Kami menerima tulisan, artikel, laporan kegiatan dan saran-saran untuk dipublikasikan ke blog Pdt. Pahala J. Simanjuntak,MTh dengan mengirim e-mail ke: psh06simanjuntak@yahoo.com .

12 November 2010

HIV/AIDS

KONSULTASI NASIONAL GEREJA DAN HIV/AIDS

Liputan dr. Badaria M. Lumban Gaol, M.Kes
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengadakan Konsultasi Nasional (KONAS) Gereja dan HIV/AIDS. Bertempat di Hotel Sutan Raja, Manado Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 21-26 September 2010. Tema: Tuhan itu Baik Kepada Semua orang. Sub Tema: Bersama bergandengan tangan, Kita tingkatkan kualitas pelayanan Pencegahan dan penanggulangan HIV&AIDS di Indonesia. Konsultasi Nasional ini dihadiri oleh Menko Kesra RI Agung Laksono selaku Ketua KPA Nasional. Gubernur Sulawesi Utara Drs. Sinyo H. Sarundajang, Ketua PGI Pdt. Dr. Andreas Yewangoe dan Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, MTh bebarapa penceramah dan undangan dari gereja-gereja di Sulawesi Utara dan Pemerintah Propinsi serta anggota PGI sendiri. HKBP mengutus Komite HIV/AIDS HKBP mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari dr. Basaria M. Lumban Gaol, M.Kes, Diak. Nurhayati Silalahi, Edwin Tamba Hutagaol dan Tio Pardede.
PGI melihat lebih dari 40 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV dan AIDS. Di Asia, penyebaran HIV tertinggi di kalangan anak muda, pekeja seks dan pengguna narkoba dengan jarum suntik. Beberapa faktor penyebabnya antara lain karena berganti-ganti pasangan seksual terutama di kalangana anak muda, mobilitas penduduk yang tinggi dari desa ke kota, buruh migrant, kemiskinan, pendidikan rendah dan ketidakpedulian. Dukungan secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan mereka dari sumber-sumber daya dan dana serta SDM yang terbatas merupakan masalah lain yang sulit dihindari. Tugas tersulit adalah menjangkau kelompok berperilaku beresiko tinggi dan tantangan terbesarnya adalah mencari cara untuk mengurangi infeksi baru, menyediakan layanan, konseling, perawatan dan pengobatan untuk orang yang hidup dengan HIV dan AIDS. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya jumlah anak-anak yang hidup dengan HIV terkait dengan penularan HIV dari suami ke isteri, dan peningkatan kasus dari waktu ke waktu terutama pada kaum miskin di tahun-tahun yang akan datang.
Sudah waktunya bagi gereja memperlengkapi diri dan meningkatkan kualitas ketrampilan untuk menjangkau kaum muda dan anggota gereja lainnya dengan menggunakan media dan sarana pembelajaran yang dimiliki gereja. Intinya adalah bagaimana mengarusutamakan topik/issue HIV dan AIDS. Kesehatan Reproduksi dan Narkoba serta aspek terkait dengannya kedalam program-program gereja, mulai dari Tingkat Sinodal sampai pada kegiatan di kelompok kategorial jemaat. Itulah sebabnya dalam sepuluh tahun terakhir ini PGI telah melaksanakan 4 kali Konsultasi Nasional Gereja dan AIDS (Surabaya 2004, Ambarawa 2006, Samosir 2008, Manado 2010). Pada Konsultasi Nasional gereja dan AIDS tahun 2008 di Samosir, Sumatera Utara telah membahas tema “Siap untuk bertindak”, yang merupakan pernyataan kesiapan Gereja-gereja Anggota PGI untuk berbuat sesuatu. Pertanyaannya adalah, sudahkan peserta yang merupakan representative gereja telah mulai melaksanakan komitmen Samosir sekecil dan sebesra kemampuan masing-masing. Oleh sebab itu kebijakan Nasional Penanggulangan AIDS di Indonesia yang dirumuskan dan dijalankan KPA menekankan pada penjangkauan kelompok populasi kunci agar upaya pemutusan mata rantai penularan cepat diatasi. Pada sisi lain, gereja sebagai civil society harus mengambil peran dalam upaya pencegahan dengan mengarahkan jangkauan intervensinya kepada kelompok masyarakat umum terutama kaum muda, tanpa mengabaikan upaya penanggulangan HIV&AIDS, melakukan kegiatan dukungan, perawatan dan pengobatan bagi ODHA dan OHIDHA. Pembahasan tentang tanggungjawab gereja, masalah HAM, issue gender, draft rumusan kebijakan PGI tentang HIV dan AIDS telah dihasilkan, termasuk pokok-pokok belajar telah digelar untuk memperkaya gereja dengan wawasan yang lebih kemprehensip
Melalui Konsultasi ini gereja diharapkan dapat memperdalam pemahaman teologis dan spiritualitas tentang HIV dan AIDS, serta refleksinya dalam pelayanan Pastoral Gereja serta forum/media pendidikan yang dimiliki gereja saat ini. Selanjutnya sangat dibutuhkan dari gereja untuk memahami lebih jauh tantangan epidemi dan informasi terkini tentang HIV/AID dalam konteks Indonesia dan global sehingga Gereja dapat mengambil peran lebih strategis dalam pencegahan dan penanggulangannya. Demikian diungkapkan Dr. Alphinus Kamboji berpesan kepada peserta dalam acara penutupan semiloka ini.

Baca Selengkapnya.....

Mahasiswa Sekolah Pendeta HKBP hadiri Jubileum 100 tahun dan Mangompoi HKBP Sirisirisi

Pada hari Minggu 10 Oktober 2010 rombongan mahasiswa sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon berkenan hadir pada acara Pesta Jubileum 100 tahun dan peresmian gereja (Mangompoi) HKBP Sirisirisi Distrik III Humbang. Kehadiran rombongan Sekolah Pendeta di acara bersejarah ini sesuai dengan undangan resmi yang disampaikan panitia melalui Pdt. Haposan Sianturi, Pendeta HKBP Ressort Sirisirisi. Sekaligus mengingat salah seorang dari mahasiswa Sekolah Pendeta pernah melayani di HKBP Sirisirisi yakni Gr. Wandi T.M. Purba. Setibanya undangan ini ditangan mahasiswa, Ketua Senat yakni Gr. Onna J. Silaban mengkordinasikan kepada seluruh mahasiswa untuk berangkat mengikuti acara ini. Turut mendampingi rombongan mahasiswa Direktur dan bapak/ibu dosen. Pada acara kebaktian mahasiswa mengumandangkan koor puji-pujian sebagai ungkapan syukur dan terimakasih atas pelaksanaan Pesta Jubileum 100 tahun dan mangompoi gereja ini.
Ibadah Minggu yang dipimpin oleh ompui Ephorus HKBP dan Liturgis oleh Pdt. B. Nababan, DPS Praeses HKBP Distrik III Humbang berjalan dengan baik dan penuh hikmat. Khotbah yang disampaikan Ompui Ephorus dari Kejadian 30:31-43 sangat mengena bagi warga jemaat terutama bagi mahasiswa sekolah Pendeta.
Kehadiran mahasiswa Sekolah Pendeta HKBP di acara ini membawa kesan dan pelajaran berharga untuk dapat diterapkan nantinya setelah tamat dari Sekolah Pendeta. Mereka menilai pelaksanaan pesta ini cukup baik dan sukses. Mulai dari acara kebaktian, kata-kata sambutan, acara makan dan acara manortor. “Acaranya cukup bagus”, demikian disampaikan Gr. Amir Siregar setelah acara kebaktian selesai. Baik panitia, Parhalado dan seluruh warga jemaat ikut ambil bagian secara bersama-sama dalam setiap kegiatan. Keterlibatan remaja dan NHKBP misalnya terlihat ketika melayani para tamu yang datang serta menunjukkan tempat duduk yang disediakan Panitia. Hal lain misalnya ikut membantu Panitia dalam menawarkan lelang kepada undangan. Demikian juga anak-anak sekolah Minggu tidak ketinggalan mempersembahkan tortor dan tari-tarian ketika menyambut rombongan Ephorus HKBP pada acara prosesi memasuki gedung gereja. Semuanya itu bisa terjadi karena adanya kerjasama Panitia dan Parhalado yang dikoordinir oleh Pendeta yang bertugas di tempat ini.
Yang tidak kalah pentingnya bagi mahasiswa adalah mempelajari sejarah kehadiran injil dan perkembangan kekristenan di Sirisirisi seratus tahun yang lalu. Kehadiran injil di daerah ini dihitung sejak 2 Oktober 1990. Pada saat itulah pertama sekali diadakan pembaptisan bagi jemaat HKBP Sirisirisi. Beberapa orang batak ketika itu yang masuk menjadi Kristen antara lain: Raja Abraham Purba, Raja Usia Simamora dan Raja Manase Purba. Dan Sintua yang pertama melayani di gereja sejak berdirinya HKBP Sirisirisi adalah Gr. Martin Sitompul dan dibantu oleh Guru Hermanus debataraja, St. Jakob Hasiubuan dan Raja Benjamin Debataraja. Kemudian di tahun 1911 jumlah jemaat yang dibaptis bertambah menjadi 47 orang. Pdt. Tuan Stingel dikenal sebagai pendeta yang melayani di jemaat ini. Kemudian digantikan dengan Pdt. W. Muller. Sedangkan Pendeta pertama dari kalangan Batak ialah Pdt. Wilhem Sitompul. Bersama dengan Guru Japet Simorangkir, Pdt. Wilhem Sitompul memulai berbagai pelayanan di bidang kerohanian dan pertanian. Sejarah dan perkembangan kekristenan ini dituliskan dalam sebuah buku 100 Tahun HKBP Sirisirisi yang disusun oleh Panitia.
Usai makan bersama dengan para undangan dan tamu, rombongan sekolah Pendeta pamit dari Panitia untuk meninggalkan HKBP Sirisirisi dan kembali ke Seminarium Sipoholon. Seluruh mahasiswa yang ikut dalam acara ini memberi evaluasi sekitar pelaksanaan pesta yang berlangsung selama dua hari itu. Selanjutnya hasil pengamatan mereka akan dituliskan menjadi bahan diskusi di ruang kuliah. Demikianlah yang dilakukan mahasiswa sekolah Pendeta ketika mengadakan kunjungan dan penjemaatan ke sebuah gereja yang diadakan sekali dalam sebulan. Semuanya itu akan bermanfaat dalam pembekalan yang mereka terima selama pendidikan.

Baca Selengkapnya.....

26 Oktober 2010

Syukuran

Syukuran Sibagot ni Pohan atas terpilihnya Kasmin Pandapotan Simanjuntak-Liberty Pasaribu menjadi Bupati Tobasa Samosir

Sabtu 23 Oktober sekitar 700-an masyarakat yang tergabung dalam pomparan Raja Sibagot ni Pohan berkumpul di depan rumah Op. Taronggal br. Sihombing mengadakan acara syukuran. Acara syukuran ini lebih lazim dikenal "mangharoani" atas terpilihnya Kasmin Pandapotan Simanjuntak menjadi Bupati dengan Liberty Pasaribu menjadi wakil Bupati Toba Samosir periode 2010-2015. Diawali dengan kebaktian singkat yang dipimpin oleh dua orang Pendeta yakni Pahala Simanjuntak (Pendeta HKBP Ressort Balige) dan Pahala Jannen Simanjuntak, MTh (Direktur Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon). Tokoh adat, pengetuai dan tokoh masyarakat yang mewakili seluruh marga dengan sukacita mengikuti acara dari awal hingga akhir. Adapun marga yang termasuk ke dalam Raja Sibagot ni pohan ialah: Raja Tuan Sihubil: Tampubolon, Silaen, Baringbing, Tuan Dibangarna: Panjaitan Silitonga, Siagian dan Sianipar. Tuan Somanimbil: Siahaan, Simanjuntak dan Hutagaol dan Tuan Raja Sonakmalela: Simangunsong, Marpaung, Napitupulu dan Pardede. Usai kebaktian dilanjutkan dengan makan siang setelah menerima boras sipir ni tondi dan pasahathon dengke.
P. Simangunsong sebagai ketua syukuran ini dalam acara sambutannya mengaakan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari acara yang pernah dilaksanakan yakni 22 Januari 2010. Ketika itu Raja Sibagot ni Pohan berkumpul untuk membulatkan tekad memberangkatkan Kasmin Simanjuntak dan Liberty Pasaribu menjadi Calon Bupati dan calon wakil Bupati Toba Samosir periode 2010-2015. Ternyata doa dan permohonan itu dijawab oleh Tuhan melalui PILKADA yang berlangsung dengan aman dan tentram. Oleh karena itulah atas permintaan dari para orangtua, tokoh masyarakat dan tokoh adat dari Raja Sibagot ni Pohan membuat acara syukuran ini. Demikian dikatakan P. Simangunsong menngakhiri sambutannya. Setelah makan siang dilanjutkan dengan acara manortor yang diatur tersendiri seseuai dengan urtutan marga-marga Sibagot ni Pohan.
Dalam kata mangampu Kasmin Simanjuntak mengajak warga sibagot ni Pohan untuk tetap bersatu serta memberi dukungan kepada Pemerintah di Toba Samosir ini. Sebagai Bupati saya akan melayani masyarakat Toba Samosir yang telah mempercayakan tugas mulia ini kepada kami.

Baca Selengkapnya.....

18 Oktober 2010

Mid Semester

Ujian Mid Semester Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon

Tanggal 11-15 Oktober 2010 sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon tengah mengadakan Ujian Tengah Semester dan mahasiswa mengikuti dengan baik. Hanya satu orang tidak dapat mengikuti ujian ini yakni Sariaman Nainggolan karena orangtuanya meninggal dunia pada hari Minggu 10 Oktober 2010 di Silamosik Porsea. Seluruh dosen memberikan ujian kepada mahasiswa melalui ujian di ruang kuliah dan juga melalui ujian di luar ruangan (take home. Usai ujian ini mahasiswa merasakan kelegaan sebab bagi mereka persiapan mereka selama ini tidak sia-sia. Sekalipun mereka masih menunggu hasil ujian tersebut. Namun mereka berharap ujian ini membawa sukacita bagi mereka.

Baca Selengkapnya.....

Selamat Bahagia


PEMBERKATAN PERNIKAHAN

Senin, 18 Oktober 2010 di gereja HKBP Blok III Perumnas Mandala Distrik X Medan Aceh, Gr Jonni Panjaitan dan Desrita br. Samosir menerima pemberkatan Pernikahan. Gr. Joni Panjaitan adalah mahasiswa Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon. Seluruh mahasiswa hadir dalam acara ini sambil mengumandangkan koor puji-pujian. Pemberkatan Pernikahan dilayani oleh Pdt. Pahala J. Simanjungak, MTh Direktur Sekolah Pendeta. Nas firman Tuhan diambil dari Matius 5:9 "Berbahjagialah orang yang membawa damai sebab mereka kan disebut anak-anak Allah". Kepada kedua mempelai seluruh hadirin dan undangan mengharapkan damai sejahtera di tengah-tengah keluarga baru ini.

Baca Selengkapnya.....

Selamat ulang tahun

Ulang tahun pernikahan


Minggu, 17 Oktober 2010, genap usia pernikahan kami 13 tahun. Bertempat di gereja HKBP Semarang, JUmat 17 Oktober 1997. Kami mensyukuri berkat Tuhan atas peringatan 13 tahun pernikahan ini. Banyak berkat Tuhan yang kami peroleh dalam pernikahan ini. Untuk semuanya itu saya dan isteri beserta keemapt anakka bersyukur kepada Tuhan. Serta berdoa untuk memohon perlindungan dan tuntunan Roh Kudus.

Baca Selengkapnya.....

12 Oktober 2010

HKBP Sirisirisi rayakan Jubileum 100 tahun dan Mangompoi

Minggu 10 Oktober 2010, HKBP Sirisirisi Distrik III Humbang mengadakan pesta Jubileum 100 tahun sekaligus dengan Mangompoi. Acara ini dipimpin oleh Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu. Pdt. Haposan Sianturi sebagai ketua umum pesta ini menyambut para undangan danpara tamu baik dari ressort-ressort di distrik ini dan juga anak parserahan. Turut hadir dalam acara ini mahasiswa sekolah Pendeta HKBPSeminarium Sipoholon sekaligus membawakan koor puji-pujiandalamacara kebaktian. seluruh warga jemaat dan para hadirinbersukacita dalam acara ini.

Baca Selengkapnya.....

02 Oktober 2010

Keluarga Kristen

Kristus do Ojahan ni Pardongansaripeom ni Halak Kristen
Efesus 5:22-33

Hamu angka dongan nahinaholongan di bagasan goar ni Tuhanta Jesus Kristus, arga do pardongansaripeon ni halak Kristen di tongatonga ni portibion. Tontu ala Debata do napaojakhonsa dipangido Debata ma parsitutuon ni ina dohot ama laho pauliulihon dohot mangaradoti pardongansaripeon i hombar tu lomo ni roha ni Debata. Asa marhite patrdongansaripeon i tarida hasangapon dohot hamuliaon ni Debata. Asa jumpang hadameon dohot haulion ni pardongansaripeon na pinajongjong ni Tuhan i dipangido Debata do parsitutuon sian ama dohot ina na adong di pardongansaripeon i. Ido umbahen didok Gary Thomas, pengarang buku Sacred Marriage (Pernikahan yang Kudus), berkata: "Tuhan merancang pernikahan untuk membuat Anda suci, lebih daripada membuat Anda bahagia." Kebahagiaan pernikahan adalah buah atau hadiah dari perjuangan menyangkal diri. Ia tak akan datang sendiri.
Asa jumpang pardongansaripeon na badia jala na bahagia,Mangihuthon apostel Paulus di turpuk jamitaon, adong ma dua resep utama sipareahan di tongatonga ni pardongansaripeon i: Parjolo: Dioloi parompuan ma baoana be songon pangoloina di Tuhan i. Paduahon. Hamu angka baoa haholongi hamu ma pardihutamuna be songon Kristus na manghaholongi huria i. Tung arga do kehadiran ni parompuan i di tongatonga ni dongansaripena. Suang songon i do nang ama, arga do nang hajongjonganna di tongatonga ni keluarga i.
Hamu angka dongan nahinaholongan di bagasan goar ni Tuhanta Jesus Kristus, molo taida di di bagasan tingki on torop sian tongatonga ni halak naung mardongansaripe na so jumpang be hadameon. Ala masing-masing unsur na adong di bagasan pardongansaripeon i ndang be mandalanhon ulaonna. Sahat do i nang tu pardongansaripeon ni halak Krksten. Masa angka parsalisian hinorhon ni na so masiantuasan ama dohot ina. Sipata ala ni bonsir saotik gabe olo marbadai jala sahat tu na so masipanghulingan. Ujungna gabe marpanghorhon do i tu ianakhon di tongatonmga ni bagas. Sandok ganup ma mangaradoti holong na pinasahat ni Debata tu nasida naung pinalua ni Debata. Asa gabe keluarga na martua situtu. Amin.

Baca Selengkapnya.....

27 September 2010

Horas, hari-hari telah kita lalui dengan baik, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Oktober, tidak terasa memang perputaran waktu. Asal saja kita diberi waktu utk melayani oleh Dia yang mengutus kita kerjakanlah apa yang berguna baginya.

Baca Selengkapnya.....