 2009 seluruh pegawai kembali masuk kantor dan melakukan gotong royong guna membersihkan kompleks kantor Pusat HKBP sekaligus mempersiapkan acara Open House (syukuran tahun Baru). Open House akan diadakan 9 Januari 2009 di rumah dinas Ephorus HKBP.

Dalam penutupan ini Bapak B. Hutabarat mewakili pegawai mengucapkan terimaksih atas kesempatan libur ini sekaligus memberikan harapan-harapanya di tahun 2009. Harapannya di tahun 2009 bahwa seluruh pegawai di kantor pusat semakin kompak dan serius bekerja. Demikian juga mewakili pegawai partohonan Pdt. Simon Nainggolan, STh (wakil Ka.Biro Adm. Jemaat) turut menyampaikan terimakasih atas kerjasama selama ini di kantor pusat.

Mewakili Pimpinan HKBP, Pdt. Dr. Binsar Nainggolan memberikan harapan-harapan. Beliau berucap, sekalipun masih baru bertugas di kantor pusat sebagai kadep Marturia beliau melihat kinerja pegawai sudah bagus. Kiranya tahun 2009 tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Untuk memberangkatkan para pegawai memasuki libur natal dan tahun baru ini Ompui Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu memberikan bimbingan dan nasehat bagi seluruh pegawai. Di antara pesan Ompui, misalnya agar di tahun depan fungsi kantor pusat tetap berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Fungsi tersebut akan semakin baik jika para pelayan di kantor pusat bekerja bersungguh-sungguh dengan sukacita. Mematuhi peraturan kantor sebagaimana diaturkan dalam aturan kepegawaian HKBP. Bagi yang sering tidak masuk kantor akan mendapat tegoran dan sanksi.

Usai bimbingan dan arahan dari Ompui Ephorus HKBP dilanjutkan dengan acara salam-salaman sambil menyanyikan : TUHAN ALLAH BESERTA ENGKAU SAMPAI BERTEMU KEMBALI. Kemudian seluruh pegawai kembali ke rumah dengan sukacita.

Penulis : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Baca Selengkapnya.....