Kami menerima tulisan, artikel, laporan kegiatan dan saran-saran untuk dipublikasikan ke blog Pdt. Pahala J. Simanjuntak,MTh dengan mengirim e-mail ke: psh06simanjuntak@yahoo.com .

06 Februari 2009

Napak Tilas Nommensen

Mengenang perjalanan Pdt. Dr. I.L. Nommensen.

Salah satu rangkaian kegiatan tahun Diakonia HKBP 2009 adalah mengenang perjalanan (napak tilas) missionaris orang Batak sekaligus Ephorus pertama HKBP yakni Pdt. Dr. I.L. Nommensen. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menghidupkan kembali semangat penginjilan di HKBP yang diwarisi dari apostel Batak tersebut. Untuk mengawali kegiatan itu Senin, 2 Pebruari 2009 empat tim inti Napak Tilas Nommensen diberangkatkan dari HKBP Pearaja Tarutung oleh pimpinan HKBP dalam hal ini diwakili oleh Pdt. Dr. Binsar Nainggolan Kadep Marturia HKBP. Keempat tim inti masing-masing beranggotakan 50 orang yang terdiri dari pelajar SMK/SMA HKBP, mahasiswa SGH, Sekolah Pendeta, Bibelvrouw, Diakones, AKPER dan Universitas HKBP Nommensen Medan serta pemuda/pemudi utusan Distrik. Keempat tim ini disebar ke dalam empat rute, yakni Siporok, Barus, Samosir dan Sigumpar.

Napak_Tilas_1__Small_.jpg

Khusus tim napak tilas Sigumpar sejak tanggal 3-4 Pebruari 2009 telah melakukan perjalanan dengan baik dari Gereja HKBP Sigumpar Kabupaten Tobasa. Pdt. Parulian Sibarani, MTh Praeses HKBP Distrik IV Toba bersama dengan Kadep Marturia HKBP memberangkatkan tim menuju Gereja-gereja yang ditetapkan Panitia. Pemberangkatan ini dilakukan dengan sebuah ibadah dipimpin oleh Pdt. Jahidin Banuarea, STh Pendeta HKBP Dr. I.L. Nommensen Sigumpar. Kemudian penyalaan obor Napak Tilas Nommensen. Hari pertama tim napak tilas Rute Sigumpar-Tarutung ini berhasil mengunjungi HKBP Sitoluama, HKBP Laguboti Habinsaran, PK. Hephata, HKBP Godung Laguboti, Lembaga Sekolah Bibelvrouw, HKBP Aruan, HKBP Tambunan, HKBP Tampubolon dan berakhir di HKBP Balige. Seluruh gereja yang dikunjungi melalui Pendeta dan Parhalado beserta warga jemaat dan pemuda/pemudi setempat menyambut seluruh rombongan dengan sukacita. Selain melakukan ramah tamah di setiap gereja rombongan tim berhasil melakukan penanaman pohon di pargodungan tersebut.

Napak_tilas_2__Small_.jpg

Pada hari kedua, Rabu 4 Januari 2009 rombongan melanjutkan perjalanan dari HKBP Balige menuju HKBP Tampahan, Tanggabatu, HKBP Sipintupintu hingga rombongan mengakhiri perjalanan di Perkampungan Jetun Silangit.

Napak_tilas_3__Small_.jpg

Di perkampungan Jetun Silangit 2 Tim yakni Tim Samosir dan tim Sigumpar bertemu untuk acara makan malam dan istirahat. Kedua rombongan ini disambut oleh Pdt. Debora Sinaga, MTh Praeses HKBP Distrik III Humbang Habinsaran. Masing-masing tim saling bercerita seputar keberhasilan mereka menapaki perjalanan 50 Km yang ditempuh dengan berjalan kaki. Mereka tidak menghiraukan panas terik dan kelelahan selama perjalanan berlangsung. Menurut penuturan salah seorang anggota tim Samosir, Gr. Lunard Siregar mahasiswa Sekolah Pendeta HKBP mengatakan perjalanan tim ini sangat menyenangkan dan menggoreskan sejuta kenangan mengingat penginjilan I.L. Nommensen. Pemerintah Kab Samosir juga turut berpartisipasi dalam mensukseskan perjalanan Tim Samosir ini.

Sigumpar__Small_.jpg

Sesuai dengan rencana, Kamis 5 Pebruari 2009 kedua tim ini akan melanjutkan perjalanan ke HKBP Butar, Lumbantongatonga, Hutaraja, Peraja dan berkahir di HKBP Hutadame Sait ni Huta. Sore harinya seluruh tim akan bertemu di HKBP Dame Sait ni Huta dan arak-arakan menuju gedung serbaguna Tarutung untuk mengadakan malam pujipujian memperingati 175 tahun I.L. Nommensen.

Selamat bernapak tilas dan 175 tahun I.L. Nommensen.


Baca Selengkapnya.....

Rapat Pengurus Mitra (BPM) Distrik II Silindung

HKBP Distrik II Silindung sangat merasakan manfaat "paralealeon" atau mitra dengan Kirchenkreises Kuld-Sud Jerman. Manfaat tersebut nyata melalui berbagai kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dengan saudara-saudara di Jerman. Apakah itu? Pengadaan sarana air bersih (sumur bor), pengobatan massal secara gratis dan pembuatan buku ibadah keluarga. Serta kunjungan timbal balik kedua mitra ini. Kedepan hubungan kerjasama ini akan semakin nyata jika kedua hubungan ini saling menjalin komunikasi dengan baik. Untuk maksud dan tujuan itulah BPM Distrik II Silindung yang diketuai oleh St. Drs. Sitorus tetap menjaga keharmonisan di dalam kerjasama ini.


Jumat, 6 Pebruari 2009 di kantor distrik II Silindung telah diadakan sebuah pertemuan pengurus Mitra bersama dengan MPSD dipimpin oleh Pdt. S.Manogari Silitonga, MTh Praeses di distrik ini. Dalam pertemuan ini juga hadir Sekretaris Mitra HKBP Pdt. Debora Sinaga, MTh yang sekaligus menjadi Praeses Distrik XVI Humbang Habinsaran. Sekretaris Mitra ini berpesan kepada BPM Disttrik II Silindung agar tetap memberikan informnasi pelayanan badan ini di distrik Silindung. Hal itu sangat perlu guna menjaga images dan menjaga keutuhan kerjasama ini. Sebagaimana biasa setiap minggu pertama setiap bulan, ketua BPM selalu mengadakan kontak langsung melalui telepon. Hubungan komunikasi ini akan tetap dilaksanakan.
Pada bulan Desember 2008 yang lalu BPM telah melaksanakan kegiatan pengobatan Massal di HKBP Palmarum Tarutung. Jumlah pasien yang berobat sekitar 200 orang. Direncanakan bulan Maret juga akan dilakukan hal yang sama di daerah Pangaribuan. Demikian juga kunjungan Mitra Jerman ke Silindung akan berlangsung bulan Juni.
Demikian juga pengadaan air bersih di HKBP Sibingke, telah dilakukan pengeboran 3 kali namun tetap gagal. Menurut survei awal penggalian menunjukkan tanda-tanda baik, akan tetapi setelah dilanjutkan tiba-tiba air yang diharapkan ada ternyata nihil. Masalah lain adalah tempat pengeboran air ini complain dengan warga setempat yang melarang pengeboran itu dilakukan. Alasannya tidak jelas, kata tukang yang menangani proyek ini. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama pengadaan air bersih ini dapat berhasil. Kegiatan lain yang akan dilakaukan BPM adalah pelayanan kerohanian ke penjara.
Seluruh anggota BPM dan MPSD harus bersungguh-sungguh memanfaatkan kerjasama yang baik ini ke masa yang akan datang. Sehingga bantuan 400 US Dollar setiap tahun dapat dipergunakan dengan baik. Demikian salah satu kesimpulan dari pertemuan ini.
Salam buat saudara-saudara kami di Kuld-Sud.

Baca Selengkapnya.....

Pertemuan Dewan Redaksi SP Ina HKBP

Pertemuan Dewan Redaksi Surat Parsaoran (SP) Ina HKBP

Untuk meningkatkan minat pembaca Surat Parsaoran Ina HKBP sebagai majalah resmi kaum Perempuan di HKBP pengelola (Pemred) perlu melakukan upaya-upaya konkrit sehingga para pembaca khususnya kaum perempuan semakin mencintai majalah ini.
Demikian dikatakan Pdt. Dr. Jamilin Sirait Kadep Koinonia HKBP di depan peserta pertemuan para dewan redaksi SP Ina HKBP. Hal tersebut diungkapkan ketika memberikan bimbingan dan pengarahan kepada dewan redaksi hari Senin 2 Pebruari 2009 di Jetun Silangit. Pertemuan ini dipasilitasi Departemen Koinonia melalui Biro Kategorial Perempuan, Pemuda/Remaja dan Lansia HKBP. Biv. Sentiria Sitorus selaku kepala biro mengundang para dewan redaksi dan para penulis di SP Ina untuk bersama-sama berdiskusi dan memikirkan upaya-upaya bagaimana meningkatkan kualitas SP Ina ke depan.
Melalui pertemuan ini para dewan redaksi mencoba menetapkan rencana strategis SP Ina 4 tahun ke depan. Salah satu upaya dalam rencana strategis ini adalah menetapkan rubrik-rubrik spesial bagi kaum perempuan, Di antaranya rubrik, kesehatan, budaya, estetika, pastoral di samping rubrik PHD dan refleksi dan opini. Selanjutnya melalui pertemuan ini diusulkan pertambahan dewan redaksi sekaligus pengasuh/penanggungjawab setiap rubrik.
Surat Parsaoran Ina ditetapkan menjadi media komunikasi bagi kaum perempuan HKBP melalui surat izin terbit : 0409 RI No. 0409/SK/DPHMS/STT 1986 S.I.R. K.A-777/PS/5-6/IV terbit dua bulan sekali. Di harapkan ke depan SP Ina ini akan terbit sekali satu bulan jika pelanggan (partobo) semakin banyak dan tentunya rubrik-rubrik yang disajikan juga menarik.
Kendala lain yang dihadapi Pemred SP Ina dalam menampilkan Surat Parsaoran ini adalah jumlah pelanggan yang sangat minim. Bayangkan dari 5 juta warga jemaat HKBP, pembaca/pelanggan SP Ina hanya sekitar 1500 orang, sangat minim sekali bukan?
Sebaliknya pembaca dan pelanggan SP Ina akan semakin banyak jika seluruh partohonan, khususnya para Bibelvrouw turut mensosialisasikannya di jemaat-jemaat. Sebab para Bibelvrouwlah yang terlibat secara langsung dalam pelayanan kaum perempuan. Misalnya punguan memimpin punguan koor parari kamis, Ina Ester, Ina Debora, Ina Naomi dan punguan koor lainnya. Betulkah?

Baca Selengkapnya.....

30 Januari 2009

Khotbah

Ingkon Jahowa do sioloanta!

(Josua 24:14-24)

I. Patujolo.

Ia turpuk on ima sada dialog ni si Josua dohot bangso Israel, di na pinapunguna nasida di Sikem sahali. Dung sahat bangso Israel taripar sian batang aek Jordan, dipaluhut si Josua ma sude marga ni Israel tu Sikem, jala dipio angka sintua ni Israel, angka indukna, angka panguhum dohot angka juara tulis, jala dipatindang di jolona. Asa naeng tangkas jolo sulingkitanna roha ni bangsoi manang na marsihohot do rohanasida mangoloi Debata manang na muba do roha nasida dungkon sahat nasida tu tano pinarbagabaga i. Ala diboto ibana do songon dia hatangkangon ni roha ni bangso i, na mura marungutungut jala mura mubauba. Hape kondisi dohot situasi di Kanaan nunga andul marasing martimbanghon saleleng nasida di pardalanan parhorsihan leleng ni 40 taon i. Natangkas ima diparhorsihan bangso na nomaden (marpindapinda) do nasida alai ia dung di Kanan nunga bangso na menetap jala dao dumenggan parngoluonnasida (peradapan). Di Kanan i nasida nunga dapotan tano, dohot huta bahen inganan parmianan. Mangan nasida sian porlak anggur dohot hau jetun (Jos. 24:13). Kondisi inganan na dao dumenggan jala na maduma i boi mambahen nasida talpe tu na manadinghon Debata Jahowa na sinomba nasida nasaleleng on. Ima Jahowa, Debata ni ompunasida si Abraham, Isak dohot Jakob. Dalan laho padasiphon pangokuon ni bangso i do umbahen na dipapungu si Josua angka marga ni bangso i, asa sai marsihohot mangoloi Debata Jahowa. Unang marbalik nasida tu debata ni halak Amori i manang tu debata ni ompunasida di bariba ni Efrat dohot hatiha di Mesir diparhatoban.

II. Hatorangan.

Ayat. 15. Mansai bisuk do si Josua laho mamereng bagas tu roha ni bangso i taringot tu hasatiaon na marsihohot sian bangso i tu Debata. Na hinalomohonna ima haputusan na tang jala na haruar sain roha parbagasan. Tontu do mamolus proses pamingkirion asa sahat tu haputusan na tang si songon i. Parjolo didok ibana do “pillit hamu ma sadarion manang ise naeng oloanmuna”. Nanidokna di si ima; tu ise nasida mangoloi (Indonesia: beribadah). Molo pe didok di son pillit namarlapatan do i paboa ndang bangso i mamillit Debata alai Debata do mamillit bangsoi. Ima marhite angka na binahen ni Debata tu nasida naung jumolo di patorang si Josua di jolo ni turpuk on (Jos. 24:1-13). Asa molo didok pe “mamillit” namarlapan doi asa ditontuhon tu ise nasida mangoloi (beribadah). Ndang dihalomohon rohana haputusan na holan satongkin, manang haputusan sian roha na tomputompu (emosional) alai naeng ma marhite sian pergumulan. Lapatanna naeng marhite sian angka naung nihilala, binege dohot niida ni bangso i, taringot tu angka na binahen ni Debata tu nasida. Molo dung songon i gabe parbue ni hamauliateon (rasa syukur) ma pangoloion (ibadah) i tu Debata na mangelehon tu diri ni jolma ragam ni angka na dumenggan i. Sian hata ni Debata na binoto, nihilala, jala binege ni si Josua do nahinatahonna tu bangso i. Parbue ni haporseaonna do dihatahon (Jos. 24:2), jala marhite panandaionna na tangkas dompak Jahowa ibana mandok “alai anggo ahu dohot donganhu sajabu, ingkon Jahowa do oloannami”. Sada pernyataan na mansai denggan sian sahalak partogi molo boi ibana parjolo mambahen sikap na denggan. Nagabe tudosan nauli, sikap sitiruon do dilehon. Asa ndang masalah suara terbanyak laho mangoloi Jahowa alai panandaon dohot pangoloion natangkas do. Lapatanna ndang dipaima alus sian natorop i taringot tu Debata na gabe sioloannasida.

Ayat 16-18. Marhite sian panandaon nasida tu Debata Jahowa; na manogihon nasida dohot ompu nasida ruar sian tano Misir, namangalehon tanda angka na bolon, huhut na mangaramoti di sandok dalan nabinolus nasida, jala na namangonjar saluhut halak Amori (ayat 17-18). Umbahen na mampu margogo nasida mandok: “Dao ma i sian hami, anggo tung manadinghon Jahowa laho mangoloi angka debata sileban”.

Ayat 19-20. Dipaingot si Josua do nasida asa ndang na muramura laho manghatahon haoloon laho mangoloi Debata. Ala na badia do Debata jala pangiburu, ndang haoloan jolma ibana molo so sian haoloon nabotulbotul. Dungi parrimas do Ibana maradophon angka namarsineang digoarNa, lapatanna namuramura mandok mangoloi Debata hape laos muramura laho mansoadahon muse hona uhumNa do. Didok si Josua songon i ndada na mambiarbiari bangsoi ibana, alai na naeng pataridahononna ima mansai mura do bangso i mandok mangoloi alai laos mura do nasida marungutungut laho marbalik dompak debata na leban saleleng nasida di pardalanan i. Jala mansai mura do nasida muse tartait laho manomba debata baal ni halak Kanani na andul ummura oloan (ala ndang manuntut hadaulaton natangkas). Hape ia Debata Jahowa, ima Debata na gok uhum do ndang boi marlomolomo jolma i di adopanNa. Jala muse boni ni haporseaon tu debata kafir i nunga adong lohot di nasida. Marningot nasida sada bangso na bolon naung mamereng jala godang marsaor dohot angka bangso na manomba debata kafir. (pat. Ayat 23 namandok “debata sileban angka na ditonga-tongamuna i”).

Ayat 21. Dialusi bangso i do pandohan ni si Josua namanulingkit sahat tu roha nasida. Didok nasida “sitongka ma anggoi, ingkon Jahowa do naeng oloannami”. Pandohan on ma sada pandohan namansai arga jala tegas sian nasida paboa holan tu Debata sasadasa nasida porsea. Tontu do pandohan i tubu jala haruar sian proses pergumulan sian mulai sungkunsungkun ni Josua naparjolo i. Asa dapot ma narumingkot sian panindangion nasida na holan manomba Debata Jahowa nasida. Ndada holan marnida na binaen ni Debata tu nasida dohot tu ompu nasida, ndada ala ni murana laho manghatahon, jala ndada ala ni biar nasida maradophon uhum ala nabadia jala pangiburu Debata, alai nunga alani haporseaonnasida tu Debata.

Ayat 22-23. Sada hata laho pagomoshon (menguatkan) sian naposo ni Debata tu bangso i, na so pola ringkot angka sitindangi alai laos nasida na marpadan i ma sitindangi di panindangion i paboa naung rade nasida mangoloi Debata na hinaporseaannasida. Hata laho mamomosi panindangion i ima asa rade nasida paholang debata silaban na ditongatonga nasida jala rade paunduk roha tu Debata Jahowa.

Ayat 24. Laho mangolophon hata ni Si Josuai dohot mangolophon parpadanan i didok bangso i ma “Jahowa Debatanta i do naeng oloannami jala hataNa i naeng tangihononnami”

III. Sipahusorhusoron

1. Porlu do patupaon ni naposo ni Debata parmahanion tu angka ruas ni huria. Marhite parmahanion i ma botoonna hatoguon ni haporseaon ni angka ruas ni huria marsadasada dohot halembaon ni ruas i di sisi naasing. Alai parmahanion marhite dialog langsung dohot naso langsung ala baoi do i laos pajamothon, patoguhon dohot pahothon roha ni ruas i marsadasada asa lam tangkas manghaporseai Debata na tahaporseai i. Ala na mansai godang do angka debata naleban naboi mangarosak haporseaon ni ruas dipartingkian sinuaeng on. Adong do i debata huaso, debata hepeng, dohot debata nihagiot (nafsu duniawi) d.a.n. Sada nanaeng ingkon momos di parngoluon ni halak naporsea ima; ingkon sai tongtong patupa partangiangan (harian, mingguan, bulanan dohot angka tahunan, d.a.n.) songon wujud ni pangoloion tu Debata. Asa molo sai taula ngolu na martangiang i sai hot ma hita di natahaporseai i. Alai molo gale do hita dipartangiangon i, olo ma lalolalo pamerengta di angka nabinahen ni Debata tu hita gabe mura hita maninggalhon Ibana. Ai mansai gogo do huaso ni portibion marhite namambahen “sistim” dohot “paraturan perundang-undangan” laho manait hita asa holang sian Debata. Alai marhite na sai tapasomalsomal dirinta mangoloi manang “marhadaulaton” tu Debata gabe pahoton ni Tondi i ma hita marhaposeaon tu Jesus Kristus Tuhanta i.

2. Gomos ma tatiop haporseaonta tu Debata. Unang ma huta mura tarela tu angka huaso naadong di portibion. Ai parsatongkinan do i. Alai anggo huaso ni Tuhan Debata, na hot do i ro di salelengnilelengna. Jala pasahatonna do i tu angka na ”satia” tu Ibana. Molo pos rohanta tu Debata, ndang tarbahen liluhonon ni portibion hita.

3. Ala ni i do ganup halak Kristen naeng tongtong mandok: ” Alai anggo ahu dohot donganku sajabu, ingkon Jahowa do oloannami. Sada ”komitmen” ni haporseaon do i na so boi ditawartawar manang ise. Asa martua ma jolma na mambahen Jahowa haposanna. Songon na didok di hata ni Endeta i: Martua do na marhaposan tu Debata amanta i..... ndang rihit haojahan i, na manghaposi Tuhan i. Amen

Baca Selengkapnya.....

Hoda Marsiadu

Pacuan Kuda

Salah satu pertunjukan tradisional yang selalu diminati orang di Bonapasogit adalah Hoda Marsiadu. Maksusdnya Pacuan Kuda. Bayangkan setiap tahun pertandingan betrgengsi ini dipertontontan dan menarik ribuan penonton. Yang sangat menarik adalah penunggak kuda alias si coki, masih berumur 9 tahun sudah diijinkan mengikuti perlombaan. Berbdea dengan di tempat lain, umur penunggang kuda biasanya 25-45 tahun. Pertandingan seperti ini dilaksanakan di lokasi pacuan kuda di Siborong-borong Tap. Utara. Biasanya yang menjuarai pertandingan ini adalah putra Siborongborong sendiri. Mereka mendapat mendapat hadiah jutaan rupiah karena berhasil memenangkan pertandingan sekali putaran kira-kira 2 Km lingkaran. Kuda yang ditunggangi langsung diberi "hadiah" dengan sebuah rendah-rendah di lehernya. Selama saya mengikuti pertandingan begengsi ini kuda yang selalu mendapat juara adalah kuda hitam atau Hoda Sibirong.

Baca Selengkapnya.....

STRATEGIC PLANNING

Konsep sebuah opini

RENCANA STRATEGIK

SEKOLAH PENDETA HKBP

2009 - 2012

BAB I

PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN SEKOLAH PENDETA

Dalam bidang ekonomi khususnya di lingkungan bisnis yang mengembangkan manajemen secara teoritis dan praktis, Rencana Strategik telah cukup lama dikenal dan dikembangkan. Berbeda dengan di lingkungan organisasi non profit, khususnya bidang pendidikan, kehadiran Manajemen Strategik pada dasarnya merupakan suatu paradigma baru.

Sebagai paradigma baru, jika diimplementasikan pada lingkungan organisasi pendidikan, tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan pengambilalihan seluruh kegiatannya sebagaimana dilaksanakan di lingkungan organisasi profit (bisnis), karena kedua organisasi tersebut satu

dengan yang lain berbeda dalam banyak aspek, terutama dari segi filsafat yang mendasarinya dan tujuan yang hendak dicapai.

Pengimplementasian Rencana Strategik di lingkungan organisasi bidang bisnis didasari oleh falsafah yang berisi nilai – nilai persaingan bebas antar organisasi bisnis sejenis, melalui pendayagunaan semua sumber yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang bersifat strategik. Tujuan tersebut adalah mempertahankan dan mengembangkan eksistensi masing – masing untuk jangka waktu panjang, melalui kemampuan meraih laba kompetitif secara

berkelanjutan.

Sedang organisasi pendidikan didasari oleh filsafat yang berisi nilai – nilai

pengabdian dan kemanusiaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Perbedaan lain terletak pada pengorganisasian masing – masing. Setiap organisasi profit memiliki otonomi dalam menjalankan manajemennya, berupa kebebasan mewujudkan pengembangan organisasinya antara lain dengan memilih pengimplementasian Manejemen Strategik atau manajemen

lainnya yang dinilai terbaik. Di organisasi non profit, seperti Sekolah Pendeta HKBP, organisasi ini diatur dengan manajemen umum oleh pimpinan HKBP yang secara berencana dan sistematis telah menetapkan berbagai pengaturan yang mengikat dalam memilih dan mengimplementasikan manajemennya.

Latar belakang dibukanya kembali Sekolah Pendeta HKBP adalah adanya tuntutan jaman yang mengharuskan sumber daya manusia di HKBP, khususnya guru huria untuk meningkatkan kualitas dirinya. Kualitas diri tersebut menyangkut kualitas pelayanan di jemaat, cara-cara berkotbah, pastoral konseling dan sebagainya.

Sekolah Pendeta HKBP adalah Lembaga Pendidikan HKBP yang dikhususkan untuk melatih mempersiapkan Guru Huria menjadi pendeta di HKBP. Sekolah Pendeta pada awalnya merupakan satu-satunya Lembaga pengadaan tenaga pendeta sebelum adanya STT HKBP (sebelumnya Fakultas Theologi Universitas HKBP Nomensen. Setelah adanya Pendidikan Theologi HKBP, Sekolah Pendeta dibuka secara periodik dengan tujuan menseleksi para guru huria yang dianggap trampil melayani di jemaat dan dipersiapkan menjadi pendeta melalui pendidikan Sekolah Pendeta.

Sekolah Pendeta HKBP telah memasuki tahun ketiga masa perkuliahan bagi guru huria yang memiliki masa kerja minimal 10 tahun yang lolos seleksi masuk.

II. VISI DAN MISI SEKOLAH PENDETA HKBP

Visi : Menjadi pelayan HKBP yang inklusif, dialogis dan terbuka.

Misi :

1. Memberikan kesempatan kepada Guru Huria HKBP untuk dipersiapkan menjadi pendeta HKBP.

2. Memperlengkapi para mahasiswa menjadi pelayan yang trampil dan memiliki kemampuan dalam pelayanan di tengah-tengah jemaat dengan sikap kritis dan kreatif dan berdedikasi tinggi berdasarkan iman spiritualitas yang tinggi.

3. Mempersiapkan pelayan HKBP menjadi pemimpin umat di tengah-tengah masyarakat yang majemuk di tingkat lokal, nasional regional dan global.

III. PENGORGANISASIAN

3.1. Kuratorium

Kuratorium adalah dewan kehormatan yang mengarahkan dan mengevavaluasi tujuan Pendidikan Sekolah Pendeta. Dewan Kurator terdiri dari Pimpinan HKBP :

  1. Ephorus
  2. Sekretaris Jenderal
  3. Kepala Departemen Koinonia
  4. Kepala Departemen Marturia
  5. Kepala Departemen Diakonia

Unsur Praeses yang terdiri dari :

  1. Praeses Distrik Silindung
  2. Praeses Distrik Humbang
  3. Praeses Distrik Toba
  4. Praeses Distrik Sumatera Timur
  5. Praeses Distrik Medan Aceh
  6. Praeses Distrik Sibolga

3.2. Direktur dan Wakil Direktur

Direktur Sekolah Pendeta adalah Pemimpin Sekolah Pendeta yang diangkat dan ditetapkan oleh Pimpinan HKBP. Direktur dibantu oleh seorang Wakil Direktur yang berfungsi sebagai dosen yang diangkat dan ditetapkan oleh pimpinan HKBP. Saat ini Direktur Sekolah Pendeta HKBP adalah Pdt. Pahala Jannen Simanjuntak,MTh. Sedangkan jabatan Wakil Direktur masih kosong karena pejabat sebelumnya Pdt. Sahat Maruli Simanullang telah pindah ke Australia menjadi pendeta GKIA (Gereja Kristen Indonesia Australia)

3.3. Dosen Pengajar

Dosen Pengajar Sekolah Pendeta adalah guru, tutor dan pembimbing yang memberikan pengajaran dan pelajaran kepada mahasiswa sesuai dengan bidangnya dan memiliki jenjang pendidikan Strata 2 (S2). Dosen tetap Sekolah Pendeta hanya satu yaitu Pdt. Pahala Jannen Simanjuntak,MTh. Dosen tidak tetap Sekolah Pendeta HKBP berjumlah 10 orang.

3.4. Staf pegawai

Staf pegawai memiliki 2 pegawai administrasi, yaitu Asri Lubis dan Anne Simanungkalit, serta seorang Sekolah Pendeta HKBP, yaitu Affendi Nainggolan. Ibu Asrama yaitu: Derliana Situmorang. Tenaga honor 2 orang tukang masak dipakai untuk menangani konsumsi mahasiswa.

IV. SARANA DAN PRASARANA

4.1. Ruang Kuliah

Sekolah Pendeta memiliki ruang kuliah dengan penerangan dan ventilasi yang cukup dengan kapasitas lebih kurang 40 orang.

4.2. Asrama

Terdiri dari 10 rumah dengan kapasitas 4 mahasiswa setiap rumah.

4.3. Aula kebaktian

4.4. Perpustakaan

Sekolah Pendeta memiliki buku-buku teologi dan buku-buku umum sebanyak 750 koleksi

4.5. Alat bantu perkuliahan

Berupa white board dan LCD Viewer beserta notebook 1 set

4.6. Alat musik

Berupa keyboard yang merupakan sumbangan dari Pdt. David Sibuea MTh dan jemaat HKBP Tebet. Alat musik tersebut dipakai untuk mengiringi kebaktian pagi dan malam.

4.7. Kantor Sekolah Pendeta

Ruang kantor Sekolah Pendeta memiliki mobiler dan komputer dekstop 2 set.

4.8. Mobil Sekolah Pendeta

Pada bulan April 2007, Direktur Sekolah Pendeta mengusahakan sebuah mobil merek kijang tahun 1996. Pembelia mobil ini diperoleh sebagai sumbangan spontanitas dari beberapa orang marga Simanjuntak di Jakarta.

4.9. Beasiswa

Mahasiswa memperoleh gaji pokok dari kantor pusat HKBP setiap bulannya. Selain itu ada tambahan beasiswa dari Yayasan Dharma Kasih sebesar Rp 250.000. Sekolah Pendeta HKBP/bulan/mahasiswa yang dikirimkan langsung ke rekening mahasiswa.

4.10. Laboratorium aplikasi

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui renungan dan kotbah maka mahasiswa dapat praktek langsung melalui pelayanan firman dan interaktiv (talk show) di radio HKBP Bonafit FM, jemaat-jemaat sekitar Seminarium dan Website Sekolah Pendeta HKBP.

BAB II

ANALISIS KONDISI DAN

ASUMSI-ASUMSI

A. KEKUATAN

1. SEKOLAH PENDETA HKBP saat ini memiliki 11 dosen dengan kualifikasi S2

2. SEKOLAH PENDETA HKBP memiliki fasilitas perkantoran, perkuliahan, dan asrama.

3. Modernisasi kampus akan dapat lebih meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga citra SEKOLAH PENDETA HKBP akan meningkat.

4. Peningkatan jumlah kemitraan MoU dalam dan luar negeri, yang sampai saat ini telah mencapai ke tingkat jemaat dalam maupun luar negeri, akan meningkatkan keberagaman kegiatan SEKOLAH PENDETA HKBP.

5. SEKOLAH PENDETA HKBP dengan sistem multikampus di Seminarium Sipoholon dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas secara lebih aktif dan produktif sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

6. Tersedianya infrastruktur ICT di kampus dengan internet yang cepat diakses

7. SEKOLAH PENDETA HKBP memiliki potensi yang kuat dalam bidang keilmuan, kependidikan, kesenian, dan olahraga yang ditandai oleh tingginya tingkat partisipasi dan prestasi sivitas akademika di tingkat kabupaen

8. Mahasiswa Sekolah Pendeta memiliki pengalaman pelayanan di jemaat minimal 10 tahun

9. Terdapat potensi kapasitas membangun yang besar di kalangan staf akademik untuk menghasilkan karya besar, apalagi kalau potensi itu dapat dihimpun menjadi kekuatan kolektif melalui manajemen yang baik.

B. KELEMAHAN

1. Sistem manajemen kemahasiswaan serta perkantoran belum optimal, sehingga sejumlah unit manajemen tidak berjalan efisien.


2. Dana yang berasal dari kantor Pusat HKBP dan yang terhimpun dari mahasiswa masih jauh dari memadai. Unit cost rata-rata per mahasiswa per tahun di negara maju mencapai Rp 80 juta, sementara di Indonesia hanya Rp 18 juta. Untuk mahasiswa SEKOLAH PENDETA HKBP, unit cost rata-rata mahasiswa per tahun baru sebesar Rp 3,5 juta.

3. Tenaga dosen tetap yang masih kurang

4. SEKOLAH PENDETA HKBP memiliki banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal, baik berupa kepakaran para dosen maupun sarana prasarana kampus. Kampus-kampus daerah, misalnya, dapat dijadikan lahan untuk mengembangkan program-program unggulan atau sekolah-sekolah percontohan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

5. Keterbatasan dana dan fasilitas laboratorium dan workshop menyebabkan lembaga ini belum dapat berfungsi secara optimal.

6. Belum adanya jaminan akan kotinuitas Sekolah Pendeta HKBP

7. Belum lengkapnya parameter dan pedoman-pedoman penjaminan mutu (quality assurance) memerlukan kegiatan khusus pengembangannya.


8. Kultur kerja yang sesuai dengan tuntutan sebuah lembaga pendidikan modern, dan nilai inti yang terkait dengan etos kerja yang tinggi untuk menghasilkan inovasi terutama di bidang pengajaran belum terbangun.

C. PELUANG

1. Adanya keleluasaan yang diberikan oleh Pimpinan HKBP melalui dewan Kuratorium Sekolah Pendeta kepada Direktur Sekolah Pendeta. Otonomi ini memberikan keleluasaan untuk melakukan berbagai terobosan kebijakan sehingga lebih fleksibel dalam menghadapi tantangan global dan sekaligus mengantisipasi kebutuhan masyarakat.

2. Otonomi memungkinkan SEKOLAH PENDETA HKBP menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri secara langsung. Melalui kemitraan ini SEKOLAH PENDETA HKBP melakukan rujuk mutu (benchmarking) untuk meningkatkan kualitas, sekaligus memperoleh kesempatan untuk memperluas layanan kepada publik.

3. Dukungan yang diberikan oleh para Stake Holder HKBP terutama kepada mahasiswa untuk keberlangsungan studi melalui beasiswa


4. Masih banyaknya guru huria yang ingin masuk ke Sekolah Pendeta HKBP

5. Komitmen pimpinan HKBP untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan HKBP untuk menjawab tantangan jaman yang makin maju

D. ANCAMAN

1. Rendahnya daya dukung anggaran pendidikan dari HKBP mengharuskan SEKOLAH PENDETA HKBP menggali sumber dana pendamping atau donatur dan menggunakannya secara efisien.

2. Mutasi dosen tidak tetap di tengah-tengah masa perkuliahan Sekolah Pendeta HKBP

4. Transisi demokrasi dan perubahan sistem politik nasional tidak diimbangi dengan kesiapan pendidikan politik melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan.

6. Kurangnya daya dukung keluarga karena keluarga jauh dari mahasiswa

7. Persaingan global, perkembangan ipteks dan tuntutan produktivitas lembaga pendidikan menuntut ketersediaan fasilitas pendidikan berstandar internasional, kesiapan SDM, dan sistem manajemen yang handal.

8. Modernisasi, liberalisasi, dan kapitalisasi dunia bisnis yang bersifat global menuntut SEKOLAH PENDETA HKBP untuk dapat mengembangkan bisnis yang bersifat nirlaba untuk mendukung kapasitas dan kapabilitas universitas.

10. Perkembangan budaya, peradaban dunia, dan menurunnya moralitas bangsa mengharuskan SEKOLAH PENDETA HKBP memperkuat komitmen untuk memperkokoh kehidupan beragama sebagai dasar untuk mewujudkan kampus yang edukatif, ilmiah dan religius.

12. Munculnya perguruan tinggi teologi yang dikelola dan didukung oleh manajemen yang kuat dari pihak pemerintah dan swasta dengan program-program kompetitif dapat memperlemah daya saing SEKOLAH PENDETA HKBP

13. Adanya keinginan dari warga masyarakat desa Simanungkalit untuk memakai tanah Seminarium Sipoholon yang dianggap mereka adalah pemberian nenek moyangnya dulu.

E. ASUMSI-ASUMSI

Pengembangan Rencana Strategis SEKOLAH PENDETA HKBP 2009-2012 dilandasi oleh asumsi-asumsi berikut:

1. Masih banyak guru huria yang memenuhi syarat masa dinas yang ingin masuk Sekolah Pendeta.

2. Tuntutan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan semakin tinggi sejalan dengan perkembangan ipteks dan tuntutan masyarakat.

3. Program MDiv. Di STT HKBP yang hanya berlangsung tahun ini

4. Modernisasi kampus dan fasilitas pendidikan menjadi pendorong peningkatan citra SEKOLAH PENDETA HKBP secara internal dan eksternal.

5. Ketersediaan infrastruktur teknologi informasi yang semakin tersebar ke kampus daerah memungkinkan peningkatan akses pendidikan secara luas yang akan mendorong SEKOLAH PENDETA HKBP untuk melakukan distance learning dan e-learning.

6. Kompleksitas problematika pendidikan akan meningkat sehingga menuntut kajian yang mendalam dan komprehensif.

7. Peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat semakin diperlukan.

8. Optimalisasi potensi mahasiswa memerlukan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

9. Modernisasi kampus merupakan prasyarat untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan.

10. Peningkatan layanan, kinerja, dan produk universitas memerlukan sumber daya manusia yang handal sesuai dengan tuntutan profesi.

11. Jejaring dan kemitraan dengan lembaga lokal, nasional, dan internasional diperlukan untuk meningkatkan kualitas, akuntabilitas, dan pembangunan citra lembaga.

13. Unggulan-unggulan yang dimiliki SEKOLAH PENDETA HKBP, baik SDM maupun fasilitas, dapat diberdayakan untuk menggali sumber dana pendukung.

14. Pendayagunaan Kampus Seminarium Sipoholon yang masih perlu diperluas lagi

BAB III

RENCANA STRATEGIS

2009 -2012

Visi : Menjadi pelayan HKBP yang inklusif, dialogis dan terbuka.

Misi :

4. Memberikan kesempatan kepada Guru Huria HKBP untuk dipersiapkan menjadi pendeta HKBP.

5. Memperlengkapi para mahasiswa menjadi pelayan yang trampil dan memiliki kemampuan dalam pelayanan di tengah-tengah jemaat dengan sikap kritis dan kreatif dan berdedikasi tinggi berdasarkan iman spiritualitas yang tinggi.

6. Mempersiapkan pelayan HKBP menjadi pemimpin umat di tengah-tengah masyarakat yang majemuk di tingkat lokal, nasional regional dan global.

TUJUAN

Secara umum tujuan pendidikan SEKOLAH PENDETA HKBP bermuara pada upaya pengembangan manusia yang beriman, bertaqwa, bermoral, berakhlak mulia, berilmu, profesional, religius, dan memiliki integritas sebagai pendeta HKBP yang inklusif, dialogis dan terbuka.

PRIORITAS PENGEMBANGAN TIGA TAHUN KE DEPAN

Untuk mencapai tujuan yang dirumuskan di atas, ditetapkan prioritas pengembangan SEKOLAH PENDETA HKBP tiga tahun ke depan adalah :

1. Peningkatan mutu Sekolah Pendeta dan kemahasiswaan

2. Pemantaban pemahaman teologi untuk kembali ke jatidiri seorang pendeta

3. Modernisasi kampus dan fasilitas

4. Penataan kelembagaan dan sistem manajemen Kampus Seminarium Sipoholon

5. Pengembangan usaha;

5. Pengokohan kehidupan beragama;

6. Peningkatan kesejahteraan;

7. Peningkatan citra SEKOLAH PENDETA HKBP

Implementasi prioritas pengembangan di atas didukung oleh strategi dasar berikut:

1.Kepemimpinan yang transparan, konsisten, dan mengutamakan kebersamaan.

2. Pengelolaan kelembagaan yang sinergis, efisien, dan produktif.

3. Profesionalisme dalam manajemen.

4. Partisipasi aktif, menyeluruh, dan terbuka melalui penguatan peran unit-unit dasar.

5. Jejaring dan kemitraan pada tingkat lokal, nasional, dan internasional.

KEBIJAKAN DAN PROGRAM

A. Pendidikan

Kebijakan dalam bidang pendidikan diorientasikan untuk meningkatkan kualitas akademik, profesionalisme, kepribadian dan kemampuan sosial, guna mencapai keunggulan kompetitif, perluasan kesempatan dan akses untuk memperoleh pendidikan tinggi, menyempurnakan dan memantapkan program studi dan kurikulum, meningkatkan mutu Proses dan hasil Belajar Mengajar (PBM), mengembangkan dan meningkatkan program sertifikasi profesi pendidikan dan profesi lainnya, serta memperkuat jejaring dan kemitraan dengan lembaga-lembaga lokal, nasional, dan internasional.

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

1. Membatasi daya tampung mahasiswa dengan mempertimbangkan ketersediaan ketenagaan dan fasilitas,

2. Memberdayakan organisasi dan sarana prasarana dan mengembangkan yang baru yang berdaya saing kuat dan sesuai dengan platform SEKOLAH PENDETA HKBP;

3. Mengembangkan program peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan dan tenaga profesional lainnya

5. Mengevaluasi dan memperbaharui kurikulum, silabus, dan kalender akademik, sesuai tuntutan perundangan dan laju perkembangan di lapangan secara berkelanjutan serta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap implementasinya;

6. Menetapkan standar mutu akademik dan memantau ketercapaian standar;

7. Meningkatkan mutu program, proses, dan hasil pembelajaran;

8. Meningkatkan kegiatan seminar dan lokakarya akademik, penulisan buku ajar dan modul bahan ajar;

9. Mengembangkan kerjasama kelembagaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia pada tingkat lokal, nasional dan internasional;

10. Merintis kelas-kelas internasional.

11. Menyempurnakan sistem informasi manajemen akademik termasuk peningkatan pelayanan prima dalam bidang akademik.

Penutup

Demikianlah rencana strategis Sekolah Pendeta ini diperbuat dan diajukan kepada Ompui Ephorus HKBP untuk dipertimbangkan. Mengingat Program Sekolah Pendeta HKBP 2006-2009 akan berakhir. Segalka sesuatu yang berhubungan dengan penerimaan mahsiswa baru akan dikonfirmasikan kepada Ompui Ephorus menyangkut syarat-syarat penerimaan dan biaya-biaya yang diperlukan.

Syalom

Direktur

Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Baca Selengkapnya.....

27 Januari 2009

UPAYA-UPAYA MENGEMBALIKAN CITRA HUTA SEMINARIUM SIPOHOLON

Untuk kedua kalinya, tepatnya hari Jumat 23 Januari 2009, unit-unit pelayanan yang tergabung dalam huta Seminarium Sipoholon mengadakan kebaktian bersama sekaligus Jumat bersih. Pelaksanaan kegiatan ini secara rutin dilaksanakan satu kali setiap bulannya. Kegiatan ini berlangsung dengan kesepakatan bersama oleh para unit-unit yang tergabung dalam huta Seminarium, antara lain: Sekolah Pendeta, SGH, SMK1, SMK 2 dan SMP, SD milik HKBP dan parsahutaon.


Dengan diawali dengan kebaktian bersama di auditorium Seminarium dipimpin oleh Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh Direktur Sekolah Pendeta HKBP. Dengan melandaskan firman Tuhan dari Kisah Rasul 17: 25b. "Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang" Ayat tersebut merupakan nas harian dalam Almanak HKBP hari ini yang mengingatkan setiap orang untuk menjadikan hidupnya berarti di hadapan Tuhan. Mengusahakan kesejahteraan dimana kita ditempatkan. Mahasiswa Sekolah Pendeta dan SGH turut mempersembahkan koor puji-pujian dalam acara kebaktian ini, sehingga suasana benar-benar hikmat.

Seusai kebaktian dilanjutkan dengan gotong royong (jumat bersih) dengan mengambil lokasi di seluruh kompleks huta Seminarium serta sepanjang jalan protokol memasuki huta Seminarium. Kedua kegiatan ini berjalan dengan baik dipimpin oleh setiap kepala sekolah dan Direktur masing-masing. Terlihat seluruh siswa, mahasiswa serta para guru/dosen beserta pegawai dalam aksi peduli lingkungan ini. Sehingga kompleks huta Seminarium nampak bersih dan indah serta memiliki udara yang sejuk.

Kegiatan seperti ini akan selalu dilaksanakan demi mengembalikan citra Seminarium Sipoholon sebagai huta yang diidamkan oleh seluruh warga dan masyarakat sebagai tempat yang indah, bersih, nyaman dan kondusif" Huta Seminarium Sipoholon didirikan HKBP tahun 1901 sebagai pusat pelatihan, pendidikan/persamaian dan perkampungan setelah pindah dari Pansurnapitu. Sampai tahun 1990-an tempat ini sangat dikenal di seluruh dunia, namun belakangan ini mengalami kemunduran. Untuk itu perlu dikembalikan citra baiknya. Salah satu upaya adalah melakukan kebaktian bersama dan Jumat bersih oleh seluruh unit pelayanan di tempat ini. Demikian disampaikan Pdt. MSP. Sitorus,MTh sebagai penanggungjawab kegiatan ini dalam bimbingan pengarahannya seusai kegiatan.

Baca Selengkapnya.....

25 Januari 2009

4 Musa 22:21-35

Holan hata sipaboangku tu ho do jadi bahenonmu!

Didok sijolojolo tubu ni halak Batak: "Tinallik bulung sihupi, pinarsaong bulung siala, unang sumolsol di pudi nda sipaingot na soada" Atik pe hata ni si jolojolo tubu angka naung mate i, alai arga do di tingkinta sinuaeng on. Ala adong sipaingot, poda na boi mangalehon angka petunjuk tu ngolu na denggan. Pandohan i naeng paingothon hita asa ganup maniop poda, larangan. Ala sipaingot napinodahon ni namarholong ni roha tu hita tujuanna ima asa unang salah mangalangka hita. Asa unang songon nidok ni umpama natuatua: Aek tumuntun lomona maloha gadugadu. Jadi porlu hamanaton.Kehatihatian. Tingki marsiajar di SD iba diajarhon guru tu hami: Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.Hea do mangaranto sada dolidoli tu Batam, andorang so borhat nunga diorai natorasna,alai sai manggogo do ibana asa borhat. Ujungna borhat ma ibana. Dung dapot 6 bulan mulak ma ibana dibagasan sahit. Unang tatuntun lomonta.


Lomoniroha ni na manghaholongi hita ma

Pangalaho na songon ido na jumpang di si Bileam di turpuk on. Dung dipatunduk bangso israel halak Amori,mangulon ma nasida di Moab andorang sobongot tu tano Kanaan. Ala naung ditaluhon Israel Amori, mabiar si Balas Raja Moab, disuru ma suruanna manjou si Bileam mamurai halak Israel. Ia si Bileam ima sahalak na porsea tu Debata, dipatuduhon ibana do paboa ibana naung porsea tu Debata. Alai disuru ibana Raja Balas mangela bangso Israel tu debata si Leban. Ai Bileam lapatanna Pangela, penggoda. Ise olo mangeleela donganna tu dalan na so denggan, si Bileam ma i.

Songon i do hape ngoluon muramura do hita terpengaruh. Atik pe naung tardok porsea si Bileam alai ndang olo disipaingot ni Debata. Tona ni Debata tu ibana: holan hata sipaboangku tu ho do na jadi bahenonmu. Diboto Debata do roha ni si Bileam ala naung disogok raja Moab do ibana,manjalo sisip, suap.

Alani i tarrimas ma Debata, disuru ma suruanna mangambati ibana, hape ndang diboto ibana na jongjong surusuruan i. Pola sampe marimas ibana tu halodena i (ay 32)
Alai ujungna sadar ma si Bileam na manuntun lomo do hape ibana. Didok ibana ma tu surusuruan i: Nunga mardosa ahu ayt 34. Dungi ro ma hata ni Jahowa marhite surusuruan i: mardalan ma ho udur dohot angka bawai...bertobatlah...

Hamu angka dongan nahinaholongan di bagasan goar ni Tuhan Jesus Kristus, seganai molo jumpang dope pangalaho ni halak Kristen songon pangalaho ni si Bileam on? Segana i parsaoran ditongatonga ni bagas molo jumpang songon pangalaho ni si Bileam on? Alani i tung sipasidingon do pangalaho sisongon i, atehe. Dipangido Debata sian hita, asa

Parjolo: Marroha naiasma hita. Di Mateus 5:8 "Martua ma parroha na ias, ai idaon nasida do Debata. Naeng sintong rohanta be unang margellokgellok. Ai Diboto Debata do sude aha na di rohanta. Unang taloas Debata tarrimas. Unang sanga halode (angka natinompa ni Debata) manghatai tu hita ala ni jogal ni rohanta. Patudos tu BE No 68:3

Paduahon: Unang muramura hita terpengaruh di zaman on: Nuaeng muramura do jolma tarela asa dapotan sian na so dalanna. Porsea tu peramal, datu, Fengsui. Molo tabereng di angka na masa nuaeng, beredar do di HPta marhite sms: ingin dapat jodoh: ketik REG SPASI kirim ke...ingin dapat kerja ketik REG Spasi kirim ke...ingin dapat INOVA ketik REG spasi... dohot angka tawaran-tawaran na asing. Gabe lupa jolma i di kedaulatan ni Debata. Lupa jolma i na marhuaso do Debata patupa halongangan laho patupahon Mujijat. MUJIJAT ITU NYATA. Didok hata ni Tuhanta di Mat 7:7 Pangido hamu ma....

Patoluhon: Patar do saluhut di adopan ni Debata. Unang ma martabuni hita ai diboto Debata do aha na di rohanta, sangkapta dohot pingkiranta. Diboto Debata do maksud jahat ni si Bileam. Dilehon Debata do tu hita nanidokna sunaidesis, kata hati, suara hati, taoloi ma i ai sian Debata do i. Taboto do na tingkos i siulahononhon,na sala i sipasidingon. Unang ma sala mamangke hita di silehonlehon ni Debata asa unang tarrimas Debata. Amen.

Baca Selengkapnya.....