Kami menerima tulisan, artikel, laporan kegiatan dan saran-saran untuk dipublikasikan ke blog Pdt. Pahala J. Simanjuntak,MTh dengan mengirim e-mail ke: psh06simanjuntak@yahoo.com .

07 Juni 2008

Sekolah Pendeta HKBP Sukseskan Tahun Marturia melalui Penjemaatan ke HKBP Ressort Sileang

Salah satu program lembaga sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon adalah mengadakan penjemaatan satu kali sebulan. Penjemaatan ini dilaksanakan melalui kunjungan gerejawi sambil memperkenalkan program Sekolah Pendeta HKBP ke distrik-distrik terdekat. Misalnya Distrik II Silindung, Distrik III Humbang, Distrik IV Toba, Distrik IX Toba Hasundutan, Distrik XVI Humbang Habinsaran. Namun tidak tertutup kemungkinan penjemaatan ke distrik-distrik lain. Seperti yang dilakukan baru-baru ini ke HKBP Distrik XV Sumatera Bagian Selatan dan HKBP Distrik XXV Jambi. Sehubungan dengan program tersebut di atas pada hari Minggu 1 Juni 2008 (Minggu II setelah Trinitatis) penjemaatan ditujukan di dua Distrik. Kelompok I HKBP Ressort Sileang Distrik III Humbang Kab. Humbang Hasundutan. Kelompok II di HKBP Siruar Ressort Ebenezer Parparean Kab.Toba Samosir. Penjemaatan kali ini berbeda dengan penjemaatan sebelumnya. Kali ini penjemaatan dilaksanakan dalam rangka mensukseskan tahun Marturia HKBP 2008. Di HKBP Sileang penjemaatan berlangsung dengan baik. Warga jemaat sangat gembira menyambut mahasiswa yang berjumlah 22 orang dipimpin oleh Pdt. Pahala J. Simanjuntak. Mereka mengaku: "Mansai las rohanami diharoro ni angka amanami sikola pandita sian seminarium Sipoholon. On do pe hea ro sian sikola ni HKBP dung gabe ressort huria on. Mauliate ma di Jahowa na mangaturhon parsaoran on."


DSCI0907.JPG Kebaktian minggu berjalan dengan baik, Nurdin Simangunsong (mahasiswa) sebagai liturgis dan pelayanan firman (khotbah) disampaikan oleh Pdt. Pahala Jannen Simanjuntak. Nats khotbah yang dikutip dari Luk 10:1-12, mengingatkan semua orang Kristen memikul tanggungjawab sebagai pemberita firman Tuhan. "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit, karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu". Pengutusan Yesus kepada 70 orang muridnya diwujudkan bersama sesuai dengan tahun marturia HKBP. Warga jemaat HKBP terpilih untuk memberitakan firman ke semua orang, "boan sadanari".

DSCI0912.JPG

Foto bersama mahasiswa Sekolah Pendeta bersama dengan Pendeta HKBP Ressort Sileang

Dalam ibadah Minggu mahasiswa memperdengarkan koor pujipujian sebagai rasa syukur dan persembahan kepada Tuhan, Raja Gereja.

DSCI0905.JPGSelanjutnya seusai kebaktian Minggu dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Pangihutan Sitompul mewakili mahasiswa mengucapkan terimakasih atas penyambutan warga jemaat dan parhalado HKBP Sileang. Sitompul menambahkan bahwa keinginan berkunjung ke HKBP Sileang sudah lama direncanakan mengingat salah seorang dari mahasiswa berasal dari jemaat ini yaitu Ojak Sihite. Mewakili Parhalado, Pdt. Bilker Simamora, STh menginformasikan bahwa HKBP Ressort Sileang beranggotakan 488 kepala keluarga (KK) dilayani oleh 12 orang Parhalado (1 orang pendeta). Warga jemaat mayoritas petani dan sebahagaian kecil PNS/swasata. HKBP Ressort Sileang merupakan ressort khusus di Distrik III Humbang yang diresmikan pada bulan Oktober 2007. Acara peresmian Ressort sekaligus perayaan jubileum 100 tahun ketika itu dipimpin oleh Kepala Departemen Marturia HKBP yakni Pdt. M.H. Sihite, STh sekaligus putra HKBP Sileang. Untuk kunjungan sekolah pendeta ini Pdt. Simamora mengucapkan terimakasih dan selamat mengikuti pendidikan.

DSCI0916.JPG

Gereja HKBP Sileang satu-satunya gereja di Desa Sileang

Sebelum acara berakhir diadakan acara makan bersama sebagaimana kebiasaan HKBP mengungkapkan sukacitanya menyambut para tamunya dengan makanan khas Batak. Rombongan kembali ke Sipoholon dengan sukacita dihantar oleh doa dari Pendeta Ressort.

Syalom buat HKBP Sileang, kami mendoakanmu.

Penulis : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

Baca Selengkapnya.....

02 Juni 2008

Bakti Sosial Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon Ke Pahae

Lembaga Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon Gotongroyong

Di HKBP Simangumban dan HKBP Sibulanbulan.

Dua hari setelah gempa di Simangumban, tepatnya Rabu, 21 Mei 2008 pukul 24.00 waktu setempat terjadi banjir bandang. Banjir bandang ini terjadi di desa Sipetang Kecamatan Purbatua Kab. Tapanuli Utara. Salah satu korban akibat bencana ini adalah gedung Gereja HKBP Sibulanbulan. Salah satu jemaat cabang (pagaran) HKBP Ressort Simangumban Distrik II Silindung. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, semua penduduk dinyatakan selamat. Tanah longsor menembus gereja sehingga bangku dan peralatan kebaktian tertimbun tanah, sebahagian tidak dapat dipakai, sebahagian papan, seng/atap, tiang masihdapat dipergunakan.

Kerja_Bakti_1.jpg

Tampak dalam gambar, Mahasiswa Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon sedang membongkar dan mengangkat papan yang di bongkar dari bangunan gereja lama yang kena banjir bandang, pada Rabu, 21 Mei 2008 yang lalu.

Sehubungan dengan itulah rombongan Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon mengadakan gotongroyong membantu pemindahan gereja dari lokasi bencana ke tempat pendirian gereja baru. Secara bersama-sama mahasiswa dan warga jemaat tiba di lokasi kejadian dan melakukan pembongkaran bangunan gereja yang sudah ditimpa tanah longsor setinggi 2 meter itu. Acara gotongroyong ini berlangsung pada hari Rabu, 28 Mei 2008.

Kerja_Bakti_3.jpg

Pdt. Pahala J Simanjuntak, MTh saat memberi kata penghiburan kepada warga jemaat HKBP Sibulanbulan yang mengalami bencana alam banjir bandang.

Seusai bergotongroyong rombongan mengadakan acara singkat dengan memberikan kata-kata penghiburan. Julianus Sitorus mewakili Senat Mahasiswa mengatakan bahwa kedatangan rombongan Sekolah Pendeta di HKBP Sibulanbulan ini adalah menunjukkan kepedulian sosial Mahasiswa sekaligus menghibur, menguatkan iman serta memberi semangat kembali warga jemaatatas peristiwa yang mengejutkan ini. St. A Sihombing (Guru Huria ) mewakili parhalado dan warga jemaat yang berjumlah 20 Kepala Keluarga (KK) mengucapkan terimakasih atas kedatangan rombongan ini. St. A. Sihombing mengatakan:Tung mansai las do rohanami di haroro ni angka amanami Singkola Pandita na tongon nuaeng marsiajar di Sipoholon, dilehon hamu tingkimuna dohot gogomuna laho mandulo dohot mangurupihami. Mauliate ma di amanami Direktur na munguluhon rombongan on�.Acara penghiburan ini diakhiri dengan nyanyian dari BE No 188:1 �Jahowa Siparmahan ahu ndang hurang manang aha� kemudian dilanjutkan dengandoa penutup dan salam-salaman.

Hal yang sama, Mahasiswa juga mengadakan gotongroyong di HKBP Simangumban. Gotongroyong ini dilakukan dengan meratakan pertapakan untuk tempat gereja baru persis di samping gereja lama. Sebab gedung gereja yang selama ini dipergunakan untuk kebaktian, kini tidak dapat dipakai lagi akibat gempa berkekuatan 6.1 SR Senin, 19 Mei 2008 lalu. Pada hari Selasa, 27 Mei 2008 diadakan peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah ini. Pembangunan dilaksanakan dengan swadaya jemaat. Seusai mengadakan gotongroyong acara dilanjutkan dengan acara penghiburan seperti yang dilakukan di HKBP Sibulanbulan. Mahasiswa diwakili Sathin Hutahaean mengungkapkan bahwa kehadiran Mahasiswa Sekolah Pendeta adalah sebagai wujud kasih dan persaudaraan di dalam Kristus sebagaimana tertulis dalam Galatia 6:2 �Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kritus�.


Simangumban.jpg

Mahasiswa Sekolah Pendeta HKBP bersama warga jemaat dan aparat uspika Simangumban sedang melakukan kegiatan gotongroyong dalam upaya meratakan tanah dimana gedung gereja akan didirikan.

Pdt. Rumantoh Sibarani, STh (Pendeta HKBP Ressort) dan Gr. Bongit Siahaan (Guru Huria) bersama dengan parhalado dan warga jemaat menyambut baik gotongroyong ini. Serta mengucapkan terimakasih atas kehadiran Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon di HKBP Simangumban ini. Pendeta Ressort menjelaskan gedung gereja tidak dapat dipakai akibat goncangan gempa tektonik ini. Sehingga membangun � parlapelapean� (tempat ibadah) dengan cepat. Kebaktian Minggu terpaksa diadakan di luar gereja dengan memakai tenda darurat. Sibarani menambahkan bahwa pembangunan tempat ibadah ini sebahagian dibiayai oleh kantor pusat HKBP yang diberikan olehOmpui Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu pada kunjungan pastoral minggu lalu. Acara diakhiri dengan nyanyian dan doa, selanjutnya warga jemaat memberangkatkan rombongan Sekolah Pendeta dengan linangan air mata. Di wajah mereka terukirharapan dan keyakinan bahwagedung gereja ini cepat selesai. Turut dalam gotongroyong ini 15 orang mahasiswa dari Sekolah Guru Huria bersama Pdt.T.W. Rumapea, STh.

Dapat ditambahkan bahwa dua dari keluarga Mahasiswa Sekolah Pendeta HKBP yakni Aryen Toni Situmorang dan Japaris Nainggolan yang berdomisili di Janji Angkola dan Pahae turut merasakan kerugian akibat bencana tidak diduga ini. Aryen Toni Situmoarng misalnya, mengalami kerugian dimana sebahagian rumah bagian belakang (dapur) roboh.Terpaksa harus dibagun kembali dengan biaya sendiri. Melihat keadaan ini rombongan Sekolah Pendeta menyempatkan diri berkunjung ke rumah kedua mahasiswa ini. Mahasiswa memberikan kata-kata penghiburan dan memberikan pengganti �boras sipir ni Tondi kepada Keluarga dan diakhiri dengan nyanyian koor dan doa bersama.

Simangumban_2.jpg

Tampak dalam gambar, Mahasiswa dan pegawai Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon saat akan meninggalkan lokasi bencana banjir bandang, menyempatkan diri untuk diabadikan setelah seharian melakukan bakti sosial di Simangumban.

Wah�! Satu hari bersama korban gempa dan banjir bandang tidak terasa berlalu. Hingga rombongan tiba di kampus pada pukul 21.00 dengan guyuran hujan sebahagian mahasiswa mengendarai sepeda motor. Namun mahasiswa merasakan sukacita atas perkunjungan ini serta menyaksikan secara langsung kejadian akibat bencana tersebut.

Hendaklah imanmu kokoh dan teguh hai saudara-saudara seiman!Immanuel


Penulis : Pdt Pahala J Simanjuntak MTh


Baca Selengkapnya.....

HKBP Ressort Kramat Jati kukuhkan Parhalado Ressort

Sesuai dengan Aturan dan Peraturan (AP) HKBP 2002 (pasal 7), bahwa ressort dilayani oleh Pendeta Ressort, Majelis (Parhalado) Ressort dan Sekretaris Bendahara Ressort.

DSCI0790.JPG

Adapun tugas dari Majelis ressort ini adalah: a. Menyertai pendeta ressort memimpin ressort. b. Memotivasi dan melaksanakan kegiatan bersama dewan-dewan dan seksi-seksi di jemaat-jemaat yang ada di ressort itu. c. Melaksanakan keputusan Sinode Agung, Rapat Majelis Pekerja Sinode, sinode distrik, majelis pekerja sinode distrik, dan rapat ressort. Demikian disampaikan Pdt. Drs. Pilian Panjaitan, M.Div Pendeta HKBP Ressort Kramat Jati dalam acara pengukuhan anggota Parhalado Ressort HKBP Kramat Jati, Distrik XIX Jakarta 2 periode 2008-2012. Acara pengukuhan ini dilaksanakan pada hari Minggu 18 Mei 2008 (Minggu Trinitatis) dalam acara kebaktian.

Di depan 500 orang jemaat yang mengikuti acara kebaktian ini Pendeta Ressort yang baru bertugas 4 bulan ini, mengukuhkan dan memberikan Surat Ketetapan (SK) kepada Parhalado Ressort. Mereka terpilih melalui sebuah rapat yang disebut dengan Rapat Ressort. Parhalado yang dikukuhkan ini berjanji untuk melaksanakan tugasnya dengan baik sebagaimana telah dimaksudkan dalam Auran dan Peraturan HKBP. Parhalado Ressort tersebut adalah: St. O.N. Lumban Gaol, St. H.T. Manurung, STh (Utusan Synode Godang), St. Dr. P. Napitupulu dan St E Siahaan.

DSCI0788.jpg HKBP Ressort Kramat Jati terdiri dari dua jemaat, yaitu HKBP Kramat Jati sebagai Sabungan (jemaat induk) dan HKBP Gedong sebagai pagaran (jemaat cabang). Dilayani oleh beberapa orang Pendeta: Pdt. Drs. Pilian Panjaitan, M.Div sebagai Pendeta Ressort, Pdt. Bikwai Simanjuntak, STh, Pdt.Jones Panggabean, SMTh, (pendeta diperbantukan) dan Cln. Pdt. Ridwan Manik, STh. Pelayanan di dua jemaat ini berjalan dengan baik didukung dengan partisipasi warga jemaat dan Parhalado. Demikian penjelasan Pdt. Pilian Panjaitan kepada Tim Biro Informasi HKBP di ruang kerjanya setelah selesai kebaktian. Selanjutnya sedang dipikirkan pengembangan pelayanan selain pelayanan yang rutin. Misalnya pelayanan kepada marginal, buruh dan mahasiswa. Dengan demikian Parhalado harus benar-benar memberikan perhatiannya secara serius sehingga pelayanan gereja ini tetap baik. Di samping itu Parhalado Ressort juga akan memikirkan pembangunan sehingga jemaat yang mengikuti kebaktian merasa nyaman. Termasuk pembangunan menyangkut sarana maupun prasarana. Misalnya pengadaan Parkir, sound sistem, ruang sekolah Minggu, kantor dan lain-lain. Saat ini sedang dilaksanakan pengecatan gedung gereja dan perbaikan lainnya yang menelan biaya ratusan juta rupiah.

Gereja HKBP Kramat Jati yang berlantai dua dan beralamat di jalan Raya Bogor ini sangat diminati setiap jemaat yang mengikuti kebaktian setiap hari minggu. Alasannya adalah tempat yang strategis, gedungnya gereja yang besar, jauh dari kebisingan, nyaman dan aman. Hanya tempat parkir di gereja ini lumayan sempit.

DSCI0794.jpg

Jemaat yang berjumlah kurang kebih 1000 Kepala Keluarga (KK) ini bebas mengikuti kebaktian setiap minggunya sesuai dengan jadwal yang disediakan. Setiap hari minggu Kebaktian diadakan 3 kali yakni pagi, siang dan sore hari. Pagi dan siang hari menggunakan bahasa Batak sedangkan sore hari menggunakan bahasa Indonesia.

Syalom bagi HKBP Kramat Jati dan Selamat kepada Parhalado Ressort, tingkatkan pelayanan.

Penulis : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh


Baca Selengkapnya.....

34 orang calon Pendeta HKBP ditahbiskan

"Tugas pelayanan yang akan saudara-saudara terima sekarang adalah tugas yang kudus, karena Tuhan Yesuslah yang menetapkan demikian. Karena itu saya mengingatkan dan memberitahukan kepada saudara-saudara tata cara pelayanan jabatan Pendeta, supaya saudara-saudara sungguh-sungguh menyadari betapa beratnya dan mulianya tugas jabatan itu", Demikian penegasan Ompui Ephorus Pdt. Dr. Bonar Napitupulu kepada 34 orang calon Pendeta sebelum menerima tahbisan Kependetaan (manjalo tohonan Hapanditaon)

2.jpgDalam Aturan dan Peraturan HKBP dikatakan Pendeta adalah yang menerima jabatan kependetaan dari HKBP melalui Ephorus HKBP sesuai dengan Agenda HKBP. Dalam jabatan kependetaan itu tercakup ketiga jabatan Kristus, yaitu: nabi, imam dan raja. Sesudah menjalani masa praktek sekurang-kurangnya dua tahun di HKBP dan dianggap sudah mampu menerima jabatan kependetaan sesuai dengan rekomendasi Praeses dan Pendeta ressort. Hal inilah menjadi pedoman penahbisan 34 calon Pendeta yang telah melayani di Distrik, Ressort. Jemaat, kantor Pusat dan lembaga HKBP setelah dinyatakan lulus ujian gerejawi pada bulan April lalu.

4_copy.jpg

Pentahbisan kali ini berlangsung di gereja HKBP Eben Ezer Parparean Distrik IV Toba- Kabupaten Toba Samosir, yakni pada hari Minggu 25 Mei 2008 (Minggu I setelah Trinitatis). Bertindak sebagai Liturgis Pdt. W.T. P. Simarmata, MA (Sekjend) dan pelayanan firman (khotbah) disampaikan oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu. Doa Syafaat dipimpin oleh Pdt. Charles Tambunan, STh (Pendeta HKBP Ressort Eben Ezer Parparean). Nas khotbah dari Matius 4:18-22, dengan meneladani panggilan Yesus kepada murid-murid-Nya (Simon Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes), Ephorus mengatakan bahwa setiap orang Kristen telah menerima panggilan dari Allah melalui Yesus Kristus. Ada dua jenis panggilan kepada manusia. Pertama: Panggilan Umum (Panjouon Hatopan) yaitu panggilan kepada setiap orang Kristen untuk mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan menjadi ibadah yang sejati dan benar (Rom 12:1). Selanjutnya kita harus mempedomani apa yang tertulis dalam 1 Pet 2:9: �..kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib� Berkaitan dengan tahun Marturia HKBP hal inilah menjadi dasar dan acuan kita untuk memberitakan Injil ke segala mahluk. Kedua: Panggilan khusus, spesial (Panjouon hapunjungan). Kepada 34 orang calon pendeta Ephorus mengatakan bahwa salah satu dari panggilan khusus ini adalah diberikan kepada Pendeta setelah menjalani pendidikan Teologi. Oleh sebab itu sebagai Pendeta HKBP harus benar-benar melaksanakan tugas pelayanan sebagaimana diaturkan dalam Agenda HKBP sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

4.jpg

Acara pentahbisan ini berjalan dengan baik dihadiri kurang lebih 1000 jemaat yang memadati gedung dan halaman gereja. Terdiri dari warga jemaat, undangan dan anak ranto (Parserahan). Pada acara kebaktian ini dikumandangkan Koor puji-pujian antara lain: Koor Mahasiswa Sekolah Pendeta HKBP Sem. Sipoholon, Koor Mahasiswi Sekolah Bibelvrouw HKBP Laguboti, koor kantor pusat HKBP serta koor gabungan HKBP Eben Ezer Parparean. Hadir juga dalam acara ini pimpinan HKBP lainnya: Kadep Koinonia HKBP Pdt. B.M. Siagian, STh sekaligus memberikan kata sambutan, Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt. M.H. Sihite, STh dan Kepala Derpartemen Diakonia HKBP, Pdt. Nelson Siregar, STh. Serta beberapa Praeses HKBP, Ketua Rapat Pendeta HKBP, Pdt. Dr. Jamilin Sirait, Pimpinan/Dosen Lembaga (STT-HKBP, Sekolah Pendeta dan Sekolah Bibelvrouw HKBP), Pendeta Ressort, Guru Huria, Bibelvrouw, Diakones dan Sintua dari Distrik dan luar Ditrik IV Toba. Dari unsur Pemerintah hadir Ketua DPRD Tobasa, Tumpal Sitorus, Kapolres Taput Letkol M. Napitupulu, dan Kapolres Tobasa Letkol M. Samosir. Dalam kata sambutannya St. Maruahal Napitupuluh selaku ketua Panitia pelaksana pentahbisan, acara pentahbisan hari ini disatukan dengan acara syukuran renovasi gedung gereja HKBP Eben ezer Parparean.

Setelah kata-kata sambutan dari Pemerintah, Bolahan Amak (Tuan Rumah), Ketua Rapat Pendeta. Bimbingan ompui Ephorus dilanjutkan dengan acara photo bersama Pimpinan HKBP dengan Pendeta baru. Kemudian acara makan bersama, doa dipimpin oleh Pdt. S.M Marpaung, STh Pendeta HKBP Ressort Sudirman Medan.

Seusai makan siang dilanjutkan dengan acara tortor, lelang dan penyerahan cendramata. Acara ditutup dengan doa oleh Pdt. Esron Tampubolon, MTh (Praeses HKBP Distrik IV Toba)
Selamat kepada Pendeta yang ditahbiskan, selamat melayani. Sahat ula Tohonanmi

Penulis : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh.


Baca Selengkapnya.....

21 Mei 2008

Seminar Akademis : The origins of Early Christianity and its Scriptures

Seminar akademis

Pengantar:
Dua orang utusan HKBP mewakili dosen Biblika mengikuti seminar akademis The origins of Early Christianity and its Scriptures. Kedua utusan itu adalah Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh (Sekolah Pendeta Sem-Sipoholon HKBP) dan Pdt. Benny Sinaga, MTh (STT-HKBP P. Siantar). Seminar ini berlangsung pada tanggal 17-19 Mei 2008 bertempat di Ruang Auditorium-Menara Kebon Sirih Lt Basement 2, Jln Kebon Sirih 17-19 Jakarta pusat. Pembicara adalah Prof Ben Witherington III, Ph.D. Kegiatan ini diikuti oleh 300 orang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa, kaum awam dan para teolog dari seluruh Perguruan Teologi Indonesia. Seminar ini disponsori oleh Yayasan Sola Scriptura, Perkantas, Persetia dan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Berikut kesimpulan yang kami peroleh melalui seminar tingkat Nasional ini:

  1. Beberapa waktu terakhir ini muncul publikasi yang menyerang kekristenan, khususnya yang terkait dengan pribadi Yesus Kristus. Misalnya the Da Vinci Code (2002), Holy Blood Holy Grail (1982), Jesus paper, Jesus Dynasty, Misquoting Jesus, Kala Yesus menjadi Tuhan, Selamatkan Yesus dari orang Kristen, dan sebagainya. Ada juga film dokumenter tentang kubur Yesus yang hilang dan diduga ditemukan, konon pernah disiarkan di Discovery Channel di USA . Dengan munculnya buku-buku yang menyerang kekristenan itu maka persoalan kanonisasi Alkitab menjadi bahan percakapan di kalangan gereja dan umat Kristiani. Kanonisasi Alkitab ialah pengakuan buku-buku yang layak dimasukkan dalam Alkitab, yakni sungguh diilhami oleh Allah, dan pengesahannya sebagai kumpulan tulisan suci yaitu Firman Allah dalam bahasa manusia, karena di dalamnya dimuat Sabda Allah yang tertulis.
  2. Manurut Ben Witherington III, sejak awal, gereja sudah mempunyai Kitab Suci yang dibaca juga oleh umat Yahudi sebagai firman Tuhan. Namun, kitab-kitab yang secara teologis dilihat sebagai Perjanjian Lama tidak membatasi gereja mengkaji kitab-kitab lain yang ditulis kemudian setelah kenaikan Yesus. Dengan kata lain, Perjanjian Lama lambat laun dilengkapi dengan tulisan-tulisan dari era Perjanjian Baru Apa dasar untuk pertumbuhan kanon yang berkelanjutaan ini? Terutama Yesus sendiri. Secara prinsipil terjadi perubahan radikal dalam pemahaman umat Kristen mula-mula terhadap teks-teks suci itu. Seperti keyakinan yang diungkapkan Paulus, perjanjian lama yang dibaca oleh umat Yahudi tetap terselubung. Karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya (2 Kor 3:14-16). Kristuslah yang memberi makna baru terhadap teks-teks suci itu. Dalam khotbah di Bukit (Mat 5-7), misalnya, walaupun teks-teks Perjanjian Lama dikutip berulang kali, kata-kata Yesus yang otoritatif menentukan interpretasinya.
  3. Kita perlu memahami bahwa dokumen-dokumen dalam Perjanjian Baru-termasuk Injil, Kitab Kisah Para Rasul, dan surat-surat Paulus-adalah sumber paling awal dan paling baik untuk memahami karakter Yesus dan kebangkitan Kekristenan. Teks-teks ini bukanlah karya sejarah revisionis buah tangan generasi kemudian yang tidak menjadi saksi mata atas semua peristiwa tersebut, juga tidak ditulis sebagai respon terhadap sebentuk Kekristenan yang hilang yang muncul lebih awal, sehingga orang dapat mengklaim bahwa sejarah Kekristenan perdana ditulis oleh para pemenang.
  4. Mengapa gerangan akhir-akhir ini kita mendengar begitu banyak hal baru seputar Yesus dan para pengikut perdana-Nya? Apakah karena seseorang tanpa sengaja menemukan tambang pengetahuan yang memunculkan berbagai informasi batu seputar Yesus dan orang-orang Kristen abad pertama? Apakah karena para arkeolog berhasil mengungkapkan dokumen-dokumen yang keberadaannya tidak kita ketahui sebelumnya. Para pembaca harus berhati-hati dengan berbagai klaim baru yang mengejutkan seputar Yesus dan para pengikutnya, yang bahwa hanya didasari sedikit bukti. Beberapa orang menyatakan bahwa penipuan paling besar justru terjadi di kalangan yang lebih ortodoks. Mereka mengklaim bahwa kita telah dimanipulasi sehingga percaya bahwa Kekristenan mula-mula pada hakikatnya lebih seragam daripada yang sebenarnya. Berdasarkan ajaran-ajaran rahasia yang menunjukkan Yesus lebih dekat dengan penganut ajaran Gnostik ketimbang orang bijak Yahudi. Padahal ajaran Yahudi lebih dulu ada dibanding Gnostik. Mereka meyakini bahwa sedikitnya ada satu komunitas pengikut Yesus yang hanya merenungkan perkataan Yesus (mengabaikan peristiwa kematian dan kebangkitan-Nya).
  5. Mungkin rangkaian pertanyaan yang lebih tepat adalah: Kenapa kita cenderung mendengarkan klaim sensasional tentang Yesus dan para pengikut perdana-Nya, bahkan ketika ada-atau hanya ada sedikit-bukti kuat pendukungnya? Terutama dalam hal asal usulan Kekristenan? Mengapa novel menarik berdasarkan penelitian asal-asalan seperti Da Vinci Code, yang mengklaim telah menyingkapkan kebenaran baru yang mengejutkan seputar Yesus dan kehidupan-Nya, mampu menciptakan sensasi menghebohkan dalam budaya kita? Sebaliknya, dokumen paling awal yang kita miliki justru ditulis oleh anggota sebuah sekte minoritas kecil, yang secara ideologis terkait erat dan mempunyai jaringan sosial yang baik di antara berbagai komunitasnya di ujung timur wilayah Kekristenan Romawi. Dalam perjuangan religiusnya sekte ini terutama harus bertarung nelawan budaya penyembah barhala yang dominan dan agama induknya, Yudaisme, agar bisa bertahan hidup. Kondisi ini sama sekali berbeda dengan anggapan bahwa, pada abad pertama Masehi, gerakan ini lebih banyak terlibat dalam perseteruan internal. Tidak ada bukti kuat bahwa orang Kristen perdana harus bertarung mati-matian melawan bentuk Kekristenan lain yang sama-sama berasal dari peristiwa Kristus.

Penutup:
Prof. Ben Withenrington III, Ph.D: Adalah seorang pakar studi Biblika yang terlibat langsung dengan naskah-naskah kuno dan temuan-temuan arkeologis dalam lingkup Perjanjian Baru. Professor Interpretasi Perjanjian Baru, Asbury Theological Seminary, Wilmore , Kentucky , Amerika Serikat. Mantan pengajar bidang-bidang studi Perjanjian Baru di Ashland Theological Seminary, VandedrbitUniversity , DukeDivinitySchool dan Gordon-Conwell Theological Seminary. M.Div dari Gordon-Conwell Theological Seminary, AS dan Ph.DdariUniversity of Durham , Inggris. Seorang pakar Alkitab (Bible Scholar) terpandang di dunia, dan anggota terpilih dari Society of New Testament studies (SNTS), lembaga terkemuka dalam bidang studi Perjanjian Baru. Pembicara seminar di banyak gereja, kampus dan komunitas Kristen di Amerika Serikat, Inggris , Estonia , Rusia, Eropa, Afrika selatan, Zimbabwe dan Australia . Penulis buku Apa yang telah mereka lakukan pada Yesus (What Have They Done with Jesus) Menjawab Da Vinci Code (The Gospel Code), dan 30 buku lain. Prof Ben Witherington juga sebagai nara sumber untuk berbagai jaringan radio dan TV (History Channel, NBC, ABC, CBS, CNN, The Discovery Chasnnel, A&E, the Pax Network. Prof. Ben Witherington III, Ph.D adalah salah satu mahasoiswa terbaik Prof. Dr , C.K. Barret, Ph.D.

seminar_akademis.jpg

Pdt._Pahala_Jannen_Simanjuntak.jpg

Penulis : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh

(Direkktur Sekolah Pendeta HKBP)

Baca Selengkapnya.....

16 Mei 2008

Perayaan Pentakosta I HKBP Sipahutar

Oleh : Basaria Lumban Gaol

Sipahutar, HKBP Sipahutar Distrik II Silindung, pada hari Minggu 11 Mei 2008 merayakan Hari turunnya Roh Kudus (Pentakosta-hari kelimapuluh). Peringatan ini ditandai dengan peneguhan Sidi (Manghatindanghon Haporseaon) kepada 67 orang anak sidi dan baptisan kudus kepada 4 orang anak kecil. Perayaan Pentakosta dan pelaksanaan Sidi-baptisan ini sehubungan dengan ditetapkannya pesta Zending Distrik di seluruh HKBP. Meyambut tahun Marturia HKBP 2008. Kebaktian berlangsung dengan hikmat dipimpin oleh dua orang Pendeta. Bertindak sebagai liturgis (paragenda) adalah Pdt. Hotben Pasaribu (Pendeta HKBP Ressort Sipahutar) dan khotbah (Parjamita) dilayani Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh (Direktur Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon)

Dalam khotbahnya Pdt. Pahala J. Simanjuntak, mengutip khotbah tertulis Ompui Ephorus HKBP dari Bilangan 11:24-29: �Ganup na porsea tongtong do mangongkui: Pardenggan basa do Debata. Tutu do, ndang hasuhatan denggan basa ni Debata binasabasahonNa tu hita di bagasan HUASO dohot HOLONGNA na so halompoan i. Sada sian pasupasuNa na umbalga jala na ummarga, na nilehonNa tu angka na porsea, ima TONDI PORBADIA. Ibana do na patau hita marsihohot di bagasan haporseaon tu Tuhan Jesus, patauhon hita mian di bagasan Tuhan Jesus. Marhitehite Tondi i do tau hita martangiang, beribadah di bagasan sude ngolunta. Ndang hurangan be hita di silehonlehon ni Tondi Parbadia, na mambahen hita margogo manghobasi Debata nang manghobasi jolma; gabe marguna ma hita di Debata nang di jolma. Di bagasan Tondi Parbadia mian Debata di bagasan hita, ai gabe joro ni Debata ma hita. Tondi Parbadia mangalehon ngolu na masiantusan, gabe tangkas boi hita saluhut rap mangula. Molo gok Tondi Parbadia hita, tau ma hita pangkeon ni Debata hombar tu lomoNa. Gabe ulaula ni Debata ma hita patulus Taon Marturia.

DSCI0726.JPG

Sekitar 1000 warga jemaat yang hadir mengikuti acara ini tampak sukacita memuji dan memuliakan Tuhan. Ditambah dengan suara terompet membuat suasana lebih riang bergema dan istimewa dalam menyampaikan permohonan dan puji-pujian kepada Allah.

Selesai kebaktian Minggu, acara dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus kepada anak Sidi beserta orangtuanya. Acara berakhir dengan sukacita. Masing-masing jemaat pulang dengan damai sejahtera membawa firman Tuhan dan berkat.

DSCI0729.jpg

HKBP Ressort Sipahutar berjumlah kira-kira 800 KK dilayani oleh 42 orang Parhalado yang terdiri dari : 1 orang Pendeta Ressort, 1 orang Guru Huria dan 1 orang Bibelvrouw Ressort. Dan jemaat cabang (pagaran) yang bergabung dalam ressort ini sebanyak 17 jemaat. Gereja HKBP Sipahutar berdiri di pusat kecamatan Sipahutar kabupaten Tapanuli Utara dengan bangunan yang sangat indah. Gereja ini memiliki dua palaspalas (menara). Menurut ceritanya palaspalas tersebut adalah milik marga Simanjuntak dan marga Silitonga yang dahulu masing-masing memiliki gereja. Sekarang gereja tersebut dibangun kembali menjadi satu gereja.

P1010820.JPG

Warga HKBP Sipahutar beserta penduduk setempat sangat ramah kepada setiap orang. Hubungan kekeluargaan yang diikat oleh Dalihan natolu (DNT) sangat berperan dalam peningkatan kesadaran bermasyarakat dan bergereja.

Baca Selengkapnya.....

15 Mei 2008

SD Swasta HKBP Seminarium Sipoholon laksanakan UAN

Oleh : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh.

Sebanyak 22 siswa Sekolah Dasar (SD) swasta HKBP Seminarium Sipoholon, Tapanuli Utara mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN). Pelaksanaan ujian ini sesuai dengan penetapan pemerintah kepada seluruh sekolah milik pemerintah maupun swasta. Ujian Akhir Nasional berlangsung sejak 13-15 Mei 2008. Ke 22 murid tersebut dibagi dalam dua ruangan dan empat orang pengawas setiap ujian. Ujian di SD swasta ini berjalan dengan baik mulai dari hari pertama. Masing-masing murid datang dengan tepat waktu dengan membawa peralatan ujian. Sebelum ujian para guru memimpin doa di ruangan ujian. Demikian penjelasan ibu M. Panjaitan selaku kepala Sekolah SD swasta HKBP ini. Penjelasan ini disampaikan kepada Tim redaksi biro Informasi HKBP pada hari Rabu 14 Mei 2008. Memasuki hari kedua siswa-siswi tampak ceria memasuki ruang ujian sambil melemparkan senyumnya kepada para pengawas. Pengawas ujian didatangkan dari SD negeri sebagaimana diatur oleh Dinas Pendidikan Tap. Utara.

SD swasta milik HKBP ini berdiri sejak tahun 1907 dan telah menamatkan banyak siswa. Beberapa dari antara mereka sudah banyak yang berhasil baik di dalam maupun di luar negeri. Pendirian sekolah ini adalah buah penginjilan para missionaris dari Jerman yang sekaligus menjadi tenaga pengajar di sekolah. Dulunya sekolah ini berada di kompleks Seminarium Sipoholon berdekatan dengan Sekolah Pendeta HKBP dan Sekolah Guru Huria HKBP. Namun setelah berdirinya HKBP Simanungkalit lokasi sekolah dipindahkan ke lokasi pargodungan hingga saat ini. Dari segi sejarahnya SD HKBP Sipoholon merupakan sekolan yang paling tua di Tapanuli Utara.

Sekolah ini didik oleh 12 guru Negeri dan swasta yang sudah berpengalaman puluhan tahun. Sehingga sekolah ini benar-benar melahirkan siswa-siswi yang berprestasi. Secara berturut-turut SD ini menjuarai Olimpiade MIPA tingkat kecamatan dan tingkat Kabupaten. Pada tahun ini Sanjo Simanungkali siswa kelas V dipercaya ke tingkat propinsi dan tingkat nasional untuk membawa nama baik sekolah.

DSCI0761.JPG

Namun demikian menurut kepala sekolah, masih banyak hal yang harus diperhatikan di sekolah ini, menyangkut sarana dan prasarana demi peningkatan mutu sekolah ini. Termasuk kesejahteraan (Gaji) para guru. Bayangkan, seorang guru yang sudah mengajar 25 tahun menerima gaji sebesar Rp 600.000,- perbulan. Bahkan ada seorang guru menerima gaji sebesar Rp 300.000,- perbulan masa kerja 10 tahun. Bagi guru yang menerima gaji tersebut tetap bersyukur dan berharap kiranya pemerintah, donatur dapat membantu mereka.

DSCI0760.JPG

Menurut warga, kehadiran sekolah ini sangat mendukung kepada penduduk desa Simanungkalit dan sekitarnya. Pihak sekolah melalui Komite Sekolah menghimbau kepada orang tua untuk ikut berpartisipasi dalam hal penyediaan meja dan kursi belajar. Dengan demikian proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Saat ini jumlah murid sebanyak 145 orang dan setiap tahunnya menerima siswa baru 35-40 orang. Saat ini kepala sekolah mencoba menghubungi donatur untuk pengembangan sekolah ini. Terutama bagi alumni SD HKBP Sipoholon. Semoga berhasil.

Selamat buat SD HKBP Sipoholon.

Baca Selengkapnya.....

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pesanggerahan Kantor Pusat HKBP

Dikirim Oleh : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh.

Pada hari Selasa 13 Mei 2008, ompui Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu meletakkan batu pertama (batu ojahan) tanda dimulainya pembangunan pesanggerahan (Mess Penginapan) di kantor pusat HKBP Peraja Tarutung. Peletakan batu pertama ini dilakukan dalam satu ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Kaman Hutabarat, STh (Kepala Biro kategorial SM, Remaja dan Pemuda HKBP). Dalam khotbahnya yang didasarkan pada 1 Korintus 15: 58 "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan. Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia", Pdt. Hutabarat mengatakan bahwa pembangunan ini harus diyakini sebagai berkat Tuhan ; dan untuk kelanjutannya tetap mengandalkan campur tangan Tuhan. Pembangunan ini juga merupakan warisan kepada generasi berikut (sundut na umposo). Untuk itu sangat diperlukan kesungguhan yang didukung dengan keyakinan yang kokoh (teguh) kepada Kristus pemilik gereja.

Picture_017.jpg


Ephorus HKBP mengawali peletakan batu pertama pembangunan pesanggerahan HKBP disusul kemudian berturut-turut, yakni Pdt. WTP. Simarmata, MA, Pdt. M.H. Sihite, STh dan Pdt. Nelson F. Siregar, STh, kemudian mewakili dari Biro Personalia, Pegawai Kantor Pusat, mewakili Perempuan, Panitia, tukang dan pengkotbah.

Picture_004.jpg

Pembangunan ini akan diselesaikan secara bertahap dan dilakukan dengan swakelola. Pimpinan proyek diserahkan kepada M. Simanjuntak, warga jemaat HKBP yang berdomisili di Tarutung. Tahap pertama akan diselesaikan dalam seratus hari hingga penginapan ini dapat digunakan bagi peserta dan tamu yang akan menghadiri Sinode Godang HKBP 1-7 September 2008 nanti. Menurut Ephorus dana awal untuk pembangunan ini telah tersedia Rp 250 juta yang diperoleh pada saat coffee table seusai acara Open House HKBP bulan Januari 2008 lalu. Dana ini berasal dari beberapa Bupati/wakil Bupati se-Tapanuli dan donatur lainnya dari pulau Jawa dan Sumatera. Ephorus berkeyakinan bahwa pembangunan ini akan cepat selesai berkat doa jemaat dan kerja keras panitia dalam penghimpunan dana. Oleh sebab itu Panitia dan pimpinan HKBP akan berusaha semaksimal mungkin menyampaikan proposal kepada donatur. Sehingga dana yang diperkirakan akan berbiaya Rp 2 milliar dapat terkumpul. Menurut rencana, pembangunan pesanggerahan ini akan dibangun dua lantai yang terdiri dari beberapa kamar dan fasilitas pendukung.

DSCI0751.JPG

Acara peletakan batu pertama ini dihadiri oleh seluruh staf dari kantor pusat serta dosen dari Sekolah Pendeta dan Sekolah Guru Huria. Acara ini berakhir dengan penuh sukacita setelah acara makan siang. Doa penutup yang dipimpin oleh Pdt. Donal Sianturi (Pendeta HKBP Ressort Pearaja) menjadi penutup dari acara ini. Kepada seluruh warga jemaat mohon dukungan doa dan dana demi terwujudnya pembangunan ini demi kemuliaan nama Tuhan. Semoga!


Baca Selengkapnya.....

Kunjungan Tim Penggerak PKK ke desa Simanungkalit dalam rangka desa percontohan

Dikirim Oleh : Pdt. Pahala J. Simanjuntak, MTh.

Nyonya Torang Lumban Tobing - br. Manalu, selaku ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Tapanuli Utara mengadakan kunjungan lapangan ke desa Simanungkalit kecamatan Sipoholon. Kunjungan ini berlangsung sesuai dengan terpilihnya desa Simanungkalit sebagai desa percontohan tingkat Tapanuli Utara. Pemilihan ini didasarkan surat penetapan (SK) bapak Bupati Tap. Utara Torang Lumban Tobing (Toluto) bulan yang lalu. Kunjungan ini berlangsung pada hari Selasa 13 Mei 2008 dimulai pukul 10.00 wib hingga pukul 15 .00 wib bertempat di kantor kepala desa Simanungkalit. Acara ini dihadiri sekitar 100 warga desa dari masing-masing dusun yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama dan karang taruna serta majelis (parhalado) HKBP Simanungkalit. Masyarakat desa Simanugkalit menyambut kehadiran ibu ketua PKK Tap Utara bersama Tim dengan sukacita. Sekalipun gerimis membasahi para ibu-ibu yang berdatangan ke lokasi kunjungan ini. Namun tidak mengurangi rasa syukur dan sukacit amereka atas kunjungan ibu Bupati ini. Mars PKK dikumandangkan sehingga suasana semakin gembira. Dalam arahan dan bimbingannya ibu Bupati mengatakan agar ibu-ibu PKK semakin meningkatkan kesadarannya dalam membina rumah tangga dan menjadi seorang ibu yang baik, menjadi teladan bagi anak-anak. Seusai memberikan bimbingan pengarahan, Ibu Bupati yang sekaligus sebagai ketua Tim penggerak PKK memberikan sumbangan berupa peralatan masak, pakaian seragam ibu-ibu PKK dan perangkat olah raga. Peralatan masak dan peralaran olah raga ini menurut ibu Bupati akan dijadikan sebagai inventaris desa.Oleh sebab itu harap dirawat dan dipergunakan dengan baik. Selain memberikan bantuan kegiatan ini juga dirangkai dengan pengobatan gratis, pasar murah dan pembuatan Kartu Tanpa Penduduk (KTP) secara gratis. Pembuatan KTP secara gratis ini sangat disambut penduduk termasuk mahasiswa Sekolah Pendeta HKBP Seminarium Sipoholon yang belum memiliki KTP.

DSCI0742.JPG
Sebelumnya ketua PKK desa Simanungkalit ibu Simamora telah menyampaikan laporannya tentang keberadaan dan kegiatan yang dilakukan oleh anggota PKK. Sebelum kunjungan Tim Penggerak PKK dari kabupaten para anggota PKK desa Simanungkalit telah mengadakan gotong rotong untuk memperbaiki jalan ke Seminarium Sipoholon. Selanjutnya anggota PKK desa Simanugkalit dalam melaksanakan setiap kegiatan dibagi dalam 4 kolompok kerja (Pokja) masing-masing:kesehatan, pertanian, pendidikan dan ketrampilan. Kepala desa Simanungkalit bapak T. Simanungkalit mengatakan, terpilihnya desa ini sebagai desa percontohan tentu didukung oleh seluruh masyarakat dan tokoh agama, adat serta Badan Perwakilan desa (BPD). Serta kehadiran lembaga Sekolah Pendeta HKBP dan Sekolah Guru Huria HKBP dan SD, SMK I, II swasta HKBP yang berada di wilayah desa Simanungkalit ini. Sebelum acara berakhir Camat Sipoholon Drs. M. Siregar memberikan bimbingan dan pengarahan kepada seluruh warga masyarakat agar tetap bekerjasama dalam setiap kegiatan. Menjalin persatuan dan kesatuan di antara sesama penduduk. Serta mendukung program-program pemerintah di bidang fisik dan rohani. Satu hal yang sangat penting dalam arahan camat ini adalah supaya setiap warga menjaga kebersihan lingkungan. Supaya terhindar dari berbagai macam penyakit. Tak lupa juga Camat menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk rajin ke gereja setiap hari minggu untuk mendengarkan Firman Tuhan. Menyempatkan waktu untuk mengikuti kebaktian-kebaktian (partangiangan sektor). Menjadikan hari Minggu sebagai hari Tuhan untuk mengucap syukur dan beribadah.

DSCI0747.JPG

Acara berakhir dengan sukacita ditutup dengan doa oleh salah seorang majelis HKBP Simanungkalit, yaitu amang St. M. Simanungkalit.

Hidup desa Simanungkalit! Horas.

Baca Selengkapnya.....